FORZA, Ketika Mimpi Anak Bali Menembus Lapangan AC Milan
PagipagiNews.com|JAKARTA— Dari gang-gang sederhana di Bali menuju gemerlap sepak bola Italia, sebuah perjalanan penuh harapan segera hadir lewat film FORZA.
RIVA Studios bekerja sama dengan Adhya Pictures memperkenalkan teaser trailer film drama keluarga tersebut pada 21 Agustus 2026. Disutradarai dan ditulis Marco Balsamo, FORZA mengikuti perjalanan Bima, anak 11 tahun yang menggantungkan harapan masa depannya pada sepak bola.
Bima, yang diperankan Ghazi Alhabsyi, memiliki satu tekad: menjadi pesepak bola profesional. Namun, di balik ambisi itu tersimpan alasan yang jauh lebih besar. Ia ingin membantu keluarganya keluar dari kemiskinan.
Kesempatan datang melalui pertemuannya dengan Marco Cagliostro, pemain profesional yang berada di penghujung karier. Dari sinilah pintu menuju Italia terbuka. Bima mendapat kesempatan mengikuti seleksi di akademi muda AC Milan.
Tetapi mimpi besar selalu datang bersama ujian. Bima harus berhadapan dengan keterbatasan ekonomi, tekanan lingkungan, serta ketidakpastian tentang masa depannya. Dalam perjalanan tersebut, keluarga menjadi tempat ia kembali sekaligus alasan untuk terus melangkah.
Dengan pengambilan gambar di Indonesia dan Italia, FORZA berusaha mempertemukan dua dunia: kehangatan keluarga dan kehidupan sederhana di Bali dengan atmosfer sepak bola profesional Eropa.
Film ini dibintangi Atiqah Hasiholan, Yoriko Angeline, Arie Kriting, Tio Pakusadewo, Rifnu Wikana, Oka Antara, dan Ruth Marini. Alessandro Costacurta, mantan pemain AC Milan dan tim nasional Italia, juga ikut ambil bagian.

Marco Balsamo mengatakan mimpi Bima sesungguhnya melampaui sepak bola. Sepak bola hanyalah pintu yang ia pilih untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.
Di tangan RIVA Studios dan Adhya Pictures, FORZA pun hadir bukan sekadar sebagai film olahraga. Ia menjadi kisah tentang keberanian seorang anak untuk memelihara harapan, bahkan ketika keadaan belum berpihak.
FORZA dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia, dengan penayangan internasional mulai awal 2027. Dari Bali ke Italia, perjalanan Bima membawa satu pesan sederhana: mimpi boleh lahir dari tempat yang kecil, tetapi tidak pernah memiliki batas untuk menjadi besar.