Pangrango Harmoni Hadirkan Ekraf, Budaya, dan Peluang Pasar di Cibodas
PagipagiNews.com|JAKARTA– Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyambut positif rencana penyelenggaraan Pangrango Harmoni – Festival Ekonomi Kreatif yang akan berlangsung di Taman Golf Cibodas, Jawa Barat, 23–25 Oktober 2026.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai festival tersebut dapat menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kreativitas daerah dengan pasar, komunitas, sekaligus masyarakat luas.
Hal itu disampaikan Teuku Riefky saat menerima audiensi Barisan Penegak Indonesia Raya (BAPINDRA) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
“Pangrango Harmoni dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kreativitas daerah dengan pasar, komunitas, dan masyarakat. Festival seperti ini tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga membuka peluang promosi, jejaring, dan pengembangan usaha bagi pelaku ekonomi kreatif,” ujar Teuku Riefky.
Mengusung tema “Kreativitas, Inovasi, dan Dukungan Pertumbuhan Ekonomi Kreatif”, Pangrango Harmoni diarahkan untuk membuka akses pasar bagi pelaku ekraf dan UMKM berbasis ekonomi kreatif, dari tingkat daerah hingga nasional.
Festival ini juga diharapkan mendorong peningkatan keterampilan, inovasi, kreativitas, serta daya saing pelaku ekraf.
Beragam subsektor kreatif akan hadir melalui Creative Space & Exhibition, mulai dari kriya, musik, fesyen, desain, konten, teknologi digital hingga audio-visual. Rangkaian acara turut menghadirkan kuliner, panggung seni dan hiburan, serta permainan berbasis budaya melalui Festival Layang-Layang.
Ketua Panitia Pangrango Harmoni, Achsanul Haq Dault, mengatakan kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar sebagai festival, tetapi menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif yang bertumpu pada potensi lokal.
Menurutnya, Festival Layang-Layang menjadi salah satu ruang untuk mengeksplorasi kreativitas masyarakat sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi di daerah dan desa.
“Penyelenggaraan Pangrango Harmoni ini kami harapkan dapat menjadi sebuah kegiatan yang sukses dan berkelanjutan. Ke depan, kami ingin kegiatan ini dapat diselenggarakan setiap tahun di berbagai lokasi sebagai salah satu upaya untuk mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas di Indonesia,” kata Achsanul.
Dalam audiensi tersebut turut hadir Ketua BAPINDRA Suherlan dan Sekretaris Panitia Yandri Akbar Pasaribu. Sementara Menekraf didampingi Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekraf Dadam Mahdar.
Pangrango Harmoni diharapkan menjadi titik temu antara kreativitas, budaya, komunitas, dan peluang usaha, sekaligus memperluas ruang bagi karya-karya lokal untuk tumbuh dan menemukan.(**)