Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Infotainment/Ketika Kompetisi Tak Lagi Memisahkan: Senandung Rasa dan Persahabatan Musisi Muda
Infotainment

Ketika Kompetisi Tak Lagi Memisahkan: Senandung Rasa dan Persahabatan Musisi Muda

By admin
September 13, 2026 3 Min Read
0

PagipagiNews.com|TANGERANG, BANTEN — Musik bagi pelajar tak selalu harus berakhir dengan menentukan siapa yang terbaik. Di balik panggung dan sorotan penonton, ada sesuatu yang tak kalah penting untuk dirawat: pertemanan, pengalaman, dan kesempatan untuk tumbuh bersama.

Semangat itu terasa dalam Senandung Rasa, kegiatan yang digelar di Flavor Bliss Alam Sutera, Tangerang, Banten, Sabtu (12/9/2026). Acara tersebut mempertemukan sejumlah kelompok musik pelajar yang tergabung dalam komunitas IBC Indonesia.

Salah satu penggagas kegiatan, Simon Martheunius mengatakan, komunitas tersebut berawal dari pertemuan para musisi pelajar dalam berbagai festival musik dan tari.

Pertemuan yang semula hanya melibatkan sekitar 10 band itu perlahan berkembang. Komunitas tersebut kemudian menjangkau sejumlah daerah di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur, dan kini anggotanya mencapai sekitar 100 band.

“Awalnya kami hanya bertemu di festival. Dari sana kami membangun komunikasi dan membentuk wadah bagi para musisi pelajar. Sekarang anggotanya sudah berkembang dan mencapai sekitar 100 band,” ujar Simon.

Menurut Simon, panggung bukan satu-satunya kebutuhan para musisi muda. Mereka juga membutuhkan ruang untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, sekaligus menemukan teman yang memiliki kegemaran yang sama.

Selama hampir dua tahun, komunikasi antaranggota lebih banyak berlangsung melalui grup WhatsApp. Dari komunikasi virtual tersebut kemudian muncul gagasan untuk menghadirkan pertemuan secara langsung.

Bagi Simon, kompetisi musik memang memiliki peran penting. Persaingan dapat mendorong pelajar meningkatkan kemampuan. Namun, kompetisi juga tidak semestinya membuat hubungan antarpeserta berhenti pada urusan menang dan kalah.

“Kompetisi memang penting karena bisa memacu mereka untuk berkembang. Tetapi kami tidak ingin hubungan mereka berhenti sebatas siapa yang menang dan siapa yang kalah. Kami ingin mereka pulang membawa teman dan pengalaman baru,” katanya.

Gagasan itu kemudian diwujudkan melalui Senandung Rasa. Sebanyak 20 band tampil dalam kegiatan tersebut berdasarkan kuota yang ditetapkan panitia.

Pembatasan jumlah peserta bukan lantaran minimnya peminat. Sebaliknya, cukup banyak kelompok musik yang ingin bergabung. Panitia memilih membatasi peserta agar pertemuan dapat berlangsung secara optimal.

Para peserta datang dari sejumlah wilayah di sekitar Jakarta dan Banten, antara lain Bekasi, Depok, Tangerang, hingga Serang.

“Kami memang membatasi wilayah yang masih terjangkau agar pertemuan ini bisa berjalan dengan baik. Ada peserta dari Bekasi, Depok, Tangerang, sampai Serang,” ujar Simon.

Dari Panggung ke Ruang Pertemanan

Dari sisi musik, Senandung Rasa tidak membatasi peserta pada satu genre. Beragam warna musik hadir dalam kegiatan tersebut. Karakter musik yang terlalu keras memang tidak dominan, mengingat sebagian besar peserta masih berusia pelajar.

Keberagaman itu justru dipandang sebagai kekuatan. Para musisi muda dapat melihat bahwa dunia musik memiliki banyak pilihan. Setiap band pun memiliki karakter, selera, dan karya yang berbeda.

Yang dibangun bukan sekadar pertunjukan, melainkan pengalaman.

“Yang kami cari bukan hanya penampilan di atas panggung. Mereka harus mendapatkan pengalaman, ilmu, dan rasa kebersamaan. Itu yang menurut saya jauh lebih berharga,” kata Simon.

Kehadiran orangtua dan penonton juga menjadi bagian dari ekosistem yang ingin dibangun. Dukungan lingkungan dinilai penting agar para pelajar semakin percaya diri mengembangkan bakat dan kreativitasnya.

Bagi para peserta, pertemuan seperti itu memberi kesempatan untuk mengenal musisi sebaya yang sebelumnya mungkin hanya mereka temui dalam kompetisi.

Ada panggung, tetapi tidak ada jarak.

Ada persaingan, tetapi bukan permusuhan.

Karena itu, Simon berharap Senandung Rasa tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Ia membayangkan kegiatan serupa berkembang menjadi festival musik yang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak band pelajar.

Simon Martheunius Ketua Penyelenggara.

“Kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut. Kalau memungkinkan, ke depan bukan hanya satu acara, tetapi berkembang menjadi festival yang lebih besar sehingga semakin banyak band pelajar yang bisa bertemu,” tuturnya.

Namun, di atas seluruh rencana tersebut, ada satu hal yang ingin dipertahankan: kebersamaan.

Simon mengaku justru menemukan salah satu momen paling menggembirakan ketika peserta yang sebelumnya saling berkompetisi kembali bercanda, berfoto bersama, bahkan saling berpelukan.

Pemandangan itu sederhana, tetapi bermakna.

Bagi Simon, momen tersebut menunjukkan bahwa kompetisi tidak harus melahirkan permusuhan.

“Kalau setelah tampil mereka masih bisa tertawa bersama, berfoto, dan saling merangkul, berarti tujuan kami tercapai. Kami ingin persaingan di panggung tidak menjadi perselisihan setelah acara selesai,” ujar dia.

Senandung Rasa pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang paling baik memainkan musik. Acara itu mencoba menawarkan cara pandang lain terhadap kompetisi di kalangan musisi muda.

Menang memang menyenangkan. Namun, bagi mereka yang masih panjang jalan perjalanannya, membawa pulang teman, pengalaman, dan semangat untuk tumbuh bersama mungkin merupakan kemenangan yang jauh lebih berarti.[**]

Tags:

AlamSuteraJGCIndonesiaMusikIndonesiaMusikPelajarMusisiPelajarSenandungRasa
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Jejak Sinyal Ditelusuri, Komdigi Bantu Pencarian Delapan Warga Hilang di Selat Sunda

Next

Go Tunes Tak Mau Cuma Jadi Jagoan Kompetisi, Kini Bidik Industri Musik

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Yudha Permana Terima IKB Jabodetabek dan Budayantara, Bahas Persiapan Milad ke-25
  • 215 Sekolah Ikut Teka-Teki Gen Alpha 2026, Rano Karno Bicara Pemimpin Masa Depan
  • Mitos Boneka Uci di Jalan Siliwangi Diangkat ke Layar Lebar, The Doll Ghawiah Tayang 29 Oktober
  • IPW Minta Bareskrim Usut Dugaan Intimidasi Jemaat GKPI di Tangerang
  • Desil Berubah, Nasib Warga Terancam: Data Jangan Jadi Alasan Hilangnya Hak Sosial

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Yudha Permana Terima IKB Jabodetabek dan Budayantara, Bahas Persiapan Milad ke-25
    by admin
    September 23, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b