Shin Tae-yong Bongkar Persoalan Sepak Bola Indonesia: Bakat Melimpah, Pembinaan Jadi Kunci
PagipagiNews.com|JAKARTA– Indonesia memiliki modal besar untuk berkembang menjadi kekuatan sepak bola yang disegani. Namun, potensi itu tidak akan berkembang maksimal tanpa sistem pembinaan yang terarah, berkelanjutan, dan ditopang pelatih berkualitas sejak usia dini.
Pandangan tersebut disampaikan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, saat berbicara di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu.(25/10)
Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, persoalan sepak bola Indonesia bukan terletak pada minimnya pemain berbakat. Indonesia justru memiliki banyak talenta yang berpotensi berkembang. Tantangannya adalah bagaimana bakat tersebut ditemukan, diasah, dan dibina melalui sistem yang konsisten.
“Indonesia tidak pernah kekurangan bakat. Jika sistem seperti ini dapat dibentuk dengan baik, saya memiliki keyakinan bahwa sepak bola Indonesia dapat berkembang pesat,” ujar Shin.
Pernyataan Shin sekaligus menyoroti persoalan mendasar dalam pembangunan sepak bola nasional. Melahirkan pemain berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan bakat alamiah. Dibutuhkan proses panjang, mulai dari pembinaan teknik dasar, pemahaman taktik, pembentukan karakter, hingga kompetisi yang sesuai dengan tahapan perkembangan pemain.
Shin juga menekankan pentingnya keterlibatan para legenda sepak bola Indonesia dalam membina generasi muda. Pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki mantan pemain dinilai dapat menjadi modal berharga untuk memperkuat fondasi sepak bola nasional.
Keterlibatan para legenda tidak sekadar menghadirkan figur inspiratif bagi pemain muda. Lebih dari itu, mereka diharapkan dapat mentransfer pengalaman, pemahaman permainan, serta mentalitas kompetitif kepada generasi berikutnya.
Pesan Shin mengarah pada satu hal penting: pembenahan sepak bola Indonesia harus dimulai dari fondasi. Peningkatan kualitas pelatih usia dini menjadi salah satu pekerjaan mendesak agar pemain berbakat tidak kehilangan arah dalam proses perkembangannya.
Sebab, keberhasilan sepak bola sebuah negara tidak hanya diukur dari prestasi tim nasional atau keberhasilan meraih trofi dalam sebuah turnamen. Ukuran lainnya adalah kemampuan sistem pembinaan melahirkan pemain berkualitas secara konsisten dari generasi ke generasi.
Indonesia memiliki talenta. Tantangannya sekarang adalah memastikan setiap talenta mendapatkan kesempatan, pendampingan, dan jalur perkembangan yang tepat.
Bukan sekadar mencari pemain hebat untuk hari ini, melainkan membangun sistem yang mampu melahirkan pemain hebat pada masa mendatang.[**]