Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Infotainment/Christine Hakim Jadi Ibu yang Menempuh Jalan Panjang ke Busan
Infotainment

Christine Hakim Jadi Ibu yang Menempuh Jalan Panjang ke Busan

By admin
September 15, 2026 4 Min Read
0

PagipagiNews.com|JAKARTA — Sepuluh tahun setelah gagasannya pertama kali dikembangkan, film Ibuku (My Mother) akhirnya menemukan jalannya menuju panggung utama perfilman Asia. Film garapan sutradara Eddie Cahyono itu terpilih dalam program Competition atau kompetisi utama Busan International Film Festival (BIFF) ke-31 yang berlangsung pada 6–15 Oktober 2026 di Busan, Korea Selatan.

Film produksi bersama Indonesia dan Jepang tersebut akan menjalani world premiere di Busan dan bersaing dengan 13 film lain dari berbagai negara Asia.

Ibuku (My Mother) membawa kisah Sumiati (Christine Hakim), seorang ibu yang berjuang menemui putrinya, Sri (Ayushita), yang dijatuhi hukuman mati di Arab Saudi setelah dituduh membunuh majikannya.

Namun, perjalanan Sumiati bukan sekadar upaya seorang ibu untuk bertemu anaknya. Di baliknya tersimpan luka lama yang belum selesai antara ibu dan anak. Film ini sekaligus menyentuh persoalan buruh migran, perempuan, dan hak asasi manusia melalui hubungan yang sangat personal.

Dari Busan 2015 ke Busan 2026

Perjalanan film ini menuju Busan sesungguhnya telah dimulai lebih dari satu dekade lalu. Pada 2015, Eddie mengembangkan cerita Ibuku dan membawanya ke Asian Project Market Busan. Proyek tersebut kemudian meraih ARTE Kino International Award, penghargaan untuk pengembangan naskah.

Produksi baru memperoleh lampu hijau pada 2024. Pada saat yang sama, Tika Bravani bergabung sebagai produser melalui ANP Talenta Media.

Proyek tersebut kembali dipresentasikan dalam sejumlah ajang pasar industri, antara lain JAFF Market dan Bangkok International Content Market. Dari rangkaian tersebut, Ibuku (My Mother) memperoleh pendanaan tambahan sekaligus penghargaan.

Bagi Tika, cerita film ini memiliki daya sentuh yang sederhana sekaligus luas.

“Ibu itu sangat personal, tapi juga sangat universal buat semua orang,” kata Tika.

Sebagai seorang ibu, Tika mengaku merasa memiliki kedekatan emosional dengan cerita tersebut. Kisah itu juga mengingatkannya pada sosok ibunya yang telah tiada.

Ketika Ingatan Direkam di Seluloid

Salah satu keputusan artistik yang membuat Ibuku (My Mother) berbeda adalah pilihan Eddie untuk menggunakan film seluloid 16 milimeter.

Format tersebut kini nyaris tak digunakan lagi dalam produksi film panjang di Indonesia. Pilihan itu membawa konsekuensi teknis dan biaya: kamera analog semakin langka, stok film harus dipesan jauh hari, biaya produksi meningkat, sementara risiko kerusakan gambar selalu membayangi proses produksi.

Eddie, kata Tika, tetap bersikukuh film itu harus dibuat dengan seluloid.

“Kalau pakai digital, mendingan enggak usah dibuat,” ujar Tika, menirukan sang sutradara.

Bagi Eddie, pilihan tersebut bukan sekadar persoalan teknis. Seluloid menjadi bagian dari cara menerjemahkan ingatan ke dalam gambar sesuatu yang bisa terasa jelas, tetapi pada saat yang sama juga buram, sebagaimana ingatan manusia.

Tantangan produksi itu kemudian menemukan jalan keluar ketika fasilitas pemrosesan film analog pertama di Indonesia dibuka Movie Studio Bali, tak lama sebelum produksi dimulai. Sebelumnya, proses serupa mengharuskan rol film dikirim ke Jepang atau Taiwan.

Ibuku (My Mother) menjadi salah satu film panjang pertama yang diproses secara penuh di fasilitas tersebut.

Christine Hakim dan Janji yang Akhirnya Terwujud

Sejak awal, sosok Christine Hakim telah menjadi bagian penting dari proyek ini. Eddie disebut hanya bersedia membuat film tersebut apabila karakter ibu diperankan oleh aktris senior itu.

Bagi Tika sebagai produser yang baru pertama kali menjalankan produksi film, keinginan tersebut bukan perkara sederhana. Jadwal Christine yang padat, termasuk keterlibatannya dalam tujuh produksi film lain pada tahun yang sama, menjadi tantangan tersendiri.

Namun, kesepakatan lama antara Eddie dan Christine untuk bekerja sama akhirnya terwujud melalui Ibuku (My Mother).

Ayushita yang memerankan Sri juga turut memberi dukungan selama proses produksi, termasuk kepada Tika yang menjalani pengalaman pertamanya sebagai produser. Film ini turut menghadirkan aktor senior Landung Simatupang.

Bagi Tika, bekerja bersama Eddie menjadi pengalaman belajar yang intens. Eddie dikenal melalui film Siti (2014) dan telah memiliki pengalaman panjang di berbagai festival film internasional.

“Untungnya beliau juga berlatar belakang dosen, jadi beliau membimbing saya dengan sabar,” kata Tika.

Menunggu Penonton di Busan

Kehadiran Ibuku (My Mother) di kompetisi utama BIFF 2026 menjadi bagian dari tahun besar sinema Indonesia di Busan.

Selain film Eddie, Indonesia juga diwakili Laut Bercerita (The Sea Speaks His Name) karya Yosep Anggi Noen yang berkompetisi dalam program Competition. Sementara itu, Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini masuk program A Window on Asian Cinema dan film pendek αLPα karya Dhiwangkara Seta turut masuk seleksi.

Christine Hakim bahkan menjadi salah satu wajah penting dalam kiprah Indonesia tahun ini karena membintangi tiga dari empat film Indonesia yang lolos seleksi BIFF.

Edisi ke-31 BIFF juga memiliki arti penting bagi festival tersebut setelah memperoleh pengakuan status A-list dari Federasi Internasional Asosiasi Produser Film (FIAPF). Status itu sebelumnya hanya dimiliki lima festival film, yakni Cannes, Berlin, Venesia, Sundance, dan Toronto.

Bagi Tika, Busan bukan hanya menjadi tujuan sebuah film, tetapi juga babak baru dalam perjalanan panjang Ibuku (My Mother).

Sebagai produser, ia berharap film tersebut dapat menemukan penonton yang tepat—penonton yang bukan hanya melihat kisah tentang seorang ibu dan anak, tetapi juga merasakan bahwa kasih seorang ibu dapat bertahan bahkan ketika hubungan mereka pernah retak oleh masa lalu.[]

Tags:

AyushitaChristineHakimEddieCahyonoIbukuMyMotherTikaBravani
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Rano Karno Resmikan Halte Universitas Pancasila: Dari Kenangan Si Doel hingga Transportasi Inklusif

Next

Tanggal 30 dan Punggung Berlubang, Lobang Buaya Bongkar Misteri Pembunuhan Pejabat Korup

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Yudha Permana Terima IKB Jabodetabek dan Budayantara, Bahas Persiapan Milad ke-25
  • 215 Sekolah Ikut Teka-Teki Gen Alpha 2026, Rano Karno Bicara Pemimpin Masa Depan
  • Mitos Boneka Uci di Jalan Siliwangi Diangkat ke Layar Lebar, The Doll Ghawiah Tayang 29 Oktober
  • IPW Minta Bareskrim Usut Dugaan Intimidasi Jemaat GKPI di Tangerang
  • Desil Berubah, Nasib Warga Terancam: Data Jangan Jadi Alasan Hilangnya Hak Sosial

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Yudha Permana Terima IKB Jabodetabek dan Budayantara, Bahas Persiapan Milad ke-25
    by admin
    September 23, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b