Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Infotainment/Detania, Ketika Hip Hop Mengetuk Pintu Film Horor
Infotainment

Detania, Ketika Hip Hop Mengetuk Pintu Film Horor

By admin
August 14, 2026 2 Min Read
0

PagipagiNews.com — Musik dan film horor mungkin berangkat dari dunia yang berbeda. Namun, keduanya memiliki satu persamaan: sama-sama pandai memainkan suasana. Musik bisa membuat jantung berdebar, sementara film horor mengajak penonton menebak-nebak apa yang akan muncul di balik gelap.

Ruang pertemuan itu pula yang membawa duo penyanyi Detania ke sebuah festival film horor. Bukan sekadar tampil sebagai bintang tamu, duo yang mengusung warna hip hop tersebut juga ikut membuka diskusi mengenai perkembangan film horor Indonesia.

Bagi Detania, kehadiran di tengah perbincangan perfilman menjadi pengalaman yang menarik. Apalagi, mereka melihat peluang kolaborasi antara musik dan film masih terbuka lebar.

Detania sendiri tergolong pendatang baru dalam perjalanan musik. Keduanya tengah menyiapkan sejumlah karya setelah merilis beberapa lagu. Harapannya sederhana, tetapi tidak kecil: musik mereka semakin dikenal dan menemukan pendengarnya.

Di balik nama Detania, ada dua pribadi dengan latar yang berbeda. Deta menyebut dirinya memiliki darah keturunan Timur, sementara Andri berasal dari Sukabumi. Perbedaan latar tersebut justru tidak menjadi jarak. Sebaliknya, ia menjadi warna yang memperkaya karakter musik mereka.

Bagi keduanya, musik juga tidak lahir dari ruang kosong. Pengalaman hidup menjadi salah satu sumber inspirasi. Kisah percintaan, misalnya, bisa berangkat dari pengalaman jatuh cinta hingga cerita ketika seseorang harus menerima kenyataan ditinggalkan.

Pengalaman-pengalaman semacam itu kemudian diolah menjadi lagu. Di tangan Detania, kisah personal tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi dapat berubah menjadi bunyi, lirik, dan cerita yang mungkin saja menemukan pengalaman serupa dalam diri pendengarnya.

Kini, Detania mulai melirik ruang yang lebih luas. Industri film menjadi salah satu pintu yang ingin mereka jajaki. Soundtrack film horor bahkan menjadi kemungkinan yang cukup menggoda.

“Harapannya film horor Indonesia semakin maju dan mudah-mudahan lagu kami bisa dipakai sebagai soundtrack,” ujar salah satu personel Detania.

Keinginan itu bukan tanpa alasan. Bagi Detania, musik memiliki peran penting dalam membangun atmosfer sebuah film. Sebuah melodi dapat mempertebal ketegangan, sementara lirik tertentu bisa meninggalkan gema setelah layar berhenti menyala.

Di titik itulah Detania melihat kemungkinan kolaborasi antara musik dan film. Mereka tidak sekadar ingin menjadi pengisi suara, tetapi berharap suatu saat dapat menjadi bagian dari cerita yang dibangun sebuah film melalui soundtrack.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Detania untuk memperkenalkan karya mereka kepada khalayak yang lebih luas. Tidak hanya di Indonesia, duo ini menyimpan harapan agar musik mereka kelak dapat menyeberangi batas geografis dan diterima di tingkat internasional.

“Kami berharap bisa membuat musik yang diterima masyarakat Indonesia, terus berkembang dan mudah-mudahan bisa sampai ke tingkat internasional,” kata mereka.

Festival film horor itu, dengan demikian, boleh jadi bukan sekadar persinggahan bagi Detania. Dari ruang yang membicarakan film-film penuh ketegangan itu, mereka menemukan kemungkinan baru: musik sebagai jembatan menuju layar lebar.

Siapa tahu, suatu hari nanti, ketika lampu bioskop dipadamkan dan adegan pertama film horor mulai bergulir, suara Detania justru menjadi musik yang mengantar penonton memasuki dunia penuh misteri tersebut.

Tags:

DetaniaFilmHororIndonesiaHipHopIndonesiaMusikIndonesiaSoundtrackFilm
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Mencari Jalan Pulang Sinema Horor di Rumah Sendiri

Next

Panglima TNI Hadiri Peluncuran Motor Listrik Nasional oleh Presiden Prabowo

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Agustusan di Kemenpora, Merawat Kebersamaan dari Arena Perlombaan
  • Royalti Naik, Karya Musik Makin Berarti: WAMI Salurkan Rp45 Miliar
  • Jangan Biarkan Lagu Menganggur, Aji LMKN Ajak Musisi Rajin Daftarkan Karya
  • Eddie Karsito : Menapak Jejak Budaya, Menemukan Kembali Roh Cerita di Balik Layar
  • Panglima TNI Hadiri Peluncuran Motor Listrik Nasional oleh Presiden Prabowo

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Agustusan di Kemenpora, Merawat Kebersamaan dari Arena Perlombaan
    by admin
    August 14, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b