Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Infotainment/Bukan Sekadar Perang Melawan Belanda, Merah Sebelum Fajar Ungkap Luka Bangsa Usai Merdeka
Infotainment

Bukan Sekadar Perang Melawan Belanda, Merah Sebelum Fajar Ungkap Luka Bangsa Usai Merdeka

By admin
October 28, 2026 3 Min Read
0

PagipagiNews.com|JAKARTA– Nicholas Saputra tak sekadar menjadi pemeran utama dalam film Merah Sebelum Fajar (Red Before Dawn) garapan sutradara Garin Nugroho. Aktor yang memerankan Frans itu juga bertindak sebagai produser sekaligus pencetus gagasan film yang mengangkat sisi lain perjuangan Indonesia pada awal kemerdekaan.

Gagasan tersebut berawal sekitar dua hingga tiga tahun lalu, ketika Nicholas dan Garin bekerja sama dalam film musikal Siapa Dia. Dari proses itu, keduanya melihat adanya periode penting dalam sejarah Indonesia yang belum banyak diangkat melalui layar lebar, yakni masa awal setelah proklamasi kemerdekaan pada 1945.

“Semuanya dimulai sekitar dua atau tiga tahun lalu saat saya dan Garin syuting. Saya sebagai aktor, dan Garin sebagai sutradara,” kata Nicholas dalam Siaran Pers,Rabu(27/10)

Menurut Nicholas, kisah perjuangan Indonesia selama periode 1946–1949 tidak hanya berkaitan dengan pertempuran melawan upaya kembalinya kekuasaan kolonial. Ada pula kehidupan masyarakat sipil yang menghadapi ketidakpastian, ketakutan, dan kekerasan di tengah proses pembentukan negara baru.

“Tapi ada era yang jarang dibicarakan di negara kami, yaitu tahun-tahun awal sejak kemerdekaan diproklamasikan, pada 1946–1949,” ujar Nicholas.

Sebagai produser Atarui Films, Nicholas kemudian menyampaikan gagasan tersebut kepada Garin Nugroho, sutradara yang dikenal kerap mengangkat tema sejarah dan persoalan sosial melalui pendekatan sinematik.

Garin menyambut gagasan itu. Bersama penulis Dirmawan Hatta, ia mengembangkan cerita yang tidak hanya merekam perjuangan melawan penjajahan, tetapi juga menyoroti kekerasan dan perpecahan yang terjadi di antara sesama anak bangsa.

“Ya, karena terlalu banyak kekerasan dan ketidakberdayaan di dunia ini. Dan ketika Nicho menawarkan ini, menurut saya harus dibuat film ini,” tutur Garin.

Menyuarakan Perlawanan terhadap Kekerasan

Bagi Garin, Merah Sebelum Fajar bukan sekadar film berlatar sejarah. Karya ini juga menjadi medium untuk menyampaikan kegelisahannya terhadap kekerasan dan peperangan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk persoalan yang relevan dengan situasi Indonesia saat ini.

Melalui film tersebut, Garin mengajak penonton merenungkan kembali arti kemerdekaan dan kemanusiaan. Ia juga ingin membuka ruang pembicaraan mengenai sisi sejarah yang belum banyak diketahui masyarakat, khususnya generasi muda.

“Dan saatnya memang harus dibuka, untuk direnungi,” katanya.

Film ini mengambil latar Indonesia pada 1946, setahun setelah proklamasi kemerdekaan. Saat itu, situasi politik dan keamanan masih jauh dari stabil. Setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II, Belanda kembali ke Indonesia dengan membonceng pasukan Sekutu. Rakyat Indonesia menolak kembalinya kekuasaan kolonial yang berusaha menguasai wilayah Nusantara.

Di tengah situasi tersebut, perjuangan mempertahankan kemerdekaan berlangsung bersamaan dengan berbagai ketegangan sosial dan konflik antarkelompok.

Perjalanan Menuju Yogyakarta

Merah Sebelum Fajar mengikuti perjalanan Frans, seorang ahli tambang keturunan Belanda-Indonesia yang harus membawa dokumen penting dari Jakarta menuju Yogyakarta, ibu kota sementara Republik Indonesia.

Dokumen tersebut diharapkan dapat membantu pemerintahan baru mengelola kekayaan sumber daya mineral Indonesia. Namun, perjalanan itu bukan sekadar urusan membawa dokumen. Di tengah situasi yang penuh kecurigaan dan ancaman, Frans harus berhadapan dengan kenyataan bahwa perjuangan membangun sebuah negara tidak selalu berjalan dalam kesatuan.

Frans ditemani Qasim, pria keturunan India yang gemar mengutip karya sastrawan Rabindranath Tagore, diperankan Bront Palarae. Ada pula seorang calon perawat keturunan Tionghoa yang dimainkan Laura Basuki, penyanyi keliling yang diperankan Tissa Biani, serta Arya, teknisi radio tunanetra yang diperankan Nagra Pakusadewo.

Arya meyakini bahwa nasib rakyat bergantung pada kemampuan mereka untuk saling berkomunikasi dari berbagai penjuru negeri.

Perjalanan mereka mempertemukan beragam latar belakang etnis, agama, dan pandangan hidup. Namun, perbedaan itu tidak selalu mudah disatukan, bahkan ketika mereka menghadapi musuh yang sama.

Kecurigaan, pertentangan, dan pertumpahan darah menjadi bagian dari realitas yang harus mereka hadapi. Melalui kisah para tokohnya, film ini menggambarkan betapa rumitnya perjalanan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus membangun persatuan.

Wakil Indonesia di Tokyo International Film Festival 2026

Merah Sebelum Fajar menjadi satu-satunya film perwakilan Indonesia yang masuk kompetisi utama Tokyo International Film Festival 2026. Film tersebut bersaing dengan 14 karya lainnya dari berbagai negara.

Pengumuman pemenang kompetisi dijadwalkan berlangsung pada hari terakhir festival, 4 November 2026.

Setelah mengikuti festival internasional tersebut, Merah Sebelum Fajar akan menyapa penonton Indonesia melalui penayangan di bioskop mulai 21 Januari 2027.

Lewat film ini, Nicholas Saputra dan Garin Nugroho menghadirkan pengingat bahwa sejarah kemerdekaan tidak hanya dibentuk oleh pertempuran dan tokoh-tokoh besar. Di baliknya, ada kehidupan masyarakat sipil, perbedaan yang belum terselesaikan, serta perjuangan panjang untuk membangun sebuah bangsa yang bersatu.[**]Foto : Instagram@merahsebelumfajar

Tags:

GarinNugrohoMerahSebelumFajarNicholasSaputraPagipagiNewsRedBeforeDawn
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Fadli Zon: Musik Indonesia Punya Peluang Besar Menaklukkan Pasar Dunia

Next

Sumpah Pemuda ke-98, Fadli Zon Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Pemajuan Budaya

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Pramono Bidik Jakarta Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan
  • Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca, TNI Suplai Logistik ke Palembang dan Banjarmasin
  • Singapura Panggil 10 Perusahaan Terkait Karhutla, Siapkan Sanksi Pidana atas Kabut Asap
  • Tjandra Moh. Amin Gelar Pameran Foto, Angkat Momen Legendaris Widodo C Putra
  • Hajatan Setan: Ketika Pesta Berubah Jadi Malam Kematian

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Pramono Bidik Jakarta Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan
    by admin
    October 29, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Welcome to the ultimate source for fresh perspectives! Explore curated content to enlighten, entertain and engage global readers.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Yura Yunita kembali menghadirkan karya musik yang tidak… Read more: Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
  • Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
    PagipagiNews.com|JAKARTA— Dua musisi sekaligus pencipta lagu perempuan, Yura Yunita dan… Read more: Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
  • Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengajak suporter Persija… Read more: Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik

Pages

Contact

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b