Fadli Zon: Pemajuan Kebudayaan Jadi Bagian Penting Pembangunan Bangsa
PagipagiNews.com|JAKARTA— Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan merupakan amanat konstitusi sekaligus bagian penting dalam pembangunan bangsa dan negara.
Hal itu disampaikan Fadli Zon saat menerima Detik Sumatra Awards sebagai penerima Anugerah Figur Akselerator Kemajuan Kategori Penjaga Pusaka dan Memori Kolektif Sumatera, di Hotel Trans Jakarta, Cibubur, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Fadli mengingatkan bahwa pemajuan kebudayaan merupakan tanggung jawab bersama sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945.
Menurut dia, kebudayaan harus ditempatkan sebagai salah satu landasan penting dalam pembangunan bangsa. Budaya dan peradaban Indonesia, termasuk yang tumbuh dan berkembang di Sumatera, merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang harus dijaga sekaligus dikembangkan.
Fadli mengatakan penghargaan yang diterimanya tidak semata-mata ditujukan kepada dirinya. Anugerah tersebut, kata dia, merupakan bentuk penghormatan kepada para pejuang kebudayaan di Sumatera.
Termasuk di dalamnya para pegiat kebudayaan yang terdampak musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
«“Anugerah ini saya persembahkan untuk para pejuang kebudayaan di Sumatera yang kemarin mendapat musibah. Luar biasa peninggalan-peninggalan yang ada di Sumatera dan juga di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia, yang harus kita jaga bersama dan kita kembangkan.”»
Bukan Sekadar Identitas
Fadli juga menyampaikan apresiasi kepada Detik Sumatra Awards yang memberikan penghargaan atas upaya menjaga pusaka dan memori kolektif bangsa, khususnya di Sumatera.
Ia menilai upaya pelestarian kebudayaan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan kewajiban seluruh pihak.
“Ini sebenarnya merupakan kewajiban kita bersama, apalagi di Kementerian Kebudayaan yang merupakan kementerian baru,” ujar Fadli.
Menurut Fadli, pembentukan Kementerian Kebudayaan sebagai lembaga tersendiri merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sekaligus mempercepat pemajuan kebudayaan Indonesia.
Ia berharap kecintaan terhadap budaya tidak berhenti pada upaya mempertahankan identitas dan jati diri bangsa.
Lebih dari itu, kebudayaan perlu dijaga kesinambungan dan keberlangsungannya agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Fadli juga melihat kebudayaan memiliki potensi ekonomi yang besar. Pengembangan ekonomi budaya, menurut dia, pada akhirnya dapat mendorong tumbuhnya industri budaya di Indonesia.
“Selain menjaga memori kolektif bangsa, kita juga berharap bahwa kecintaan kepada budaya kita ini tidak berhenti pada identitas atau jati diri saja, tetapi juga pelestarian, kesinambungan, dan kelangsungannya yang juga akan menjadi bagian dari generasi penerus bangsa. Termasuk untuk ekonomi budaya, bahkan ke depan bisa menjadi industri budaya,” kata Fadli.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Ketua CT Corp Chairul Tanjung, serta Staf Khusus Menteri Bidang Media dan Komunikasi Publik Muhammad Asrian Mirza.