Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Infotainment/Obbie Messakh dan Lagu yang Menolak Tua
Infotainment

Obbie Messakh dan Lagu yang Menolak Tua

By admin
August 15, 2026 3 Min Read
0

🎬“Mati Banya”, Ketika Kerinduan Lama Obbie Messakh Menyapa Musik Timur

Pagipaginews.com— Waktu boleh berjalan, tetapi musik rupanya punya cara sendiri untuk membuat seseorang tetap muda. Bagi Obbie Messakh, usia 69 tahun bukan alasan untuk berhenti mencipta. Justru dari perjalanan panjang itulah, ia masih menemukan cerita-cerita baru untuk dijadikan lagu.

Pencipta lagu sekaligus penyanyi itu kembali hadir dengan karya terbaru berjudul “Mati Banya”, sebuah lagu berbahasa Papua yang dibalut warna musik etnik dari kawasan timur Indonesia. Lagu ini menjadi semacam perjumpaan antara pengalaman panjang Obbie sebagai pengisah cinta dan kekayaan bunyi Nusantara.

“Mati Banya” membawa cerita sederhana, tetapi getir. Tentang seorang lelaki yang berharap dapat mengikat janji dengan perempuan yang dicintainya. Namun sebelum harapan itu sempat menjadi kenyataan, sang kekasih justru lebih dahulu menikah dengan orang lain.

Kerinduan kemudian berubah menjadi luka. Penantian berhadapan dengan kenyataan. Dan cinta, seperti sering terjadi dalam lagu-lagu Obbie, akhirnya harus belajar menerima kehilangan.

«“Ancor kaka pung hati babaca undangan biru, sa minggu lagi ade ko mau mengikat janji deng orang lain.”»

Lirik tersebut menjadi pintu masuk menuju suasana batin yang akrab dalam karya Obbie: cinta yang tak selesai, perasaan yang terlambat disampaikan, dan kenangan yang tetap tinggal meski waktu terus bergerak.

Namun, “Mati Banya” tidak sekadar mengulang formula lama. Obbie memilih warna musik yang berbeda dengan memasukkan nuansa etnik Papua. Pilihan tersebut menjadi upayanya memperluas ruang perjumpaan musik populer dengan kekayaan musikal Indonesia dari wilayah timur.

“Semoga lagu ini bisa menambah khasanah musik Indonesia dan bisa diterima masyarakat,” kata Obbie Mesakh.

Di tengah derasnya arus musik generasi baru, Obbie masih memiliki panggungnya sendiri. Pertunjukan off air tetap mendatanginya. Dalam sebulan, ia bahkan dapat tampil sekitar sepuluh kali.

Bagi Obbie, panggung bukan semata tempat mencari nafkah. Di sana ada perjumpaan dengan penonton, ada kenangan, sekaligus tanda bahwa lagu-lagu yang pernah ia lahirkan masih memiliki ruang di hati pendengarnya.

“Puji Tuhan, hingga saat ini saya masih diberi kesehatan dan kegiatan bermusik masih terus jalan,” ujarnya.

Kalimat itu terdengar sederhana. Tetapi bagi seorang seniman yang telah melewati lebih dari empat dekade perjalanan musik, kesempatan untuk terus bernyanyi merupakan anugerah yang tidak kecil.

Obbie lahir di Jakarta, 26 April 1957, dengan nama Thobias Messakh. Darah Rote, Nusa Tenggara Timur, mengalir dalam dirinya. Namanya mulai dikenal luas dalam industri musik nasional sejak dekade 1980-an, baik sebagai penyanyi maupun pencipta lagu.

Pada masa ketika kaset menjadi jendela utama menuju musik populer, lagu-lagu ciptaan Obbie ikut mengisi ruang dengar masyarakat Indonesia. Karyanya dinyanyikan sejumlah nama besar, antara lain Betharia Sonata, Ratih Purwasih, Helen Sparingga, hingga Chrisye.

“Hati yang Luka”, yang dipopulerkan Betharia Sonata, pernah menjadi fenomena. Lagu itu bahkan sempat dicekal pada era Orde Baru karena dianggap terlalu “cengeng”.

Ada pula “Kisah Kasih di Sekolah”, yang melekat dengan suara Chrisye dan kemudian menjelma menjadi salah satu lagu yang terus hidup lintas generasi. Selain itu, ada “Antara Benci dan Rindu”, “Antara Cinta dan Dusta”, serta sejumlah karya lain yang pernah menemani zaman ketika radio, televisi, dan kaset menjadi bagian penting dari kehidupan musik Indonesia.

Obbie memasuki industri musik nasional pada 1983. Sejumlah album kemudian lahir, antara lain Kau dan Aku Satu, Akhirnya Ku Jatuh Cinta, Aduh Rindu, dan Kisah Kasih di Sekolah.

Kini, lebih dari empat dekade berlalu. Obbie mengaku telah menciptakan lebih dari 300 lagu. Hampir sepersepuluh di antaranya pernah menjadi hit.

Tetapi angka-angka itu barangkali bukan hal terpenting dari perjalanan seorang pencipta lagu. Sebab sebuah lagu tidak berhenti ketika rekaman selesai. Ia terus berjalan melalui suara penyanyi, ingatan pendengar, peristiwa kehidupan, bahkan melalui generasi yang mungkin belum lahir ketika lagu itu pertama kali terdengar.

Di era ketika musik dapat berpindah dari satu layar ke layar lain hanya dalam hitungan detik, karya lama pun memperoleh kesempatan untuk menemukan pendengar baru. Platform digital membuat batas generasi menjadi semakin tipis.

“Mati Banya” hadir di ruang yang sama.

Lagu itu menjadi bab baru dalam perjalanan Obbie—sebuah perjalanan yang tidak sedang mengejar masa lalu, tetapi juga tidak ingin kehilangan akar.

Di usia 69 tahun, Obbie seperti sedang mengingatkan bahwa umur tidak selalu menjadi ukuran produktivitas seorang seniman. Selama masih ada cerita yang mengusik hati, selama masih ada kerinduan yang ingin diterjemahkan, selama telinga masih peka mendengar kehidupan, lagu akan selalu memiliki alasan untuk lahir.

Sebab bagi pencipta lagu, usia mungkin hanya angka.

Yang membuatnya tetap muda adalah cerita yang belum selesai dan Obbie Messakh tampaknya masih mempunyai banyak cerita untuk dinyanyikan.

Tags:

MatiBanyaMusikIndonesiaMusisiSeniorObbieMessakhPagipagiNewsRoyaltiMusik
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Gerebek Sampah dan Tanam Pohon, Pemprov DKI Gandeng TNI-Polri Jaga Lingkungan Jakarta

Next

Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Kerahkan Tim dan Helikopter

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bukan Sekadar Piringan Hitam, Fadli Zon Ingin Vinyl Jadi Jejak Sejarah Musik Indonesia
  • Inside The Radio Buka Era Baru lewat Single “Miss Takes”
  • Pendaftaran BeZakat 2026 Diperpanjang, Mahasiswa Baru Masih Punya Waktu hingga 14 September
  • Sidang Praperadilan Notaris Lily Memanas, Artahsasta Pertanyakan Dasar Penetapan Tersangka
  • Hanya  2 Hari! “SaWaDiKa” Antar Lisa BLACKPINK Jadi Pemegang Rekor MV Tercepat 2026

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Bukan Sekadar Piringan Hitam, Fadli Zon Ingin Vinyl Jadi Jejak Sejarah Musik Indonesia
    by admin
    September 8, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b