Farama FC Menang 3-1, Talent Scout Berti Tutuarima Kepincut Pemain Farama Nomor 2 Malik Xavi Maulana
PagipagiNews.com|JAKARTA— Farama FC bukan sekadar menang. Mereka juga mencuri perhatian talent scout Berti Tutuarima setelah menaklukkan Persija Barat 3-1 pada pekan ke-10 Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026 di Lapangan Sintetis Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2026).
Nama Amin Mustajab menjadi sorotan utama. Baru sekitar sepekan bergabung dengan Farama, ia langsung mengemas dua gol dan ikut mengantar timnya meraih kemenangan meyakinkan.
Namun, ada pemain lain yang juga masuk radar pengamatan Berti. Talent scout tersebut menaruh perhatian kepada pemain Farama bernomor punggung 2 Malik Xavi Maulana yang dinilainya menonjol lewat kelincahan di lapangan.
Bagi pencari bakat, pertandingan usia muda bukan hanya tentang siapa yang mencetak gol. Kemampuan mengolah bola, pergerakan, keberanian mengambil keputusan, hingga kontribusi dalam permainan tim juga menjadi bagian penting untuk melihat potensi seorang pemain.
Di lapangan, Farama tampil lebih efektif. Setelah Amin membuka keunggulan pada babak pertama, Evan Hutriza memperlebar jarak pada menit ke-24 dengan menyambar bola muntah hasil tepisan kiper Persija Barat dalam situasi sepak pojok.
Amin kemudian kembali beraksi. Membawa bola dari lini tengah hingga mendekati kotak penalti, ia menuntaskan serangan dengan tendangan terarah ke sudut kiri gawang. Skor berubah menjadi 3-0 untuk Farama.
Persija Barat hanya mampu membalas melalui Bagus Adiyat pada menit ke-58. Gol itu tak cukup menyelamatkan mereka dari kekalahan 1-3.

Persija Barat Kehilangan Kekompakan
Di balik kemenangan Farama, Persija Barat masih memiliki pekerjaan rumah. Pembina tim, Taufik, mengakui perpaduan permainan timnya belum maksimal karena banyak pemain baru masih membutuhkan waktu untuk membangun chemistry
Situasi semakin sulit karena sejumlah pemain inti masih memperkuat tim Porprov Banten. Absennya para pemain tersebut memengaruhi komposisi tim dan membuat Persija Barat belum bisa tampil dengan kekuatan terbaik.
Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi Persija Barat untuk segera berbenah pada pertandingan berikutnya.
Sementara itu, Farama bisa membawa pulang lebih dari sekadar tiga poin. Performa Amin Mustajab dan perhatian talent scout terhadap pemain bernomor punggung 2 menjadi sinyal positif bagi proses pembinaan mereka.
Di kompetisi usia muda, kemenangan memang penting. Namun, munculnya pemain-pemain potensial yang mampu mencuri perhatian juga menjadi bagian dari tujuan besar Liga Soeratin: membuka jalan bagi talenta muda untuk berkembang dan melangkah ke level sepak bola yang lebih tinggi.[**]Foto : Prass