Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Nasional/Menuju Indonesia Emas 2045, Meutya Ingatkan Generasi Muda Kuasai AI Tanpa Kehilangan Empati
Nasional

Menuju Indonesia Emas 2045, Meutya Ingatkan Generasi Muda Kuasai AI Tanpa Kehilangan Empati

By admin
October 31, 2026 4 Min Read
0

PagipagiNews.com|JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak generasi muda Indonesia mengambil peran lebih besar dalam menentukan masa depan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Anak muda tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus berani menciptakan inovasi dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Meutya saat menjadi pembicara dalam Indonesia Youth Summit 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).

Menurut Meutya, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan digital dunia. Namun, peluang itu harus diikuti keberanian membangun teknologi, mengembangkan pengetahuan, serta melahirkan inovasi karya anak bangsa.

“Dalam 20 tahun menuju Indonesia Emas 2045, kita juga perlu bertanya, apakah Indonesia akan menjadi bangsa pengguna teknologi yang diciptakan oleh bangsa lain, atau kita ingin bergerak menjadi bangsa yang ikut menciptakan teknologi, pengetahuan, dan juga solusi bagi dunia,” ujar Meutya.

Ia menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan ekonomi digital. Saat ini, terdapat sekitar 260 juta pengguna internet di Indonesia, dengan kontribusi mencapai 30 persen dari total ekonomi digital ASEAN.

Meski demikian, besarnya adopsi teknologi tidak boleh hanya diukur dari jumlah pengguna. Peningkatan produktivitas, kapasitas inovasi, serta perlindungan masyarakat harus menjadi bagian penting dari transformasi digital.

Meutya menegaskan, pemerintah mendorong tiga agenda utama transformasi digital, yakni terhubung, bertumbuh, dan terjaga.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi digital tidak boleh mengorbankan nilai kemanusiaan, terutama perlindungan anak dan masyarakat dari berbagai risiko ruang digital, seperti pornografi, judi online, hingga disinformasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Tidak ada pertumbuhan ekonomi setinggi apa pun yang layak dikejar kalau nilai-nilai kemanusiaan kita menjadi hilang, diterabas oleh mesin-mesin ini,” tegasnya.

AI Mengubah Peta Pekerjaan

Perkembangan AI juga membawa perubahan besar terhadap dunia kerja. Meutya memaparkan proyeksi bahwa pada 2030 sekitar 92 juta pekerjaan berpotensi tergantikan, tetapi pada saat bersamaan akan muncul 170 juta pekerjaan baru.

Perubahan tersebut menuntut generasi muda membekali diri dengan keterampilan baru, terutama kemampuan teknologi dan kolaborasi dengan AI.

Ia menyebutkan, sebanyak 62 persen perusahaan mencari tenaga kerja yang mampu bekerja dengan AI, sementara 77 persen perusahaan melakukan peningkatan dan pengembangan keterampilan pekerjanya.

Pekerjaan rutin, repetitif, dan mudah distandardisasi menjadi kelompok yang paling rentan mengalami otomatisasi. Sebaliknya, kebutuhan tenaga kerja di bidang big data, fintech, kecerdasan artifisial, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak diperkirakan terus meningkat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mendorong penguatan pendidikan sains dan teknologi, riset, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, startup, dan investor.

Salah satu upaya yang dikembangkan adalah Garuda Spark Innovation Hub. Program ini telah menghadirkan 10 Innovation Hub, menjangkau 15.700 talenta, membina 80 startup, serta mencatat investasi langsung senilai Rp429,5 miliar.

Meutya mengatakan, pengembangan ekosistem AI membutuhkan dukungan infrastruktur digital dan komputasi, ketersediaan data berkualitas, talenta unggul, riset, inovasi, serta akses pembiayaan dan pasar.

Regulasi AI Bukan untuk Menghambat Inovasi

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat tata kelola kecerdasan artifisial melalui pengajuan Peraturan Presiden tentang Etika AI dan Peta Jalan AI.

Regulasi tersebut diperlukan agar perkembangan teknologi berlangsung secara aman, bertanggung jawab, dan tetap memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Bukan untuk menghambat inovasi, tapi untuk membuat sebuah inovasi itu aman dan secure, karena pemerintah juga tugasnya adalah melakukan perlindungan bagi rakyatnya dalam hal apa pun,” jelas Meutya.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar memiliki tiga kemampuan utama dalam menghadapi perkembangan AI, yakni berpikir kritis dan berani bertanya, berani menciptakan inovasi, serta bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Menurutnya, kemudahan mengakses AI jangan sampai membuat anak muda terlena menjadi konsumen teknologi. Justru teknologi harus dimanfaatkan untuk melahirkan karya yang menjawab persoalan masyarakat.

“Menjadi pengguna itu memang nyaman sekali, teman-teman. Saking nyamannya, kita cenderung akan memilih menjadi pengguna saja,” ujarnya.

Meutya mencontohkan pemanfaatan AI dan Internet of Things (IoT) yang sudah mulai memberikan dampak di berbagai daerah.

Teknologi tersebut antara lain digunakan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lumbung padi di Sragen, membantu petambak ikan nila di Sukabumi menghemat penggunaan listrik, serta mendukung pelaku UMKM membaca data pelanggan.

Ia menekankan pentingnya keberagaman data dalam pengembangan AI. Tanpa data yang representatif, teknologi berisiko menghasilkan bias dan tidak mampu menggambarkan kebutuhan masyarakat Indonesia secara utuh.

“AI baru menjadi bisa dipertanggungjawabkan ketika dia mengoleksi data yang beragam. Selama belum, maka dia menjadi teknologi yang sangat bias,” ungkapnya.

Manusia Harus Tetap Memegang Kendali

Menutup paparannya, Meutya mengingatkan bahwa secanggih apa pun perkembangan AI, manusia harus tetap menjadi pemegang kendali, terutama dalam menentukan keputusan.

Menjelang 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028, ia mengajak generasi muda menyatukan pengetahuan, keberanian berinovasi, dan pemanfaatan teknologi untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan berdaya saing.

Namun, kemajuan tersebut harus tetap berlandaskan nilai kemanusiaan, empati, dan kecintaan terhadap tanah air.

“Meskipun teknologi sudah bisa seperti itu, keputusan akhir harus ada di manusia. Kita harus jadi pemimpin dari AI itu sendiri. Ada beberapa hal yang tidak bisa digantikan, ada empati, dan juga terakhir yang paling utama, cinta tanah air, karena AI tidak punya tanah air,” pungkas Meutya.[**]

Tags:

ArtificialIntelligenceKomdigiMeutyaHafidPagipagiNews
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Bukan Sekadar Film Aktivisme, Laut Bercerita Bicara Cinta, Keluarga, dan Kehilangan

Next

Bukan Sekadar Konser, KMI 2026 Siapkan Sirkuit Venue Musik Antarkota

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Asrama Putri Cempaka Simpan Misteri, Cassandra Lee Hadapi Teror di Film ORANG SEBELAH
  • Bukan Sekadar Konser, KMI 2026 Siapkan Sirkuit Venue Musik Antarkota
  • Menuju Indonesia Emas 2045, Meutya Ingatkan Generasi Muda Kuasai AI Tanpa Kehilangan Empati
  • Bukan Sekadar Film Aktivisme, Laut Bercerita Bicara Cinta, Keluarga, dan Kehilangan
  • Patrick Stewart Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun, Dunia Film Kehilangan Kapten Picard dan Profesor X

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Asrama Putri Cempaka Simpan Misteri, Cassandra Lee Hadapi Teror di Film ORANG SEBELAH
    by admin
    October 31, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Welcome to the ultimate source for fresh perspectives! Explore curated content to enlighten, entertain and engage global readers.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Yura Yunita kembali menghadirkan karya musik yang tidak… Read more: Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
  • Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
    PagipagiNews.com|JAKARTA— Dua musisi sekaligus pencipta lagu perempuan, Yura Yunita dan… Read more: Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
  • Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengajak suporter Persija… Read more: Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik

Pages

Contact

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b