Peringati HUT ke-81 RI, KKP dan Warga Rote Ndao Angkut 3,27 Ton Sampah dari Pantai Papela
PagipagiNews.com|ROTE NDAO — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama lebih dari 450 masyarakat Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, membersihkan Pantai Papela, Kecamatan Rote Timur, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Aksi bersih pantai yang digelar pada Selasa (19/8/2026) tersebut berhasil mengumpulkan 3,27 ton sampah.
Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum deklarasi program Laut Sehat Bebas Sampah (Laut SEBASAH) serta dukungan terhadap pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) menuju swasembada garam nasional.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara mengatakan, pengembangan kawasan industri garam harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan lingkungan pesisir.
“K-SIGN harus tumbuh bersama lingkungan pesisir yang sehat. Menjaga kebersihan laut dan pantai merupakan bagian penting dalam membangun kawasan garam yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Rote,” ujar Koswara dalam keterangan resmi, Rabu (19/8/2026).
Dari total sampah yang dikumpulkan, sebanyak 1.962 kilogram merupakan sampah organik, sedangkan 1.308 kilogram lainnya sampah anorganik.
Koswara mengatakan, aksi bersih pantai perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurut dia, kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan mengurangi sampah yang sudah mencemari pesisir, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Upaya tersebut mencakup pengurangan penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, menekan timbulan sampah, hingga mencegah sampah masuk ke laut sejak dari sumbernya.
Laut Sehat Tanggung Jawab Bersama
Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Ahmad Aris mengatakan deklarasi Laut SEBASAH menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa kebersihan laut merupakan tanggung jawab bersama.
“Laut yang sehat adalah tanggung jawab bersama. Melalui aksi ini, masyarakat juga bagian penting dalam menjaga pesisir sebagai ruang hidup dan sumber penghidupan,” kata Ahmad.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Pantai dan laut tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi ruang kehidupan sekaligus sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir.
Sementara itu, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Daniel W. Nalle mengatakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu terus diperkuat.
Sinergi tersebut diperlukan untuk menangani persoalan sampah secara lebih menyeluruh sehingga sampah tidak berakhir mencemari laut.
Aksi di Pantai Papela menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Dengan kolaborasi pemerintah dan masyarakat, kawasan pesisir Rote Ndao diharapkan tetap terjaga sekaligus mampu mendukung pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.