Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Infotainment/Eugene Panji Pergi, Tetapi Cerita-Ceritanya Tak Pernah Benar-Benar Usai
Infotainment

Eugene Panji Pergi, Tetapi Cerita-Ceritanya Tak Pernah Benar-Benar Usai

By admin
August 26, 2026 4 Min Read
0

PagipagiNews.com|JAKARTA – Ada manusia yang bekerja untuk menyelesaikan sebuah karya. Ada pula yang menjalani hidupnya dengan cara menjadikan hampir setiap ruang sebagai tempat untuk bercerita. Eugene Panji tampaknya berada pada golongan yang kedua.

Dunia kreatif Indonesia kini kehilangan salah satu penceritanya. Sutradara film, pengarah video klip, sekaligus kreator multi-talenta Eugene Panji berpulang pada Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 14.53 WIB di RS Siloam Heart Hospital Cinere, Depok. Ia meninggal dunia dengan damai dalam usia 52 tahun.

Kepergiannya meninggalkan kesedihan yang melintasi banyak dunia. Bukan hanya perfilman yang kehilangan, tetapi juga musik, seni, komunitas, dan ruang-ruang kreatif yang pernah disentuh oleh gagasan serta energi seorang Eugene.

Hingga kini, jenazah mendiang masih disemayamkan di Rumah Duka Carolus, Jakarta, Lantai 8, Ruangan Mikael E. Prosesi perpisahan terakhir untuk sineas tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8/2026).

Namun, di tengah kabar duka itu, perjalanan Eugene seperti kembali diputar dalam ingatan banyak orang. Seolah layar besar yang selama ini menjadi salah satu rumahnya kini menayangkan kembali potongan-potongan perjalanan seorang kreator yang tak pernah betah tinggal dalam satu medium.

Dari Musik, Kamera, hingga Layar Lebar

Sebelum dikenal luas sebagai sutradara film, Eugene telah lebih dahulu menjelajahi dunia produksi iklan televisi dan video klip musik. Ia menghadirkan bahasa visual bagi sejumlah nama besar industri musik Indonesia, mulai dari Slank, Agnez Mo, Tompi, Ada Band, hingga Cokelat.

Di tangan seorang pencerita, kamera bukan sekadar alat untuk merekam gambar. Kamera adalah cara lain untuk berbicara. Dan Eugene memahami bahasa itu dengan caranya sendiri.

Perjalanannya kemudian membawa Eugene ke layar lebar. Debutnya melalui Cita-Citaku Setinggi Tanah pada 2012 memperlihatkan sisi lain dari dirinya. Film itu bukan sekadar karya untuk dinikmati, tetapi juga menjadi jalan untuk berbagi. Seluruh keuntungan dari film tersebut disumbangkan bagi anak-anak penderita kanker.

Di situlah Eugene seperti menunjukkan satu keyakinan penting: seni tidak harus berdiri jauh dari kehidupan. Sebuah film dapat menghibur, menggerakkan, sekaligus membuka pintu kepedulian.

Perjalanan itu terus berlanjut. Pada 2017, ia menghadirkan Naura & Genk Juara, film musikal anak yang membawa keceriaan ke layar bioskop. Dua tahun kemudian, Eugene memasuki wilayah yang berbeda melalui film aksi 22 Menit, yang terinspirasi dari tragedi bom Thamrin.

Lalu pada 2023, ia kembali memperlihatkan keberaniannya berpindah warna lewat drama romantis Bangsatnya Cinta Pertama.

Genre boleh berganti. Cerita boleh berubah. Tetapi ada satu hal yang tetap tinggal: keinginan Eugene untuk terus mencoba.

Ia tidak ingin menjadi kreator yang dikurung oleh satu label.

Ketika Kreativitas Membutuhkan Rumah

Kecintaan Eugene terhadap dunia kreatif rupanya tidak berhenti di lokasi syuting atau ruang penyuntingan. Ia memahami bahwa gagasan-gagasan besar terkadang membutuhkan sesuatu yang sederhana: tempat untuk bertemu.

Melalui Paviliun 28 di Jakarta dan Longkang Kotagede di Yogyakarta, Eugene ikut membangun ruang perjumpaan antara komunitas, seni, kuliner, dan usaha lokal. Ruang-ruang tersebut menjadi bagian dari cara pandangnya tentang kreativitas.

Ekosistem kreatif, agaknya, tidak cukup hanya dirayakan dalam seminar atau dibicarakan melalui slogan. Ia perlu meja untuk berkumpul, sudut untuk berdiskusi, panggung untuk tampil, dan ruang untuk saling menemukan.

Di situlah Eugene meninggalkan jejak yang berbeda. Ia tidak hanya membuat cerita, tetapi juga ikut menyediakan ruang agar cerita orang lain dapat tumbuh.

Duka yang Datang dari Banyak Arah

Kabar kepergian Eugene Panji segera mengundang ungkapan belasungkawa dari berbagai kalangan. Sejumlah figur, di antaranya Astrid Tiar, Dira Sugandi, dan Melanie Subono, turut menyampaikan duka melalui media sosial.

Penghormatan juga datang dari Penerbit KPG yang mengenang Eugene sebagai sosok pencerita yang menjelajahi beragam medium. Dalam unggahan yang dikutip Reallist Media, Rabu (26/8/2026), KPG melihat perjalanan karya Eugene sebagai pengingat bahwa sebuah cerita dapat terus hidup meski menemukan bentuk yang berbeda.

“Cerita dapat berpindah medium, dari layar, musik, hingga halaman buku—dan tetap menemukan jalannya untuk tinggal dalam ingatan penonton dan pembaca,” demikian penghormatan tersebut.

Dan mungkin, itulah kalimat yang paling tepat untuk mengenang Eugene.

Sebab hidupnya sendiri seperti perjalanan sebuah cerita yang enggan berhenti di satu halaman.

Sang Pencerita Telah Pergi, Ceritanya Tetap Tinggal

Kini Eugene Panji telah meninggalkan panggung kehidupan. Tetapi karya-karya tidak mengenal kata benar-benar usai.

Film akan terus diputar. Lagu-lagu yang pernah diberinya bahasa visual akan tetap didengar. Ruang-ruang kreatif yang pernah dibangunnya akan tetap menyimpan jejak perjumpaan. Dan nama Eugene akan terus muncul ketika orang berbicara tentang kreativitas yang berani melampaui batas medium.

Indonesia memang kehilangan seorang sineas. Dunia musik kehilangan seorang kawan kreatif. Komunitas kehilangan seorang penggerak.

Tetapi warisan seorang pencerita memiliki cara sendiri untuk bertahan.

Ia tinggal di dalam adegan yang pernah membuat penonton tersenyum. Ia bersembunyi di balik gambar dan nada. Ia hidup dalam percakapan orang-orang yang pernah bertemu dan terinspirasi.

Eugene Panji telah pergi.

Namun seperti cerita yang baik, kisahnya tampaknya belum selesai. Sebab sebuah cerita yang lahir dari ketulusan tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya berpindah tempat dari layar ke ingatan, dari karya ke hati, lalu menemukan jalannya sendiri untuk pulang.

Selamat jalan, Eugene Panji. Sang pencerita mungkin telah menutup mata, tetapi cerita-cerita yang ditinggalkannya akan terus membuka mata banyak orang.

Tags:

RIPeugenePanjiSelamatJalanEugenePanjiSineasIndonesia
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Irene Umar : Taiwan Beats Jadi Jembatan Musik Indonesia-Taiwan, Buka Jalan ke Pasar Global

Next

Nisa Farella Bertahan dalam Irama, Menjaga Cinta Lewat “Tetep Kowe”

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bukan Sekadar Piringan Hitam, Fadli Zon Ingin Vinyl Jadi Jejak Sejarah Musik Indonesia
  • Inside The Radio Buka Era Baru lewat Single “Miss Takes”
  • Pendaftaran BeZakat 2026 Diperpanjang, Mahasiswa Baru Masih Punya Waktu hingga 14 September
  • Sidang Praperadilan Notaris Lily Memanas, Artahsasta Pertanyakan Dasar Penetapan Tersangka
  • Hanya  2 Hari! “SaWaDiKa” Antar Lisa BLACKPINK Jadi Pemegang Rekor MV Tercepat 2026

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Bukan Sekadar Piringan Hitam, Fadli Zon Ingin Vinyl Jadi Jejak Sejarah Musik Indonesia
    by admin
    September 8, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b