Bukan Sekadar Konser, Jazzpuan Hadirkan Suara Perempuan dengan Semangat “Strong Feminine Unstoppable”
PagipagiNews.com|JAKARTA — Panggung musik jazz di Jakarta akan kembali menghadirkan sebuah perhelatan yang tak sekadar menawarkan hiburan. Bertajuk Jazzpuan: Strong Feminine Unstoppable, konser ini membawa semangat perayaan terhadap kekuatan, kreativitas, dan eksistensi perempuan di industri musik.
Konser Jazzpuan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, di De’Concert Room, lantai 4 Deheng House. Pintu masuk mulai dibuka pukul 19.30 WIB.
Sejumlah musisi perempuan akan tampil dalam format big band yang menjadi kekuatan utama pertunjukan. Mereka di antaranya Yuyun George, Happy Pretty, Sheila Permatasaka, Sistha Anindya, Nissi Wardoyo, Diana Saralely, Bernadine Laras, Kartika Sebayang, Keren Christina, Nadya Belansky, Kezia Panggabean, Pasia Merpati, dan Sella Nurlela.
Kehadiran mereka menjadi representasi bahwa perempuan memiliki ruang yang luas untuk berekspresi, berkarya, bahkan memimpin di atas panggung musik.
Jazzpuan juga memperluas warna pertunjukan melalui kolaborasi lintas generasi dan genre. The Jakarta Happy Voice akan menghadirkan harmoni vokal, sementara Yenny Wahid, Aldi Taher, Melly Zamri, dan Pretty Sister turut menjadi bintang tamu yang memberikan sentuhan berbeda dalam konser tersebut.
Penggagas format big band Jazzpuan sekaligus pemain saksofon, Yuyun George, mengatakan konser ini lahir dari keinginan menghadirkan ruang yang lebih kuat bagi musisi perempuan.
“Jazzpuan adalah wadah untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki kekuatan yang tidak terbatas dalam bermusik,” ujar Yuyu,Rabu (9/9/2026).
Menurut Yuyun, Jazzpuan tidak berhenti pada pertunjukan musik. Panggung tersebut juga membawa pesan tentang kesetaraan dan keberanian perempuan untuk mengambil peran penting dalam dunia seni.
“Kami ingin menghadirkan sebuah format yang bukan hanya menampilkan musik, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa perempuan bisa berdiri sejajar dan bahkan memimpin dalam dunia seni,” katanya.
Semangat serupa disampaikan Happy Pretty yang menjadi bagian dari horn section Jazzpuan. Setelah lebih dari empat dekade berkarya, ia melihat perjuangan perempuan untuk mendapatkan ruang di industri musik bukanlah perjalanan yang singkat.
“Selama lebih dari empat dekade saya berkarya, saya melihat bagaimana perempuan sering kali harus berjuang lebih keras untuk mendapat ruang. Jazzpuan adalah bukti bahwa perjuangan itu tidak sia-sia,” ujar Happy Pretty.
Ia menilai Jazzpuan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sekaligus menunjukkan bahwa perempuan dapat menjadi pusat energi dalam sebuah pertunjukan musik.
“Ini adalah panggung yang menegaskan bahwa perempuan tidak hanya bisa tampil, tetapi juga bisa menjadi pusat energi dan inspirasi,” lanjutnya.
Dengan mengusung tema Strong Feminine Unstoppable, Jazzpuan diharapkan menjadi lebih dari sekadar konser. Panggung ini membawa pesan tentang keberanian, solidaritas, kebebasan berekspresi, serta pentingnya memberikan ruang yang setara bagi perempuan dalam ekosistem seni dan musik.
Lewat denting jazz, tiupan brass section, harmoni vokal, dan kolaborasi lintas genre, Jazzpuan menawarkan sebuah perayaan tentang perempuan dalam bentuk yang autentik.
Bagi pencinta jazz dan musik pertunjukan, konser ini menjadi salah satu agenda yang menarik untuk disaksikan. Jazzpuan mempertemukan sejumlah musisi perempuan dalam satu panggung sekaligus menghadirkan pesan bahwa kreativitas tidak mengenal batas.|Foto : Istimewa