Wanara Alas Roban: Ketika Sendratari Menjelma Jadi Mesin Ekonomi Kreatif
PagipagiNews.com|BATANG – Sendratari Wanara Alas Roban tak lagi sekadar pertunjukan seni. Di tangan ekonomi kreatif, kisah tentang hutan dan peradaban itu diproyeksikan menjadi kekayaan intelektual (IP) strategis daerah yang mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melihat sendratari memiliki potensi ekonomi berkelanjutan. Bukan hanya tari dan musik, produksinya turut menghidupkan subsektor busana, kriya, tata rias, desain panggung, pencahayaan, multimedia hingga kuliner lokal.
“Sendratari bukan lagi sekadar pementasan seni panggung konvensional, melainkan purwarupa Kekayaan Intelektual atau IP strategis daerah yang mampu menggerakkan multi-subsektor ekonomi kreatif secara serentak,” ujar Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu, saat menghadiri pertunjukan Sendratari Wanara Alas Roban di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (20/9/2026).
Melalui program Akselerasi Seni Pertunjukan Indonesia (SEJUKIN), Kementerian Ekraf memberikan pendampingan mulai dari peningkatan kapasitas SDM, penguatan tata kelola sanggar, koreografi, branding karya hingga manajemen panggung.
Penguatan itu diarahkan agar komunitas seni daerah tak hanya mampu menghasilkan karya, tetapi juga membangun ekosistem yang profesional dan mandiri secara finansial.
Potensi Wanara Alas Roban bahkan dapat dikembangkan lebih jauh. Narasi dan karakter yang lahir dari cerita rakyat dapat dihilirkan menjadi berbagai produk kreatif, seperti animasi dan gim.
Dengan kekuatan cerita lokal, nilai filosofis, serta teknologi imersif, sendratari dinilai memiliki peluang untuk tampil di panggung internasional sekaligus membawa identitas budaya Indonesia.
“Dengan orisinalitas cerita rakyat, nilai filosofis yang mendalam, serta integrasi teknologi imersif yang dikawinkan dengan akar budaya tradisional, sendratari kita sudah sangat siap melangkah ke panggung global,” kata Yuke.
Mengusung tema “Penjaga Hutan, Penjaga Peradaban”, Sendratari Wanara Alas Roban merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Batang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Pariwisata, DPR RI, Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Batang, dan komunitas seni lokal.
Pagelaran kolosal tersebut dirancang sebagai festival sehari penuh yang memadukan pertunjukan tari dan musik etnik, festival UMKM, kuliner lokal hingga lighting show.
Lebih dari 180 pelaku seni dan 50 UMKM lokal terlibat. Sebuah gambaran bahwa ketika budaya bertemu kreativitas, panggung pertunjukan bisa berubah menjadi mesin penggerak ekonomi daerah.(**)