Bina Mutiara Sapuh Bersih, Nawasena Amankan Podium Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026
PagipagiNews.com|JAKARTA — Putaran pertama Liga Jakarta U-17 2026 Grup Merah telah tuntas. Bina Mutiara tampil paling konsisten dengan menyapu bersih tujuh pertandingan, sementara Nawasena FC berhasil memenuhi target manajemen dengan mengamankan posisi tiga besar.
Bina Mutiara memastikan status juara paruh musim setelah menghantam Bina Taruna 4-0 di Lapangan Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta, Minggu (13/9). Kemenangan itu membuat Bina Mutiara mengoleksi 21 poin dari tujuh kemenangan.
Dua gol Adila Febrian Suhada Putra menjadi pembuka dan penutup pesta kemenangan Bina Mutiara. Sebelum Adila mencetak gol pertamanya pada menit ke-45, Muhammad Muslih lebih dulu membawa Bina Mutiara unggul pada menit ke-29.
Adila kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-54. Dua menit berselang, Rehan Pratama melengkapi kemenangan Bina Mutiara menjadi 4-0.
Pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi. Wasit mengeluarkan empat kartu kuning, masing-masing untuk Zulfikar Setia Najwan dan Rehan Pratama dari Bina Mutiara serta Raffael Arshavi Samara dan Ibrahim Putakeda Chaniko dari Bina Taruna.
Manajer Bina Mutiara, Roviani, mengapresiasi kemampuan pemain menjalankan instruksi meskipun pertandingan berjalan panas.
“Alhamdulillah semua bisa menjalankan instruksi walaupun di pertandingan tadi ada sedikit tensi yang cukup tinggi,” ujar Roviani.
Namun, ia mengingatkan bahwa mental bertanding masih perlu diperkuat. Pemain dituntut tetap tenang ketika mendapat tekanan sekaligus memahami perubahan situasi dari bertahan ke menyerang.
“Bagaimana tetap tenang dan cepat keluar dari tekanan. Yang kedua selalu saya tekankan, pada saat bertahan kita siap untuk menyerang. Pada saat menyerang kita siap untuk bertahan,” katanya.
Menurut Roviani, seluruh pemain harus memiliki tanggung jawab yang sama dalam setiap fase permainan.
“Jadi semua terlibat, menyerang semua terlibat, bertahan semua terlibat. Intinya transisi positif dan negatif harus sama baiknya,” tegasnya.

Pemain Mulai Dilirik Klub Profesional
Di kubu Bina Taruna, Manajer Arif Hartono mengungkapkan timnya tidak tampil dengan kekuatan terbaik. Sejumlah pemain utama absen karena mengikuti tes di sejumlah klub profesional.
“Nama-nama baru yang kami masukkan belum bisa tampil karena sedang uji coba. Seperti kiper utama Abdul Aziz sedang tes untuk tim Jepara,” ungkap Arif.
Bina Taruna juga menurunkan sejumlah pemain kelahiran 2010 yang belum sepenuhnya menyatu dengan tim. Kondisi tersebut membuat permainan mereka tidak maksimal.
Meski demikian, Arif melihat adanya sisi positif dari situasi tersebut. Menurut dia, mulai diliriknya pemain Liga Jakarta oleh klub profesional menjadi indikasi bahwa kompetisi ini dapat menjadi ruang pembinaan sekaligus jembatan menuju level yang lebih tinggi.
“Ini justru bagus, di mana Liga Jakarta sebagai ajang pembinaan, pemain-pemain mulai dilirik klub pro. Situasi yang jadi peluang menambah jam terbang untuk para junior,” katanya.
Untuk putaran kedua, aspek fisik menjadi perhatian Bina Taruna. Arif menilai stamina pemain menurun setelah memasuki babak kedua.
“Salah satu sebab kekalahan karena stamina habis di paruh babak kedua, setelah di menit-menit awal secara taktik bisa mengimbangi permainan lawan,” ujarnya.

Nawasena Capai Target Tiga Besar
Pada pertandingan lainnya, Nawasena FC mengamankan posisi ketiga setelah menundukkan Putra Sejati 2-1.
Fahrizi Putra Adi menjadi penentu kemenangan Nawasena setelah mencetak dua gol. Ia membuka keunggulan pada menit ke-13 dan menggandakannya pada menit ke-47.
Putra Sejati sempat memperkecil ketertinggalan melalui Faris Annafi pada menit ke-49. Namun, Nawasena mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Manajer Nawasena, Farid, mengaku senang karena target yang dicanangkan sejak awal putaran pertama berhasil dicapai. Meski begitu, ia menilai permainan tim masih belum optimal.
“Senang dengan hasil ini karena sejumlah pemain baru masih perlu adaptasi sehingga secara teknis permainan kami belum optimal. Salah satunya dari sisi pertahanan,” ujar Farid.
Kesalahan posisi pemain belakang menjadi salah satu penyebab lahirnya gol Putra Sejati. Namun, Farid tetap optimistis menatap putaran kedua.
Terlebih, mayoritas pemain Nawasena masih berusia 15 tahun, tetapi sudah mampu bersaing dengan pemain yang lebih senior.
“Memasuki putaran dua kami lebih optimis, pemain ini walau mayoritas berusia 15 tahun, namun mampu mengimbangi para senior yang sudah lebih dahulu ada,” katanya.
Sementara itu, pelatih Putra Sejati, Saarih, mengatakan timnya kehilangan empat pemain utama yang mengikuti seleksi Elite Pro Academy.
“Secara materi kurang maksimal. Upaya bermain menekan di menit-menit awal bisa dilakukan, namun tidak didukung dari sektor bertahan,” jelasnya.
Menurut Saarih, ketika tim terlalu fokus menyerang, pertahanan justru kehilangan konsentrasi sehingga memberikan ruang bagi lawan.
“Ini terjadi karena dalam latihan kita tidak selalu lengkap sehingga saat bertanding tidak semua skema bisa dieksekusi,” ujarnya.
Bina Mutiara Unggul Jauh
Dengan berakhirnya putaran pertama, Bina Mutiara berada di puncak klasemen Grup Merah dengan 21 poin. Mavericks mengikuti di posisi kedua dengan 13 poin, sedangkan Nawasena FC menempati peringkat ketiga dengan 11 poin.
Tunas Betawi berada di posisi keempat dengan 10 poin, disusul Bina Taruna dengan sembilan poin.
Putra Sejati berada di peringkat keenam dengan empat poin, unggul selisih gol atas PSF yang juga mengoleksi empat poin.
Mavericks memastikan posisi kedua setelah menang tipis 1-0 atas PSF.
Persaingan di Grup Merah pun menyisakan satu gambaran penting: Bina Mutiara berhasil membangun jarak cukup lebar di puncak, sementara Mavericks dan Nawasena masih harus menjaga konsistensi jika ingin memperpendek jarak pada putaran kedua.
Di sisi lain, absennya sejumlah pemain karena mengikuti seleksi klub profesional dan Elite Pro Academy menunjukkan bahwa Liga Jakarta U-17 bukan hanya arena perebutan posisi klasemen. Kompetisi ini juga menjadi ruang bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman sekaligus membuka peluang menuju jenjang sepak bola yang lebih tinggi.[]Foto : Moh.AminTjandra