Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Lifestyle/Dari Teras Kebinekaan Parung untuk Indonesia: Ketika Kebudayaan Menjadi Infrastruktur Moral Bangsa
Lifestyle

Dari Teras Kebinekaan Parung untuk Indonesia: Ketika Kebudayaan Menjadi Infrastruktur Moral Bangsa

By admin
September 24, 2026 3 Min Read
0

PagipagiNews.com|BOGOR — Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, pertumbuhan ekonomi, atau pembangunan infrastruktur fisik. Di balik semua itu, ada fondasi lain yang tak kalah penting: kebudayaan.

Gagasan tersebut mengemuka dalam silaturahmi kebudayaan antara penggagas Teras Kebinekaan, Moh. Shofan, dan wartawan senior sekaligus Owner Radio Bola, Erwiyantoro alias Mbah Coco, di Rumah Teras Kebinekaan, Parung, Bogor, Kamis (24/9/2026).

Pertemuan itu menjadi ruang bertukar gagasan mengenai peran kebudayaan dalam menjaga Indonesia tetap terhubung di tengah keberagaman suku, agama, bahasa dan tradisi.

Menurut Shofan, kebinekaan tidak semata-mata menggambarkan keberagaman Indonesia. Lebih dari itu, kebinekaan merupakan fondasi moral yang memungkinkan masyarakat hidup sebagai satu bangsa.

«”Kebinekaan harus menjadi infrastruktur moral. Walaupun berbeda keyakinan, suku, budaya dan bahasa, kita berada di bawah payung kultural yang sama, yaitu bangsa Indonesia,” ujar Shofan.»

Shofan dikenal sebagai penulis buku Rhoma Irama: Politik Dakwah dalam Nada yang diterbitkan Imania pada 2014.

Ia mengatakan kebudayaan memiliki kemampuan menjangkau masyarakat secara luas karena dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bahasa, seni, musik, sastra, tradisi hingga kearifan lokal dapat menjadi pintu masuk untuk membangun percakapan lintas generasi dan kelompok masyarakat.

“Budaya itu lentur. Strategi kebudayaan adalah salah satu jalan yang sangat mungkin untuk terkoneksi dengan anak-anak bangsa yang tersebar di seluruh Nusantara,” katanya.

Teras sebagai Ruang Bertemu

Shofan menjelaskan, gagasan Teras Kebinekaan berangkat dari filosofi teras sebagai ruang terbuka untuk bertemu.

Teras bukan ruang eksklusif. Siapa pun dapat datang, duduk, berbicara dan mendengarkan.

Filosofi sederhana itu kemudian dikembangkan menjadi gagasan gerakan kebudayaan yang tidak dibatasi latar belakang agama, suku maupun kelompok.

Menurut Shofan, perjalanan kebudayaan Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dari kearifan lokal yang diwariskan masyarakat Nusantara dari generasi ke generasi.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, tetap memiliki relevansi meski masyarakat memasuki kehidupan modern yang semakin kompleks.

Karena itu, Teras Kebinekaan dibayangkan dapat berkembang menjadi ruang yang melahirkan berbagai program kebudayaan.

Mulai dari forum pemikiran, pertunjukan seni, festival Nusantara hingga ruang kreatif bagi generasi muda.

Mbah Coco: Kebudayaan Harus Menjadi Gerakan Nasional

Sementara itu, Mbah Coco melihat kekayaan budaya Indonesia membutuhkan wadah yang mampu menghubungkan berbagai potensi dari daerah.

Setiap wilayah, menurut dia, memiliki kekuatan budaya yang dapat menjadi bagian dari identitas Indonesia di mata dunia.

Karena itu, para pelaku budaya dari berbagai daerah perlu diberi ruang untuk bertemu, berdiskusi dan membangun kolaborasi.

Salah satu gagasan yang muncul adalah pengembangan festival kebudayaan Nusantara sebagai ruang pertemuan lintas komunitas.

“Bukan hanya menampilkan kesenian, tetapi juga mempertemukan pemikir, seniman, komunitas, generasi muda dan berbagai elemen masyarakat untuk membicarakan arah kebudayaan Indonesia,” kata Mbah Coco, wartawan senior yang juga dikenal sebagai cucu tokoh nasional J. Kasimo.

Ia menambahkan, kebudayaan Indonesia semestinya tidak hanya menjadi konsumsi domestik.

“Kita harus berani membawa kebudayaan Indonesia berbicara kepada dunia,” ujarnya.

Dari Kebinekaan Menuju Indonesia Masa Depan

Pertemuan Shofan dan Mbah Coco memperlihatkan gagasan bahwa kebudayaan dapat menjadi titik temu di tengah perbedaan.

Ketika ruang publik kerap dipenuhi perdebatan mengenai identitas, kebudayaan menawarkan ruang yang lebih cair.

Musik dapat mempertemukan orang dengan latar belakang berbeda. Seni dapat melampaui batas daerah. Sastra dapat membuka percakapan mengenai kemanusiaan.

Pada titik itulah kebudayaan tidak lagi sekadar berbicara tentang masa lalu.

Kebudayaan dapat menjadi investasi sosial untuk masa depan.

Teras Kebinekaan diarahkan menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan gagasan tersebut.

Dari sebuah teras, percakapan tentang Indonesia diharapkan bergerak lebih jauh, menjangkau komunitas, daerah, generasi muda hingga panggung dunia.

Sebab, Indonesia masa depan bukan hanya tentang seberapa maju teknologi yang dimiliki.

Lebih dari itu, masa depan Indonesia juga ditentukan oleh seberapa kuat bangsa ini mampu tetap terhubung sebagai satu keluarga besar.

Berbeda bukan alasan untuk berjarak. Kebudayaan bisa menjadi jalan untuk kembali bertemu.(**)

Tags:

KebudayaanIndonesiaMbahCocoMohShofanRadioBolaTerasKebinekaan
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

The Orion Bawa ‘Formasi Keramat’, Luncurkan MV ‘Dedek Jangan Nakal’

Next

Tertinggal 0-2, Indonesia Bangkit dan Rebut Emas Bersejarah di Aichi-Nagoya

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Capek Jadi Orang Nggak Enakan? Film People Pleaser Siap Nampol Kebiasaan Selalu Bilang “Iya”
  • Belum Masuk Bioskop, GJLS Berapi-Api Sudah Bikin Heboh! Tiket Pemutaran Festival Sold Out
  • Mandalika Ride Out, Perjalanan 1.400 Kilometer yang Berujung di Sirkuit MotoGP
  • Ketua Presidium TPC Eddy Herwani: Polemik Ijazah Jokowi dan Gibran Harus Jadi Momentum Perbaikan Sistem Pencalonan
  • Sapu Bersih Tiga Laga, Timnas Putri U-17 Indonesia Amankan Tiket ke China

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Capek Jadi Orang Nggak Enakan? Film People Pleaser Siap Nampol Kebiasaan Selalu Bilang “Iya”
    by admin
    October 12, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Welcome to the ultimate source for fresh perspectives! Explore curated content to enlighten, entertain and engage global readers.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Yura Yunita kembali menghadirkan karya musik yang tidak… Read more: Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
  • Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
    PagipagiNews.com|JAKARTA— Dua musisi sekaligus pencipta lagu perempuan, Yura Yunita dan… Read more: Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
  • Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengajak suporter Persija… Read more: Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik

Pages

Contact

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b