Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Lifestyle/Dari Film Dokumenter hingga Arsip Sinema, BPI Benahi Ekosistem Perfilman Nasional
Lifestyle

Dari Film Dokumenter hingga Arsip Sinema, BPI Benahi Ekosistem Perfilman Nasional

By admin
September 10, 2026 3 Min Read
0

PagipagiNews.com|JAKARTA — Badan Perfilman Indonesia (BPI) mengambil dua langkah strategis untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional. Dalam sepekan terakhir, upaya tersebut menyasar dua sisi penting perfilman, yakni pengembangan talenta film dokumenter dan pelestarian arsip sinema Indonesia.

Di sektor hulu, BPI menggandeng Eagle Institute Indonesia, penyelenggara Eagle Awards Documentary Competition yang selama lebih dari satu dekade turut melahirkan sineas dokumenter.

Kemitraan tersebut diarahkan untuk menjawab persoalan yang selama ini dihadapi pembuat film dokumenter, terutama terputusnya mata rantai antara gagasan, produksi, distribusi, hingga karya bertemu dengan penonton.

Ketua Umum BPI Fauzan Zidni mengatakan, kolaborasi BPI dan Eagle Institute Indonesia bertumpu pada lima pilar utama. Kelimanya mencakup pengembangan dan produksi, penyelarasan standar kompetensi, perluasan distribusi dan festival, pemetaan potensi talenta, serta penguatan advokasi kebijakan.

Menurut dia, kemitraan tersebut tidak berhenti pada dukungan formal. BPI ingin membangun jalur yang lebih nyata bagi sineas dokumenter, mulai dari pendampingan dan peningkatan kualitas hingga membuka akses menuju panggung serta pasar internasional.

Selama ini, persoalan yang dihadapi sineas dokumenter tidak selalu berkaitan dengan kekurangan gagasan. Banyak karya lahir dari ide yang kuat, tetapi menghadapi kendala ketika harus bergerak dari proses produksi menuju distribusi dan pemutaran.

Karena itu, sinergi BPI dan Eagle Institute Indonesia diharapkan dapat memperluas ruang peredaran film dokumenter Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menjaga Ingatan Sinema Indonesia

Pada sisi lain, BPI juga memberi perhatian terhadap persoalan yang tak kalah penting, yakni keberlangsungan arsip film nasional.

BPI menggelar Kelompok Diskusi Terpumpun (FGD) bertajuk “Pengelolaan Koleksi dan Konservasi” pada 3 September 2026 di Gedung E Kemendikbud, Jakarta Pusat.

Forum tersebut mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari lembaga pemerintah, komunitas, pengelola festival, hingga rumah produksi. Mereka berbagi pengalaman sekaligus membahas persoalan yang dihadapi dalam merawat arsip audiovisual dan film Indonesia.

Empat narasumber hadir dalam diskusi tersebut, yakni Achmad Dedi Faozi dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Rizka F. Akbar selaku Koordinator Utama Tim Kerja Pengarsipan Audio Visual/Film Kemendikbud, Aditya Martodiharjo dari SIKLUS, serta Intan Nadya Maulida, Manajer Program JAFF Archive.

Pembahasan juga diperkaya oleh masukan dari perwakilan Museum Penerangan, TVRI, UICS, PFN, serta para pegiat arsip.

Salah satu kesimpulan penting forum tersebut adalah perlunya koordinasi lintas sektor. Selama ini, berbagai lembaga dan komunitas telah menjalankan upaya pelestarian secara mandiri, tetapi masih menghadapi persoalan yang relatif sama.

Keterbatasan fasilitas, pendanaan, tenaga ahli, hingga kelangkaan perangkat pemutar menjadi tantangan dalam menjaga keberadaan arsip film.

Selain itu, diperlukan standardisasi kerja, termasuk keselarasan terminologi, metadata, dan alur kerja pengarsipan. Digitalisasi juga dipandang penting untuk memperluas akses dan menyediakan cadangan data, namun tetap harus berjalan beriringan dengan pemeliharaan medium fisik asli.

Lebih jauh, preservasi film tidak hanya berkaitan dengan penyelamatan benda atau dokumen. Arsip film menyimpan ingatan kolektif yang memiliki nilai bagi masyarakat, pendidikan, penelitian, serta perkembangan kebudayaan Indonesia.

Gagasan Membentuk Hub Arsip

Salah satu gagasan yang mengemuka dalam diskusi adalah pembentukan sebuah hub atau simpul bersama bagi ekosistem preservasi film nasional.

Simpul tersebut diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi untuk berbagi fasilitas, teknologi, basis data, dan kepakaran yang mungkin sulit disediakan secara mandiri oleh setiap lembaga.

BPI bersama para pegiat preservasi selanjutnya akan melakukan pemetaan komprehensif terhadap ekosistem pelestarian film nasional. Pemetaan itu mencakup kebutuhan koordinasi, pembagian peran antarlembaga, alur kerja, hingga penyelarasan terminologi dan standar.

BPI juga menyiapkan FGD lanjutan untuk membahas persoalan preservasi audiovisual secara lebih spesifik, antara lain digitalisasi dan restorasi, tata kelola hak kekayaan intelektual (HAKI) dan hak akses, serta perumusan kebijakan pelestarian sesuai amanat Undang-Undang Perfilman.

Bagi BPI, penguatan ekosistem perfilman tidak hanya berarti mendorong lahirnya film-film baru. Menjaga karya yang telah lahir dan memastikan karya tersebut dapat terus diakses generasi berikutnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan perfilman nasional.

BPI pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam forum tersebut dan menegaskan komitmennya untuk menjadi platform inklusif yang menampung berbagai aspirasi demi menjaga ingatan kolektif sinema Indonesia.[]

Tags:

BadanPerfilmanIndonesiaBPIFilmDokumenterPagipagiNewsPerfilmanIndonesia
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Ketika Algoritma Mengendalikan Informasi, Wamenkomdigi Soroti Krisis Kepercayaan Berita

Next

Puspsi TNI Terjunkan Tim Trauma Healing Bantu Penyintas Gempa NTT

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • FKY 2026 Ditutup, 53 Ribu Orang Ramaikan Festival Budaya di Sleman
  • Andre Taulany-Amanda Rigby Akhirnya Resmi Jadi Suami Istri, Digelar Dengan  Intim
  • Bukan Soal Musiknya dari Mana, LMKN Ingatkan Pentingnya Konteks Penggunaan
  • Sumaya Sumbang Perak, Indonesia Tambah 5 Medali di Asian Games 2026
  • Djamin Setia Selamanya, Biopik Djamin Ginting Bawa Pesan Perjuangan untuk Generasi Masa Kini

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • FKY 2026 Ditutup, 53 Ribu Orang Ramaikan Festival Budaya di Sleman
    by admin
    September 21, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b