Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Nasional/Survei Unisba: 70,7 Persen Responden Pilih Kental Manis karena Murah, Persepsi Susu Masih Melekat
Nasional

Survei Unisba: 70,7 Persen Responden Pilih Kental Manis karena Murah, Persepsi Susu Masih Melekat

By admin
October 21, 2026 3 Min Read
0

PagipagiNews.com|JAKARTA – Faktor ekonomi dan persepsi yang terbentuk selama puluhan tahun menjadi penyebab sebagian masyarakat masih memberikan kental manis kepada anak sebagai pengganti susu. Padahal, produk tersebut bukan susu yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi dan pertumbuhan anak.

Survei Universitas Islam Bandung (Unisba) pada 2026 menunjukkan, sebanyak 70,7 persen responden memilih kental manis karena harganya lebih murah. Sementara itu, 68,1 persen menilai produk susu lainnya terlalu mahal.

Ekonom INDEF, Nailul Huda, menilai temuan tersebut memperlihatkan bahwa kondisi ekonomi masih sangat memengaruhi keputusan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan anak.

Ketika harga susu dinilai mahal dan pendapatan keluarga terbatas, kental manis kerap dianggap sebagai pilihan yang lebih terjangkau.

“Beban bagi masyarakat yang semakin berat membuat mereka hanya berpikir ‘yang penting anak anteng’. Kombo inilah yang menyebabkan banyak masyarakat mengonsumsi kental manis sebagai pengganti susu,” kata Nailul.

Menurut dia, pemerintah perlu memperkuat daya beli masyarakat melalui pengendalian harga kebutuhan pokok, penyediaan produk susu dengan harga terjangkau, serta peningkatan pendapatan rumah tangga.

“Pemerintah seharusnya meringankan beban masyarakat dengan menciptakan harga kebutuhan pokok yang terjangkau, hingga menyediakan susu formula bagi masyarakat dengan harga terjangkau. Di sisi lain, kenaikan pendapatan juga harus bisa dikerek secara optimal guna meningkatkan daya beli,” ujarnya.

Persepsi Lama dan Pengaruh Iklan

Selain faktor ekonomi, kebiasaan memberikan kental manis kepada anak juga berkaitan dengan persepsi yang terbentuk selama puluhan tahun. Sebelum terbitnya Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, kental manis pernah dipromosikan melalui iklan dengan citra sebagai susu.

Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun, Fajar Junaedi, mengatakan iklan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat membentuk ingatan dan persepsi masyarakat dalam jangka panjang.

“Iklan bisa terus membekas di benak audiens ketika tagline dan call to action-nya related dengan audiens. Audiens merasa apa yang disampaikan iklan sejalan dengan apa yang mereka alami,” kata Fajar.

Karena itu, menurut Fajar, edukasi untuk meluruskan persepsi masyarakat perlu dilakukan dengan strategi komunikasi yang menarik, terutama melalui platform digital.

Pegiat kesehatan, termasuk Majelis Kesehatan (Makes) PP Aisyiyah, dinilai perlu menyampaikan informasi yang benar sekaligus mengemasnya dalam pesan yang mudah dipahami dan diingat masyarakat.

“Tantangan yang dihadapi adalah kuatnya pesan iklan ini membekas di audiens. Untuk meluruskannya, kader Aisyiyah harus bisa mengemas iklan yang what to say-nya dalam how to say yang menarik. Tagline dan call to action yang kuat menjadi hal yang perlu dipertimbangkan dalam mengemas pesan iklan untuk meluruskan persepsi salah tentang kental manis,” tuturnya.

Edukasi Gizi Mulai Mengubah Kebiasaan Orang Tua

Wakil Ketua Makes PP Aisyiyah, Dra. Chairunnisa, M.Kes., mengatakan pihaknya masih menemukan orang tua yang memberikan kental manis kepada balita karena menganggapnya sebagai susu.

Temuan tersebut, antara lain, dijumpai dalam kegiatan edukasi di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Sejak 2024, Makes PP Aisyiyah menjalankan program edukasi untuk meluruskan pemahaman masyarakat mengenai kental manis.

Pada 2026, program tersebut dikembangkan melalui pendampingan gizi seimbang harian agar keluarga lebih memahami kebutuhan nutrisi anak sesuai usia.

“Di awal program pada 2024, banyak orang tua memberikan kental manis karena mengira itu susu. Pada tahun 2026 ini, kami melangkah lebih jauh di Kabupaten Pringsewu dengan melakukan intervensi pendampingan gizi seimbang harian,” jelas Chairunnisa.

Ia mengatakan edukasi dan pendampingan mulai menunjukkan perubahan. Sejumlah orang tua kini memahami bahwa kental manis bukan susu pertumbuhan dan mulai memberikan makanan bergizi serta produk susu yang sesuai dengan kebutuhan anak.

“Ibu-ibu sudah paham bahwa kental manis itu bukan susu pertumbuhan. Mereka kini memberikan susu yang tepat serta makanan bernutrisi untuk tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pelurusan informasi perlu berjalan beriringan dengan upaya memperbaiki keterjangkauan pangan bergizi. Dengan begitu, orang tua tidak hanya memahami kebutuhan nutrisi anak, tetapi juga memiliki akses yang lebih baik untuk memenuhinya.[**]

Tags:

EdukasiGiziGiziAnakKentalManisBukanSusuPagipagiNewsUnisba
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Pemprov DKI Berangkatkan 44 Marbot Umrah, Hadiah atas Pengabdian Merawat Masjid

Next

TNI Kerahkan Pesawat CASA untuk Operasi Modifikasi Cuaca, Perangi Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Jakarta Film Week 2026: Dari Cerita Anak hingga Kolaborasi Industri Sinema
  • Ketum PBTI Jenderal TNI Richard Tampubolon Lantik Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia Sulawesi Selatan Periode 2026–2030
  • Cegah Konflik Klaim dan Duplikasi Karya, DJKI Perkuat Integrasi Data Royalti Musik
  • Iwan Fals Apresiasi Pembinaan 1.000 Pemain Muda, Ingatkan Pentingnya Mental Kesatria
  • 37 Ribu Pelari dari 48 Negara Ramaikan Jakarta Running Festival 2026, MRT Beroperasi Pukul 03.00 WIB

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Jakarta Film Week 2026: Dari Cerita Anak hingga Kolaborasi Industri Sinema
    by admin
    October 25, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Welcome to the ultimate source for fresh perspectives! Explore curated content to enlighten, entertain and engage global readers.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Yura Yunita kembali menghadirkan karya musik yang tidak… Read more: Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
  • Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
    PagipagiNews.com|JAKARTA— Dua musisi sekaligus pencipta lagu perempuan, Yura Yunita dan… Read more: Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
  • Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengajak suporter Persija… Read more: Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik

Pages

Contact

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b