Aplikasi Iblis: Ketika Rindu Mengunduh Teror dari Dunia yang Tak Terlihat
PagipagiNews.com|JAKARTA– Di zaman ketika satu sentuhan jari bisa mempertemukan manusia yang terpisah ribuan kilometer, pertanyaannya mungkin bukan lagi seberapa jauh teknologi dapat membawa kita. Tetapi, sampai sejauh mana kita berani membiarkannya masuk ke dalam hidup?
Bagaimana jika sebuah aplikasi menawarkan sesuatu yang selama ini mustahil: kembali berbicara dengan orang yang sudah meninggal?
Dari pertanyaan mengerikan itulah Aplikasi Iblis memulai terornya. Film persembahan NIH Pictures ini menjadi langkah baru bagi Dimas Anggara, yang menandai debutnya sebagai sutradara film horor. Bukan sekadar menghadirkan sosok menyeramkan atau suara-suara dari balik pintu, film ini mencoba bermain di ruang yang jauh lebih dekat dengan kehidupan modern: layar ponsel yang setiap hari tak pernah lepas dari genggaman.
Dibintangi Junior Roberts, Dosma Hazenbosch, Aldo Irawan Putra, Aulia Deas, Ruth Marini, serta penampilan spesial Della Dartyan, Aplikasi Iblis mengusung genre urban supernatural horror yang mempertemukan teknologi, kehilangan, cinta, dan sesuatu dari dunia lain yang seharusnya tidak pernah diberi akses masuk.
Kisahnya berpusat pada Arya, yang diperankan Junior Roberts. Hidupnya berubah setelah kehilangan Laras, kekasih yang begitu dicintainya. Sebelum tragedi memisahkan mereka, Arya bahkan telah menyimpan rencana indah: melamar perempuan yang ingin dijadikannya teman hidup.
Namun, takdir justru membawa keduanya ke dunia yang berbeda.
Rasa kehilangan membuat Arya sulit melepaskan Laras. Ketika sebuah aplikasi misterius menawarkan kemungkinan untuk kembali terhubung dengan arwah orang yang telah pergi, harapan yang semula tampak mustahil tiba-tiba seperti berada dalam genggaman.
Tapi, di situlah masalahnya dimulai.
Arya memang merasa Laras masih bersamanya. Ia masih bisa merasakan kehadirannya. Namun pertanyaan yang perlahan berubah menjadi teror adalah: apakah sosok yang datang itu benar-benar Laras?
Teaser trailer Aplikasi Iblis sudah memberi isyarat bahwa cinta yang tak selesai bisa menjadi pintu masuk bagi sesuatu yang jauh lebih gelap. Sementara teaser posternya menampilkan sosok mengerikan yang muncul dari layar ponsel sebuah peringatan bahwa tidak semua notifikasi seharusnya dibuka, dan tidak semua panggilan harus dijawab.
“Film Aplikasi Iblis akan mengikuti kisah Arya. Dia baru saja kehilangan kekasihnya, dan masih sangat rindu dan percaya orang yang telah pergi bisa kembali,” ujar Dimas Anggara.
Menurut Dimas, film ini sengaja memadukan drama romantis dengan ketegangan horor yang dekat dengan keseharian manusia masa kini. Sebab, teknologi pada dasarnya memang diciptakan untuk menghubungkan manusia dengan orang-orang yang mereka sayangi.
“Ketika kita semua pakai sebuah aplikasi untuk bisa terkoneksi dengan orang yang kita sayangi, apapun jenis aplikasinya. Tapi bedanya, aplikasi di film ini bisa menghubungkan dengan arwah orang yang sudah meninggal,” katanya.
Bagi Junior Roberts, perjalanan Arya dan Laras bukan hanya tentang ketakutan terhadap dunia gaib. Ada tragedi yang menjadi jantung cerita: dua orang yang sudah merencanakan masa depan, tetapi dipaksa berpisah sebelum sempat mewujudkannya.
“Buat aku cerita Arya dan Laras itu seperti sepasang kekasih yang sudah merencanakan sesuatu yang indah tapi malah berakhir menjadi tragedi,” ujar Junior.
Di tangan Dimas Anggara, Aplikasi Iblis tampaknya ingin membuktikan bahwa horor tidak selalu datang dari rumah tua, kuburan, atau lorong gelap. Kadang-kadang, ia justru bersembunyi di benda yang paling sering kita sentuh. Sebuah perangkat kecil di telapak tangan. Sebuah layar yang menyala di tengah malam. Sebuah aplikasi yang menawarkan kesempatan kedua.
Sebelumnya, Dimas telah mengarahkan film #OOTD yang diproduksi NIH Pictures. Kini, ia kembali membawa gagasan kreatifnya ke jalur yang berbeda lebih gelap, lebih mencekam, sekaligus sangat relevan dengan kehidupan yang semakin bergantung pada teknologi.
Sebab mungkin, di era digital seperti sekarang, manusia memang bisa menyimpan foto, video, suara, bahkan percakapan orang yang telah tiada.
Tetapi satu hal tetap menjadi misteri: ketika seseorang yang sudah mati tiba-tiba kembali menghubungi kita, apakah itu benar-benar orang yang kita rindukan?
Atau justru sesuatu yang sejak awal hanya menunggu kita membuka pintu?
Jawabannya akan hadir ketika Aplikasi Iblis mulai meneror layar lebar Indonesia pada 15 Oktober 2026. Satu hal yang pasti, setelah film ini, mungkin ada yang akan berpikir dua kali sebelum mengunduh aplikasi misterius terutama jika aplikasi itu menjanjikan bisa mempertemukan kita dengan orang yang telah pergi.