Geger Liga Jakarta U17! Farama FC Bikin Bina Mutiara Rasakan Kekalahan Perdana
PagipagiNews.com|JAKARTA– Kejutan besar terjadi pada Pekan ke-8 Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2026. Farama FC yang sebelumnya menghuni dasar klasemen sukses menjungkalkan pemuncak Grup Merah, Bina Mutiara, dengan skor dramatis 3-2.
Pertandingan yang digelar di Lapangan Sintetis Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta, Minggu (27/9/2026), berlangsung sengit sejak menit awal.
Kemenangan tersebut terasa semakin spesial bagi Farama. Pasalnya, Bina Mutiara datang dengan catatan impresif tanpa kekalahan dalam tujuh pertandingan sebelumnya.
Namun, Farama tampil tanpa gentar. Pada menit ke-16, pemain belakang Ramadan Hasan membuka keunggulan Farama FC.
Bina Mutiara langsung merespons. Kapten Arfrel Rezki Saputra mencetak gol pada menit ke-22 sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.
Pertandingan semakin panas. Farama kembali memimpin pada menit ke-37 melalui Revan Matthew Dalenoh. Gol tersebut lahir dari kemelut di depan gawang Bina Mutiara setelah situasi tendangan sudut.
Memasuki babak kedua, Farama FC semakin percaya diri. Pemain pengganti Muhammad Hikmal memperlebar keunggulan menjadi 3-1 pada menit ke-57.
Bina Mutiara belum menyerah. Junior Ale Siyanto memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 pada menit ke-62 lewat tendangan bebas kaki kiri yang dilepaskan dengan apik.
Gol tersebut membuat laga semakin menegangkan. Bina Mutiara terus berupaya mengejar gol penyama kedudukan.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan, Farama mampu mempertahankan keunggulan. Skor 3-2 bertahan dan Bina Mutiara akhirnya merasakan kekalahan pertamanya musim ini.
Dari Juru Kunci, Farama Naik ke Posisi Keenam
Tiga poin tersebut menjadi suntikan besar bagi Farama FC.
Sebelumnya, Farama sempat terkena sanksi pengurangan tiga poin setelah mengalami kekalahan Walk Out (WO). Kini, tambahan tiga angka membuat mereka meninggalkan dasar klasemen dan naik ke posisi keenam dengan koleksi tujuh poin.
Sementara Bina Mutiara memang masih kokoh di puncak Grup Merah dengan 21 poin. Namun, catatan sempurna mereka akhirnya ternoda setelah delapan pertandingan.
Kemenangan Farama FC menjadi luapan kegembiraan sekaligus simbol keberhasilan Farama membalas kekalahan pada putaran pertama.
Saat itu Farama harus mengakui keunggulan Bina Mutiara dengan skor tipis 0-1.
Pelatih Farama FC, Hilman Akbar, menyebut kemenangan tersebut merupakan buah kerja keras pemain yang ingin bangkit pada putaran kedua.
“Kemenangan ini berkat kerja keras para pemain yang memang ingin bangkit di Putaran 2,” kata Hilman.
Ia menjelaskan terdapat perubahan komposisi pemain dibandingkan putaran pertama.
“Di putaran pertama lalu kami banyak menurunkan pemain kelahiran 2010, sedangkan sekarang hampir 80 persen pemain kelahiran 2009,” ujarnya.
Hilman mengakui skuadnya masih membutuhkan waktu untuk benar-benar padu. Namun, ia menyebut keberuntungan juga ikut berpihak kepada Farama dalam pertandingan tersebut.
“Mereka sebenarnya masih butuh adaptasi dan belum 100 persen padu, tapi kemenangan hari ini juga tak lepas dari keberuntungan yang berpihak pada kami,” tuturnya.

Bina Mutiara Diminta Tak Larut
Di kubu Bina Mutiara, pelatih Rizki Nurpirdaus meminta anak asuhnya tidak larut dalam kekecewaan.
Rizki mengakui timnya melakukan sejumlah kesalahan dalam pertandingan. Kondisi tersebut diperberat dengan absennya tiga pemain penting.
Fawwaz Asyril Binakit tidak tampil karena sakit. Sementara Haidar Patin tengah fokus bersama EPA Persikad Depok U-18 dan Muhammad Feroz Rahman berkonsentrasi menghadapi Porprov Bekasi.
“Satu kali kalah dari delapan kali tanding bukan hasil yang buruk. Saya minta para pemain tidak usah sedih,” ujar Rizki.
Menurutnya, kekalahan tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
“Kekalahan pertama ini justru harus menjadi motivasi bagi kami untuk tampil lebih baik lagi di sisa enam pertandingan ke depan,” tegasnya.[]Foto : Prass