Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Lifestyle/Jangan Biarkan Lagu Menganggur, Aji LMKN Ajak Musisi Rajin Daftarkan Karya
Lifestyle

Jangan Biarkan Lagu Menganggur, Aji LMKN Ajak Musisi Rajin Daftarkan Karya

By admin
August 14, 2026 3 Min Read
0

PagipagiNews.com — Sebuah lagu tidak cukup hanya diciptakan dan dinyanyikan. Di balik karya yang terdengar di panggung, kafe, atau ruang publik, ada hak ekonomi pencipta dan pemilik hak terkait yang perlu dicatat dan diperjuangkan.

Pesan itulah yang disampaikan Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) Aji Mirza Hakim Ferdinand kepada para pencipta lagu dan musisi daerah dalam Sharing Corner di Semarang, akhir Juli lalu.

Musisi yang akrab disapa Icha Jikuistik itu mengingatkan pencipta lagu agar tidak membiarkan karya mereka “menganggur” secara administratif.

“Kalau punya karya, daftarkan,” kata Aji.

Menurut dia, pencatatan tidak hanya dilakukan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), tetapi juga dengan mendaftarkan karya ke Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).

Langkah tersebut penting agar data karya, pencipta, dan pemilik hak tercatat sehingga hak ekonomi dapat diperjuangkan ketika lagu digunakan secara komersial.

Menariknya, ajakan itu lahir dari pengalaman pribadi Aji. Pada awal Jikuistik memasuki industri musik, sekitar satu atau dua tahun, ia justru belum terlalu peduli dengan LMK.

Saat itu, gitaris Sheila on 7, Eross Candra, pernah menyarankan agar lagu-lagunya didaftarkan ke LMK.

Aji sempat bertanya, untuk apa?

Eross menjelaskan bahwa pendaftaran berkaitan dengan hak pertunjukan dan royalti ketika karya digunakan dalam pertunjukan.

Namun, Aji ketika itu berpikir royalti sudah diterimanya melalui label.

Eross kemudian menjelaskan bahwa royalti dari label berbeda dengan hak pertunjukan.

Penjelasan tersebut belum langsung membuat Aji tertarik. Ia bahkan sempat mempertanyakan transparansi penggunaan dan pengumpulan royalti.

“Kapan lagu diputar? Berapa kali? Di mana saja? Kan nggak jelas. Jadi untuk apa kita kasih duit ke LMK,” kenangnya.

Pikiran serupa, kata Aji, bukan hanya muncul dalam dirinya. Banyak musisi juga mempertanyakan hal yang sama.

Sampai akhirnya ia kembali berbicara dengan Eross.

“Ngapain ikut-ikutan gabung LMK?” tanya Aji.

Jawaban Eross sederhana.

“Daripada tidak dapat?”

Kalimat singkat itu justru membuat Aji berpikir ulang. Jika lagu tidak didaftarkan tetapi tetap digunakan dan royalti tetap dikumpulkan, lalu ke mana uang tersebut?

Menurut Aji, royalti yang belum dapat didistribusikan kepada pemilik hak dapat masuk kategori unclaimed royalty atau royalti yang belum diklaim.

“Daripada nggak dapat, toh kalaupun kita nggak daftarkan lagu-lagu kita ke LMK, tetap dikoleksi juga. Lalu duitnya ke mana? Ya pasti masuknya ke unclaimed royalty,” ujarnya.

Ia akhirnya memutuskan bergabung dengan LMK. Bertahun-tahun kemudian, keputusan tersebut justru ia rasakan manfaatnya.

“Sampai bertahun-tahun kemudian, saya baru merasakan, ternyata langkah saya benar dengan bergabung ke LMK,” kata Aji.

Lagu Harus Digunakan

Aji juga mengapresiasi Peraturan Menteri Hukum Nomor 27 Tahun 2025 yang, menurut dia, menegaskan bahwa hak pertunjukan harus berkaitan dengan penggunaan lagu.

Dengan demikian, jumlah lagu yang dimiliki seorang pencipta tidak otomatis menentukan besarnya royalti.

“Kalau kita punya lagu yang banyak tapi tidak digunakan, ya kita nggak bisa apa-apa,” ujarnya.

Ia mengibaratkan karya musik seperti barang di sebuah toko. Sebanyak apa pun barang yang tersedia, hasilnya tetap bergantung pada ada atau tidaknya pembeli.

Begitu pula dengan lagu. Memiliki 100 lagu tidak serta-merta berarti royalti yang diterima akan besar jika lagu-lagu tersebut tidak digunakan.

Pemahaman itulah yang menurut Aji masih perlu diperbaiki di kalangan pencipta dan musisi.

Karena itu, ia mengajak musisi, terutama di daerah, tidak perlu menunggu lagu terkenal untuk mendaftarkan karya.

Tidak perlu pula menunggu lagu dibawakan banyak orang.

“Daftarkan dulu,” katanya.

Ketika karya kemudian digunakan dalam pertunjukan dan penyelenggara memenuhi kewajiban pembayaran royalti, pencipta dan pemilik hak terkait memiliki peluang memperoleh hak ekonominya.

Aji juga mendorong musisi untuk lebih sering membawakan karya sendiri ketika tampil di kafe, panggung pertunjukan, maupun tempat lainnya.

Menurut dia, musisi daerah memiliki ruang yang besar untuk memperkenalkan karya sendiri. Ia mencontohkan musisi jazz lokal yang tidak harus selalu mengandalkan lagu orang lain ketika tampil di kafe.

“Kenapa tidak membawakan lagu sendiri?” ujarnya.

Selanjutnya, kewajiban berada pada pemilik tempat usaha, penyelenggara acara, maupun promotor untuk menjalankan ketentuan pembayaran royalti sesuai aturan.

“Senangnya Minta Ampun”

Keyakinan Aji semakin kuat setelah merasakan sendiri royalti dari hak pertunjukan.

Ia masih mengingat perasaan ketika pertama kali menerima royalti tersebut.

“Senangnya minta ampun,” katanya.

Selama ini, ia lebih banyak menerima royalti dari sisi mekanikal melalui label. Ketika hak pertunjukan mulai memberikan hasil, pengalaman itu terasa berbeda.

Kini, sebagai Komisioner LMKN, ia ingin pengalaman serupa dapat dirasakan lebih banyak pencipta lagu dan musisi, termasuk mereka yang berkarya dari daerah.

Pesannya sederhana: terus menciptakan, mencatatkan, dan membawakan karya sendiri.

“Jadi buatlah lagu sebanyak-banyaknya. Tentunya lagu yang bisa dimonetisasi, agar banyak juga yang membawakan lagu kita,” pungkas Aji.

Tags:

ErosSheilaon7KaryamusikLMKNRoyaltiMusik
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Eddie Karsito : Menapak Jejak Budaya, Menemukan Kembali Roh Cerita di Balik Layar

Next

Royalti Naik, Karya Musik Makin Berarti: WAMI Salurkan Rp45 Miliar

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Agustusan di Kemenpora, Merawat Kebersamaan dari Arena Perlombaan
  • Royalti Naik, Karya Musik Makin Berarti: WAMI Salurkan Rp45 Miliar
  • Jangan Biarkan Lagu Menganggur, Aji LMKN Ajak Musisi Rajin Daftarkan Karya
  • Eddie Karsito : Menapak Jejak Budaya, Menemukan Kembali Roh Cerita di Balik Layar
  • Panglima TNI Hadiri Peluncuran Motor Listrik Nasional oleh Presiden Prabowo

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Agustusan di Kemenpora, Merawat Kebersamaan dari Arena Perlombaan
    by admin
    August 14, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b