Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Sport/Emas di Tengah Cedera, Subhan/Rina Bangkit dari Trauma Paris di Asian Para Games 2026
Sport

Emas di Tengah Cedera, Subhan/Rina Bangkit dari Trauma Paris di Asian Para Games 2026

By admin
October 23, 2026 3 Min Read
0

PagipagiNews.com|Nagoya – Mentalitas juara mengantarkan Subhan/Rina Marlina mempertahankan medali emas ganda campuran para bulu tangkis klasifikasi SH6 pada Asian Para Games 2026. Di tengah cedera yang belum pulih dan trauma kekalahan di Paralimpiade Paris 2024, pasangan Indonesia itu membuktikan bahwa keyakinan dan pantang menyerah menjadi kunci meraih kemenangan.

Bertanding di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jumat (23/10/2026), Subhan/Rina menaklukkan pasangan China, Lin Shuangbao/Zeng Qingtao, melalui pertarungan tiga gim yang menguras tenaga. Mereka menang dengan skor 21-16, 11-21, 21-15 dalam laga berdurasi 1 jam 13 menit.

Kemenangan tersebut sekaligus mempertahankan gelar yang mereka raih pada Asian Para Games Hangzhou 2022.

Namun, perjuangan Rina tidaklah mudah. Sebulan sebelum keberangkatan ke Nagoya, ia mengalami cedera paha belakang yang membuat kakinya sulit ditekuk. Berbagai terapi telah dijalani, tetapi kondisinya belum pulih sepenuhnya ketika harus menghadapi partai final.

Tantangan fisik itu semakin berat karena Rina juga tampil di tiga nomor pertandingan. Sebagai atlet dengan disabilitas tulang, ia mengakui tubuhnya rentan mengalami cedera.

“Sempat ragu sih, karena dengan keadaan yang seperti ini campur aduk. Harus fokus di permainan, dan harus fokus dulu gimana kakinya, imbanginnya. Dan Alhamdulillah kami bisa keluar dari tekanan itu,” ujar Rina seusai pertandingan.

Bukan hanya kondisi fisik yang menjadi tantangan. Kekalahan dari pasangan China pada semifinal Paralimpiade Paris 2024 masih menyisakan trauma bagi mereka. Pengalaman tersebut sempat memunculkan ketegangan ketika kembali berhadapan dengan lawan dari Negeri Tirai Bambu.

Terlebih, Lin Shuangbao/Zeng Qingtao bukan pasangan asing. Subhan/Rina pernah kalah dari mereka di semifinal Kejuaraan Dunia sebelum mampu membalasnya pada fase grup Asian Para Games 2026.

Rina menilai lawan mereka kini tampil lebih solid dan mampu membaca pola permainan Indonesia dengan lebih baik.

Bangkit setelah kehilangan gim kedua

Ketegangan final semakin terasa ketika Subhan/Rina kehilangan gim kedua dengan skor telak 11-21, setelah merebut gim pembuka 21-16.

Dalam situasi tersebut, dukungan penonton Indonesia di tribun menjadi suntikan semangat untuk bangkit. Subhan/Rina kembali menemukan permainan terbaiknya dan menutup gim penentuan dengan kemenangan 21-15.

Pertandingan berlangsung ketat. Indonesia mengumpulkan 53 poin, hanya unggul satu poin dari China yang meraih 52 poin. Rata-rata reli mencapai 39 detik, dengan reli terpanjang berlangsung selama 106 detik.

Rina mengakui dukungan suporter berperan besar dalam menjaga semangat mereka ketika kepercayaan diri sempat menurun.

“Set kedua sudah kalah, sudah nge-down, bisa bangkit lagi dari teriakan-teriakan penonton yang ada di sini. Terima kasih banget,” katanya.

Bagi Rina, kunci kemenangan pada gim penentuan adalah saling percaya dan menjaga fokus hingga pertandingan berakhir.

“Kami berdua tetap yakin, tetap fokus. Intinya yakin aja kalau kami masih bisa mempertahankan medali emas kami,” tegasnya.

Sebagai juara bertahan, Subhan/Rina menyadari adanya tekanan untuk kembali meraih emas. Namun, mereka memilih menikmati pertandingan dan berkonsentrasi memberikan penampilan terbaik tanpa terlalu terbebani hasil akhir.

“Kami yakin kalau kami masih bisa mempertahankan juara kami waktu di Hangzhou dan Alhamdulillah semuanya itu terjawab,” ujar Rina.

Tiga medali dan target Los Angeles 2028

Emas di Nagoya menjadi pencapaian istimewa bagi Rina. Meski harus bertanding dengan kondisi cedera, ia berhasil membawa pulang tiga medali dari Asian Para Games 2026.

Selain emas ganda campuran bersama Subhan, Rina meraih medali perak ganda putri SH6 bersama Apriliyana Sulistyawati serta perunggu tunggal putri SH6.

Rina dan Subhan pun memiliki persembahan khusus atas keberhasilan tersebut. Keduanya kompak menyebut ibu sebagai sosok yang selalu memberikan doa dan dukungan dalam perjalanan karier mereka.

“Saya nggak bisa berkata-kata. Intinya medali emas ini saya persembahkan buat warga negara Indonesia, terus paling utama buat ibu saya,” tutur Rina.

Subhan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarganya, terutama sang ibu yang selalu mendoakan setiap langkahnya.

Keberhasilan mempertahankan emas di Nagoya kini menjadi modal penting bagi Subhan/Rina untuk menatap Paralimpiade Los Angeles 2028. Mereka membawa ambisi untuk bangkit dan membayar kekalahan di Paris.

“Bismillah, semoga tidak dikasih cedera, dikasih kesehatan terus sampai Paralimpiade 2028 nanti. Karena kami masih ada utang di Paralimpiade kemarin. Di Paris kami kalah sama Cina. Mudah-mudahan ini menjadi modal untuk kami bisa bangkit lagi,” kata Rina.

Dari Nagoya, Subhan/Rina membawa pulang lebih dari sekadar medali emas. Mereka juga membuktikan bahwa menghadapi keterbatasan fisik, tekanan sebagai juara bertahan, dan trauma masa lalu membutuhkan keberanian untuk terus percaya pada kemampuan diri sendiri.[**]Foto : Istimewa.

Tags:

AsianParaGames2026IndonesiaJuaraPagipagiNewsParaBuluTangkisSubhanRinaMarlina
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Revitalisasi Galeri Nasional Dimulai, Fadli Zon: Jadi Etalase Peradaban Indonesia

Next

Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut, Aparat Sita Barang Bukti Ditaksir Rp1,85 Triliun

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • 37 Ribu Pelari dari 48 Negara Ramaikan Jakarta Running Festival 2026, MRT Beroperasi Pukul 03.00 WIB
  • Bernardus Raka Angkat Ketakutan dalam Hubungan Lewat Film Pendek Cerita Seperjalanan
  • Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut, Aparat Sita Barang Bukti Ditaksir Rp1,85 Triliun
  • Emas di Tengah Cedera, Subhan/Rina Bangkit dari Trauma Paris di Asian Para Games 2026
  • Revitalisasi Galeri Nasional Dimulai, Fadli Zon: Jadi Etalase Peradaban Indonesia

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • 37 Ribu Pelari dari 48 Negara Ramaikan Jakarta Running Festival 2026, MRT Beroperasi Pukul 03.00 WIB
    by admin
    October 23, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Welcome to the ultimate source for fresh perspectives! Explore curated content to enlighten, entertain and engage global readers.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Yura Yunita kembali menghadirkan karya musik yang tidak… Read more: Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
  • Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
    PagipagiNews.com|JAKARTA— Dua musisi sekaligus pencipta lagu perempuan, Yura Yunita dan… Read more: Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
  • Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengajak suporter Persija… Read more: Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik

Pages

Contact

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b