Menbud Fadli Zon Dorong Generasi Muda Jadikan Ruang Digital sebagai Etalase Budaya Indonesia
PagipagiNews.com|JAKARTA — Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendorong generasi muda memanfaatkan ruang digital untuk memperkenalkan sejarah dan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
Hal itu disampaikan Fadli saat menghadiri Malam Penganugerahan Pemenang Lomba Konten Video Kreatif “Aku dan Budayaku” 2026 di Gedung Theatre Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menurut Fadli, ruang digital memiliki peran penting dalam pemajuan kebudayaan, terutama untuk mempromosikan museum, cagar budaya, hingga warisan budaya takbenda yang tersebar di berbagai daerah.
“Generasi muda merupakan digital native, setiap karya yang dihasilkan turut mempromosikan dan memperkenalkan apa yang ada di daerah masing-masing,” kata Fadli.
Ia berharap para peserta tidak berhenti berkarya setelah mengikuti kompetisi. Mereka diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem pemajuan kebudayaan sekaligus ikut memperkenalkan identitas dan peradaban Indonesia melalui konten digital.
“Ke depannya diharapkan, masyarakat dapat menjadi duta-duta budaya, menjadi bagian dari pemaju kebudayaan dan bagian dari pejuang kebudayaan dan peradaban kita,” ujarnya.
Jaring 1.931 Peserta dari 35 Provinsi
Lomba Konten Video Kreatif “Aku dan Budayaku” 2026 diselenggarakan Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Pengembangan Budaya Digital, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, bekerja sama dengan Museum dan Cagar Budaya (MCB).
Mengangkat tema “Museum dan Cagar Budaya di Daerahku”, kompetisi tersebut mengajak masyarakat menggali cerita mengenai museum dan cagar budaya di lingkungan masing-masing, kemudian mengemasnya menjadi konten video kreatif.
Kompetisi dibagi dalam dua kategori, yakni Pelajar/Mahasiswa dan Umum. Peserta dapat mempublikasikan karya melalui Instagram Reels, YouTube Shorts, dan TikTok.
Sepanjang pelaksanaannya, kompetisi berhasil menjaring 1.931 peserta dari 35 provinsi. Sebanyak 891 peserta berasal dari kategori Pelajar/Mahasiswa, sedangkan 1.040 peserta masuk kategori Umum.
Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah partisipasi terbesar. Berdasarkan platform, Instagram Reels menjadi media dengan jumlah karya terbanyak, yakni 824 karya, disusul YouTube Shorts sebanyak 623 karya dan TikTok sebanyak 484 karya.
Dari total peserta tersebut, sebanyak 150 karya terpilih untuk mengikuti tahap penjurian akhir. Dewan juri kemudian menetapkan tiga pemenang terbaik untuk setiap kategori di masing-masing platform, sehingga terdapat 18 pemenang.
18 Pemenang
Untuk kategori Pelajar/Mahasiswa Instagram Reels, tiga pemenang adalah Kalisha Luna Achmad, Ahmad Muhtadie, dan Ade Octavian Ramadhan. Sementara kategori Umum diraih Muhamad Amrullah, Irhamni Malika, dan Ahmad Sidik.
Pada kategori Pelajar/Mahasiswa YouTube Shorts, pemenangnya adalah Azka Dzakiyuddin, Reza Maulana Prayogi, dan Ni Putu Ayu Mela Selani. Untuk kategori Umum, pemenangnya yakni Mochamad Zulfikar, Saepulloh, dan Gatot Prasetyo.
Sementara itu, kategori Pelajar/Mahasiswa TikTok dimenangi Bertilla Adele Arundhuti, Chintya Salsabilla Putri, dan Rafaela Rachel Arumesti. Kategori Umum diraih I Kadek Angga Purna Yoga, Andang Ristianto, dan Putri Kirana Nur Azizah.
Para pemenang juga mendapatkan rangkaian pengalaman budaya yang difasilitasi Kementerian Kebudayaan, di antaranya tur museum bersama edukator dan exclusive sharing session bersama Bill Mohdor.
Fadli berharap pengalaman tersebut dapat memperluas wawasan para kreator sekaligus membuka ruang pertukaran ide mengenai perkembangan ekosistem kebudayaan Indonesia.
Ia juga mengajak masyarakat terus memenuhi ruang digital dengan konten-konten yang mengangkat budaya Nusantara.
“Ke depannya, diharapkan para pemenang dan masyarakat tidak berhenti membuat konten-konten budaya dan peradaban Nusantara,” ujar Fadli.
Menurut dia, kebudayaan tidak hanya menjadi bagian dari identitas bangsa, tetapi juga memiliki potensi ekonomi melalui industri budaya dan kreatif.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya dan kebudayaan adalah sumber ekonomi melalui Cultural and Creative Industry (CCI),” tuturnya.
Kementerian Kebudayaan menyatakan akan terus mendorong kegiatan serupa agar kreativitas masyarakat dalam memperkenalkan museum dan cagar budaya melalui ruang digital semakin berkembang.
Dengan demikian, museum dan cagar budaya diharapkan tidak hanya dipandang sebagai tempat penyimpanan sejarah, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan, memori kolektif, dan bagian penting dari identitas bangsa.