Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Lifestyle/Abah Iwan Abdulrachman Berbagi Cerita Lewat “Musik Api Unggun”
Lifestyle

Abah Iwan Abdulrachman Berbagi Cerita Lewat “Musik Api Unggun”

By admin
October 8, 2026 4 Min Read
0

PagipagiNews.com|JAKARTA — Lagu bagi Ir. Ridwan Armansyah atau yang lebih dikenal sebagai Iwan Abdulrachman bukan sekadar rangkaian nada dan lirik. Di balik setiap gubahan, tersimpan perjalanan, pengalaman, alam, persahabatan, dan kecintaan terhadap Indonesia.

Pada usia yang telah melewati tujuh dekade, Abah Iwan begitu ia akrab disapa masih memilih cara yang sederhana untuk berjumpa dengan pendengarnya: bernyanyi, berhenti sejenak, bercerita, kemudian kembali bernyanyi.

Format itulah yang dihadirkan dalam pertunjukan “Musik Api Unggun” dalam sebuah perjumpaan intim bersama Abah Iwan Abdulrachman di DSS Studio, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Bagi Abah Iwan, suasana seperti itu bukan sesuatu yang baru. Sejak lama, musiknya tumbuh dari perjalanan di alam terbuka. Di tengah pendakian gunung dan penjelajahan hutan, lagu-lagu dilantunkan mengitari api unggun. Musik kemudian menjadi ruang untuk berbagi cerita dan pengalaman.

Lahir di Sumedang, Jawa Barat, 3 September 1947, Abah Iwan dikenal sebagai musisi, komposer, penyanyi, pesilat, pelatih tentara, sekaligus salah satu pendiri Wanadri, Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, yang didirikan di Bandung pada 16 Mei 1964.

Kecintaannya terhadap alam berjalan beriringan dengan perjalanan bermusiknya. Ia tercatat pernah bergabung dengan Nada Melody (1958-1961), Aneka Nada (1961-1963), dan Aneka Nada Junior (1964). Pada 1970, ia mendirikan Grup Pencinta Lagu (GPL).

Ratusan lagu telah lahir dari perjalanan panjangnya. Sebagian kemudian dikenal luas setelah dinyanyikan oleh sejumlah penyanyi dan grup musik, termasuk Bimbo dan Vina Panduwinata.

Dalam “Musik Api Unggun”, Abah Iwan kembali membawakan sejumlah gubahannya, antara lain “Sejuta Kabut”, “Tajam Tak Bertepi”, “Bulan Merah”, “Melati dari Jayagiri”, “Flamboyant”, “Burung Camar”, “Bunga Putih Bunga Ungu”, “Detik Hidup”, “Mentari”, serta “Bagimu Indonesiaku”.

Lagu-lagu tersebut hanyalah sebagian kecil dari perjalanan kreatif seorang Abah Iwan.

Menariknya, ia tidak sekadar menyanyikan lagu dari awal hingga akhir. Di sela-sela lagu, Abah Iwan mengajak penonton berbincang. Cerita tentang pengalaman, perjalanan, alam, hingga proses lahirnya sebuah lagu menjadi bagian dari pertunjukan.

Karakter tersebut menjadi kekuatan utama “Musik Api Unggun”.

Ketua panitia, Berlin TR Hasan, mengatakan gagasan pertunjukan berawal dari pertemuan sejumlah sahabat, termasuk Abah Iwan dan Dimas Wahab. Keduanya telah lama berkawan dan pernah bermain musik bersama di Bandung.

Dari pertemuan dan percakapan sederhana itulah muncul gagasan untuk kembali mempertemukan Abah Iwan dengan lagu-lagunya dalam suasana yang lebih intim.

“Selama ini, musik Abah Iwan memang lekat dengan suasana alam. Lagu-lagunya kerap dinyanyikan di gunung, di sekitar api unggun, dengan format yang sederhana: bernyanyi, bercerita, kemudian kembali bernyanyi,” ujar Berlin.

Menurut dia, pertunjukan tersebut bukan sekadar konser musik. Ada cerita mengenai pengalaman hidup dan proses lahirnya sebuah lagu.

Format yang selama ini berlangsung secara natural di alam kemudian dibawa ke Jakarta dengan dukungan tata suara dan akustik yang lebih terkontrol dari Donny Hardono dan DSS Sound.

Namun, menurut Berlin, perpindahan ruang tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah karakter musik Abah Iwan.

“Bukan berarti membawa musik Abah Iwan ke studio atau panggung kemudian mengubah karakter aslinya,” katanya.

Sutradara “Musik Api Unggun”, Aat Soeratin, melihat ada keunikan lain dari proses kreatif Abah Iwan.

Menurut Aat, ada melodi yang bahkan tersimpan selama puluhan tahun sebelum akhirnya menemukan syair dan menjadi sebuah lagu.

Abah Iwan pun, kata dia, tidak menyebut karya-karyanya sebagai “ciptaan”, melainkan “gubahan”.

Bagi Abah Iwan, nada dan lirik seolah sudah tersedia di mana-mana. Ia hanya menggubah dan menyusunnya melalui proses internalisasi pengalaman hidup.

Karena itu, hampir setiap lagu memiliki cerita yang dapat dibagikan kepada pendengar.

Aat menilai format tersebut memiliki kedekatan dengan tradisi seni tutur, termasuk tradisi pantun dalam budaya Sunda. Seseorang bernyanyi, berhenti untuk bercerita, lalu kembali bernyanyi.

“Musik Api Unggun” pun menjadi semacam ruang perjumpaan antara lagu, cerita, dan pengalaman hidup.

Musik, Alam, dan Indonesia

Dukungan terhadap pertunjukan tersebut juga datang dari promotor musik senior Harry Koko Santoso dan Ais Suhana.

Harry Koko melihat karya Abah Iwan sebagai bagian dari perjalanan panjang musik Indonesia. Lagu-lagunya tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga pernah dinyanyikan oleh grup besar seperti Bimbo.

Menurut Harry, musik Abah Iwan memiliki nilai yang jauh melampaui fungsi hiburan.

“Sejarah panjang musik Indonesia itu bukan hanya sekadar hiburan. Karena musik juga menginspirasi generasi ke generasi,” ujar Harry Koko.

Ia menilai sejumlah karya Abah Iwan juga menyuarakan kecintaan terhadap Indonesia, terutama melalui tema alam dan lingkungan.

“Kenapa alam dan Indonesia itu harus kita perhatikan? Karena sekarang kita lihat saja, hutan kita habis, tambang kita menyusut,” katanya.

Harry mencontohkan lagu “Melati dari Jayagiri” dan “Flamboyant” sebagai karya yang memperlihatkan kedekatan Abah Iwan dengan alam.

Sementara itu, Ais Suhana mengaku telah mengagumi Abah Iwan sejak masih kuliah.

Menurut Ais, Abah Iwan merupakan sosok yang konsisten menjaga kecintaan terhadap alam sekaligus terus berkarya melalui musik.

“Sampai saat ini saya menganggap Abah Iwan ini orang yang konsisten melestarikan hutan maupun berdendang dengan lagu-lagu karya kelompok yang Nusantara,” ujar Ais.

Bagi Ais, konsistensi tersebut menjadi alasan tersendiri untuk menghormati Abah Iwan.

Perjumpaan di DSS Studio malam itu akhirnya bukan hanya tentang menyanyikan kembali lagu-lagu lama.

Ia menjadi ruang untuk mengingat bahwa musik dapat menjadi cara sederhana untuk menyimpan perjalanan hidup, merawat ingatan, sekaligus menyampaikan kecintaan kepada alam dan Indonesia.

Berlin TR Hasan berharap format perjumpaan yang intim tersebut dapat terus digelar.

Ia ingin “Musik Api Unggun” bukan hanya menjadi sebuah pertunjukan, tetapi juga menghadirkan suasana sejuk dan ruang perjumpaan bagi masyarakat untuk kembali mendengarkan lagu, cerita, dan pengalaman dari seorang Abah Iwan Abdulrachman.[]

Tags:

AbahIwanAbdulrachmanIwanAbdulrachmanMelatiDariJayagiriMusikApiUnggunMusikIndonesia
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Jutaan Konten Judi Online Ditindak, Meutya Hafid: Ukuran Keberhasilan Harus Diubah

Next

Empat Musim Pertiwi Tayang Hari Ini, Kamila Andini Bawa Drama, UFO hingga Misteri Bromo ke Layar Lebar

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Belum Masuk Bioskop, GJLS Berapi-Api Sudah Bikin Heboh! Tiket Pemutaran Festival Sold Out
  • Mandalika Ride Out, Perjalanan 1.400 Kilometer yang Berujung di Sirkuit MotoGP
  • Ketua Presidium TPC Eddy Herwani: Polemik Ijazah Jokowi dan Gibran Harus Jadi Momentum Perbaikan Sistem Pencalonan
  • Sapu Bersih Tiga Laga, Timnas Putri U-17 Indonesia Amankan Tiket ke China
  • Empat Musim Pertiwi Tuai Pujian, Putri Marino Ungkap Pelajaran tentang Kekuatan Perempuan

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Belum Masuk Bioskop, GJLS Berapi-Api Sudah Bikin Heboh! Tiket Pemutaran Festival Sold Out
    by admin
    October 12, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Welcome to the ultimate source for fresh perspectives! Explore curated content to enlighten, entertain and engage global readers.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Yura Yunita kembali menghadirkan karya musik yang tidak… Read more: Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
  • Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
    PagipagiNews.com|JAKARTA— Dua musisi sekaligus pencipta lagu perempuan, Yura Yunita dan… Read more: Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
  • Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengajak suporter Persija… Read more: Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik

Pages

Contact

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b