Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Lifestyle/Kementerian Kebudayaan Umumkan 20 Pemenang Sayembara Film Kepahlawanan 2026
Lifestyle

Kementerian Kebudayaan Umumkan 20 Pemenang Sayembara Film Kepahlawanan 2026

By admin
September 7, 2026 3 Min Read
0

PagipagiNews.com|JAKARTA — Kementerian Kebudayaan mengumumkan 20 pemenang Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat genre film kepahlawanan sekaligus menghadirkan kembali kisah perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui medium sinema.

Pengumuman pemenang digelar dalam acara “Pengumuman Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan” di Graha Utama, Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

Sebanyak 20 karya terpilih terdiri dari tujuh pemenang kategori Film Panjang dan 13 pemenang kategori Film Pendek.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, program tersebut merupakan langkah afirmatif untuk memperkuat genre film kepahlawanan dalam ekosistem perfilman nasional.

“Genre film kepahlawanan membutuhkan afirmasi agar semakin berkembang dalam ekosistem perfilman Indonesia,” ujar Fadli.

Menurut dia, film dapat menjadi medium untuk menghadirkan kembali berbagai peristiwa penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945-1950.

Selain menghibur, karya-karya tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai kepahlawanan, patriotisme, nasionalisme, dan keteladanan.

Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 menerima 143 proposal selama masa pendaftaran pada 10 Juli-10 Agustus 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 54 proposal kategori Film Panjang dan 89 proposal kategori Film Pendek.

Seluruh proposal menjalani sejumlah tahapan seleksi, mulai dari pemeriksaan administrasi, penilaian proposal dan naskah, presentasi atau pitching, hingga rapat pleno dewan juri.

Penilaian mencakup kekuatan gagasan, kualitas dan relevansi cerita, kesiapan produksi, pendekatan sinematik, serta kesesuaian narasi dengan konteks perjuangan bangsa Indonesia pada periode 1945-1950.

Kementerian Kebudayaan juga melibatkan sineas dan sejarawan dalam dewan juri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan karya yang terpilih memiliki kekuatan artistik sekaligus ketepatan dalam menggambarkan latar sejarah.

7 Film Panjang

Tujuh karya yang terpilih dalam kategori Film Panjang yakni Barisan Penghibur, dengan produser Nia Zulkarnaen, sutradara Ari Sihasale, dan penulis skenario Sugeng Wahyudi.

Berikutnya Hoegeng: Yang Ada Tinggal Nama, dengan produser Giovanni Rahmadeva, Axel Hadiningrat, dan Krisnadi Ramajaya Hoegeng. Film tersebut disutradarai Loeloe Hendra Komara, dengan skenario ditulis Krisnadi Ramajaya Hoegeng dan Loeloe Hendra Komara.

Pemenang lainnya adalah Rengasdengklok, dengan produser Taufan Adryan, sutradara Farishad I. Latjuba, serta penulis skenario Ifan Ismail.

Kemudian Kapalselam Kalibayam, dengan produser Dani Rachman Fauzi, sutradara Kuntz Agus, dan penulis skenario Tito Imanda.

Tiga film lainnya adalah Sakura di Telawang, Rai, dan Pintu Tertutup.

Sakura di Telawang diproduseri Hamonangan, disutradarai Lola Amaria, dengan skenario Ni Ketut Yuni Suastini. Rai diproduseri Parama Adi Wirasmo, disutradarai Rako Prijanto, dengan skenario Tamawal Frans M.

Sementara Pintu Tertutup diproduseri Wiendy Widasari, disutradarai Hanny R. Saputra, dan ditulis Abdurrohman Syakbani Nasution.

13 Film Pendek

Untuk kategori Film Pendek, 13 karya yang terpilih yakni Arang Kobar Juang, Belantara Raya, Buleun Purnama, di Nanggroe, Djoeang, Desing Peluru Tak Bertuan, Ibu Raih, Jam 7 Pagi (Makassar, 1947), Menara Terakhir, Operasi Malino: Lembar yang Hilang, Seriboe Soedirman, Suara Republik, Timur 1950, dan Yang Tenggelam Saat Fajar.

Arang Kobar Juang diproduseri Dhiwangkara Seta, disutradarai sekaligus ditulis Noel Pendawa. Belantara Raya diproduseri Rifqi Mardhani, disutradarai Ilham Prajatama, dengan skenario Dafriansyah Putra.

Buleun Purnama, di Nanggroe diproduseri Asmara Abigail dan Dani Huda, disutradarai Dani Huda, dengan skenario Dani Huda, Chandra Cahyana, dan Raisa Kamila.

Sementara Djoeang diproduseri Darah Fanny Chotimah, disutradarai Reni Apriliana, dengan skenario Ardhika Surya Adhi. Desing Peluru Tak Bertuan diproduseri Iqbal Mohammad Hamdan, disutradarai sekaligus ditulis Sandi Akbar Paputungan.

Karya lainnya adalah Ibu Raih yang diproduseri Theo Maulana dan disutradarai sekaligus ditulis Janice Angelica; Jam 7 Pagi (Makassar, 1947) yang diproduseri Ayu Kartika dan disutradarai sekaligus ditulis Zhaddam A. Nurdin; serta Menara Terakhir yang diproduseri Gerald A., disutradarai Sarah Adilah, dan ditulis Mohammad Iqbal.

Operasi Malino: Lembar yang Hilang diproduseri Muhammad Ilham Mustain Murda, disutradarai Wahyu Mika, dengan skenario Wahyu Mika dan Muhammad Ilham Mustain Murda.

Tiga karya lainnya ialah Seriboe Soedirman, yang diproduseri Nisa F., disutradarai Edy Wibowo, dengan skenario Tri Wahyudi dan Suharmono; Suara Republik, diproduseri Muhammad Kholiq, disutradarai BW Purbanegara, dengan skenario Luhki Herwanayogi; Timur 1950, diproduseri Andi Arfan Sabran, disutradarai Muh. Ishak Iskandar, dengan skenario Andi Arfan Sabran; serta Yang Tenggelam Saat Fajar, diproduseri Ronantikarania, disutradarai May Ramadhan, dengan skenario May Ramadhan dan Zydan Nabil.

Fadli berharap film-film yang dihasilkan tidak hanya memiliki kekuatan artistik dan sinematik, tetapi juga berangkat dari riset yang kuat sehingga mampu menghadirkan sejarah secara akurat.

“Kita ingin film-film ini selain kuat secara artistik dan sinematik, tetapi juga berbasis penelitian dan akurat secara sejarah,” kata Fadli.

Ia menambahkan, film-film tersebut diharapkan dapat menghidupkan kembali literasi kepahlawanan dan mendekatkan generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, dengan sejarah serta nilai-nilai perjuangan bangsa.

Menurut Kementerian Kebudayaan, program ini juga membuka ruang kolaborasi antara sineas dengan berbagai bidang keahlian yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap ekosistem perfilman nasional semakin kuat dan mampu melahirkan karya yang tidak hanya bernilai sinematik, tetapi juga memperkaya narasi sejarah dan kepahlawanan Indonesia.(**)

Tags:

FadliZonFilmIndonesiaKemenbudRI
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Wamenekraf Dorong Talenta Perempuan Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif

Next

Dari Liverpool, Kirribilly Tertahan di Singapura: Ada Keluarga yang Menunggu di Rumah

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bukan Sekadar Piringan Hitam, Fadli Zon Ingin Vinyl Jadi Jejak Sejarah Musik Indonesia
  • Inside The Radio Buka Era Baru lewat Single “Miss Takes”
  • Pendaftaran BeZakat 2026 Diperpanjang, Mahasiswa Baru Masih Punya Waktu hingga 14 September
  • Sidang Praperadilan Notaris Lily Memanas, Artahsasta Pertanyakan Dasar Penetapan Tersangka
  • Hanya  2 Hari! “SaWaDiKa” Antar Lisa BLACKPINK Jadi Pemegang Rekor MV Tercepat 2026

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Bukan Sekadar Piringan Hitam, Fadli Zon Ingin Vinyl Jadi Jejak Sejarah Musik Indonesia
    by admin
    September 8, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b