Ludwig LeMans Kembali ke Indonesia, Menengok God Bless yang Pernah Didirikannya
PagipagiNews.com|JAKARTA – Ada yang tak pernah benar-benar hilang meski waktu sudah berjalan lebih dari setengah abad. Bagi Ludwig LeMans, salah satunya adalah God Bless.
Gitaris yang akrab disapa Loetje itu kembali ke Jakarta pada September 2026. Usianya kini 77 tahun. Namun, semangatnya masih terasa ketika ia menyambangi studio dan menyaksikan langsung latihan God Bless.
Momen tersebut menjadi istimewa. Sebab, sejak meninggalkan Indonesia pada 1974, Ludwig baru kali ini kembali melihat dari dekat band yang ikut didirikannya.
Ludwig lahir di Surabaya pada 8 Juli 1949. Ketika berusia sembilan tahun, ia pindah ke Belanda. Jauh dari Indonesia, justru di negeri itulah kecintaannya terhadap musik rock tumbuh.
Di Belanda pula Ludwig bertemu Achmad Albar. Keduanya kemudian bergabung dalam band rock Clover Leaf.
Persahabatan dan chemistry musik keduanya menjadi salah satu jalan yang akhirnya membawa Ludwig ke Indonesia.
Saat Achmad Albar memutuskan pulang ke Tanah Air, Ludwig ikut. Awalnya, ia hanya berniat berlibur.
Ternyata, liburan itu mengubah jalan hidupnya.
Pada awal 1973, Ludwig bersama Achmad Albar, Donny Fattah, Fuad Hassan, dan Jockie Soerjoprajogo mendirikan God Bless.
Nama God Bless kemudian diperkenalkan ke publik melalui konser “Rock & Blues Season” di Taman Ismail Marzuki pada 5 Mei 1973.
Respons penonton luar biasa. Tiket konser terjual habis.
Di masa awal tersebut, Ludwig bukan sekadar gitaris. Ia ikut membangun karakter musikal God Bless. Bersama Jockie, ia terlibat dalam aransemen lagu-lagu awal band.
Namun perjalanan itu ternyata hanya berlangsung singkat.
Pada 1974, kecelakaan tragis merenggut nyawa Fuad Hassan dan pemain keyboard pendukung Soman Lubis. Peristiwa tersebut menjadi salah satu titik berat dalam perjalanan God Bless.
Ludwig kemudian memilih meninggalkan band dan kembali menetap di Belanda. Posisinya sebagai gitaris kemudian diteruskan Ian Antono.
Sejak saat itu, jarak memisahkan Ludwig dengan Indonesia dan God Bless.

Puluhan tahun berlalu.
Generasi berganti. Musik berubah. God Bless tetap berjalan dan namanya semakin besar dalam sejarah musik rock Indonesia.
Sementara Ludwig menjalani kehidupannya di Belanda.
Kini, setelah lebih dari lima dekade, keduanya kembali dipertemukan.
Ludwig datang ke studio bukan untuk naik panggung. Ia datang sebagai seseorang yang pernah berada di titik paling awal perjalanan God Bless.
Melihat para personel berlatih, ia seperti sedang membuka kembali album kenangan yang sudah lama tersimpan.
Ada masa ketika God Bless masih berupa mimpi. Ada panggung pertama di TIM. Ada persahabatan. Ada kehilangan. Ada keputusan untuk pergi.
Dan kini, Ludwig kembali menyaksikan God Bless dari dekat.
Kisah Ludwig mungkin hanya menjadi satu bagian kecil dari perjalanan panjang God Bless. Namun bagian itu penting.
Sebab, ia adalah salah satu sosok yang ikut menyalakan api God Bless pada 1973,lebih dari 50 tahun kemudian, ia pulang,Api itu ternyata belum padam.
Ludwig LeMans boleh pergi jauh, tetapi jejaknya tetap tinggal di God Bless.[]Foto : Istimewa