Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Lifestyle/Merawat Api Pemikiran W.S. Rendra, Seniman Lintas Generasi Bersatu di Panggung Musikalisasi Puisi
Lifestyle

Merawat Api Pemikiran W.S. Rendra, Seniman Lintas Generasi Bersatu di Panggung Musikalisasi Puisi

By admin
October 27, 2026 4 Min Read
0

PagipagiNews.co|SURAKARTA -|Puisi bukan sekadar rangkaian kata. Di tangan W.S. Rendra, puisi menjelma suara nurani, kritik sosial, sekaligus pernyataan tentang kebebasan manusia. Semangat itulah yang hendak dihidupkan kembali melalui konser musikalisasi puisi Mengolah Daya Hidup: Memperingati 91 Tahun W.S. Rendra di Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Surakarta, Senin (9/11/2026).

Konser tersebut mempertemukan seniman lintas generasi, mulai dari sahabat dan murid Rendra hingga para pelaku seni yang mewakili beragam ekspresi musikal dan teatrikal. Musik, pembacaan puisi, tari, dan teater akan dirajut menjadi satu pertunjukan untuk merawat warisan kesenian sekaligus mempertemukan pemikiran Rendra dengan kegelisahan zaman sekarang.

Produser konser, Farchan Asy’ary, mengatakan karya-karya Rendra memiliki kekuatan musikal sekaligus kedalaman pemikiran yang membuatnya terus relevan untuk dibaca dan ditafsirkan kembali.

“Karya puitis Rendra senantiasa menyimpan ritme batin yang musikal. Konser ini menjadi jembatan kultural untuk merawat pusaka rasa sang maestro, memastikan laku hidup dan ketajaman berpikirnya tetap hidup di nadi generasi masa kini,” ujar Farchan dalam jumpa pers di Pendopo TBJT, Selasa (27/10/2026).

Menurut Farchan, Mengolah Daya Hidup tidak berhenti sebagai pertunjukan untuk mengenang seorang penyair besar. Perhelatan ini juga menjadi ruang untuk menelusuri kembali hubungan antara seni, kehidupan, dan keberanian menyuarakan persoalan kemanusiaan.

Musik dan puisi, dalam kerangka tersebut, bukan semata-mata hiburan. Keduanya menjadi medium untuk mengasah kepekaan sosial, merawat kebebasan berekspresi, serta menjaga vitalitas kehidupan di tengah perubahan zaman.

Puisi, musik, dan kritik sosial dalam satu panggung

Sutradara pertunjukan, Iwan Burnani Toni, menjelaskan bahwa gagasan Mengolah Daya Hidup berangkat dari cara Rendra menempatkan seni dan sastra sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Bagi Rendra, seni tidak semestinya terkurung dalam menara gading. Karya seni harus mampu merespons realitas, menyuarakan kegelisahan sosial-politik, serta mempertahankan kewarasan nurani manusia.

“Konser ini mereaktualisasikan esensi tersebut. Karya-karya Rendra yang sarat kritik, cinta, dan spiritualitas tidak dibiarkan menjadi artefak masa lalu yang kaku,” kata Iwan.

Melalui aransemen musik modern dan kontemporer, puisi-puisi Rendra akan dihadirkan dalam bentuk pertunjukan yang memadukan kekuatan kata, bunyi, gerak, dan penjiwaan. Pendekatan ini diharapkan membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal Rendra bukan hanya sebagai nama besar dalam sejarah sastra Indonesia, melainkan juga sebagai pemikir yang gagasannya tetap dapat berdialog dengan persoalan hari ini.

Reuni lintas generasi

Salah satu daya tarik konser ini adalah keterlibatan sejumlah seniman dengan latar belakang dan perjalanan artistik yang beragam.

Daftar penampil antara lain mencakup Sawung Jabo, Setiawan Djody, Butet Kartaredjasa, Didi Nini Thowok, Suzan Piper, Untung Basuki, Dewo, Rere Grass Rock, Grisella, Sri Krishna Encik, Ine Arini Bastaman, Sruti Respati, Fajar Satriadi, D.S. Priyadi, dan Herman Aga.

Iwan Burnani Toni juga terlibat sebagai sutradara pertunjukan. Adapun unsur musik akan diperkuat oleh ansambel Sirkus Barock, Punden MusikPuisi, dan Merah Putih Band.

Sejumlah tokoh publik dan budayawan, yakni M.S. Kaban, Wiranto, Eep Saefulloh Fatah, Sandrina Malakiano, Romo Hartono, Farchan Asy’ary, serta Eddie Karsito, turut dijadwalkan berpartisipasi.

Menurut Eddie Karsito, bidang hubungan masyarakat konser, pertemuan para seniman tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan kembali beragam pengalaman dan pendekatan kesenian yang memiliki persinggungan dengan perjalanan Rendra.

“Konser ini laksana reuni akbar spiritual karena melibatkan langsung para murid, sahabat dekat, hingga musisi legendaris lintas generasi yang pernah bersinggungan langsung dengan napas kesenian Rendra,” ujar Eddie.

Perpaduan musik rock, balada, etnik, pembacaan puisi, dan teater diharapkan menghadirkan kekayaan ekspresi sekaligus memperlihatkan bahwa karya Rendra dapat terus hidup melalui beragam medium artistik.

Solo dan jejak kebudayaan Rendra

Pemilihan Surakarta sebagai lokasi pertunjukan juga memiliki arti tersendiri. Kota ini berkaitan erat dengan akar kebudayaan dan perjalanan awal Willibrodus Surendra Broto Rendra, yang dikenal luas sebagai W.S. Rendra atau Si Burung Merak.

Bagi Iwan, menghadirkan konser di Solo merupakan bagian dari upaya menghubungkan kembali warisan sang penyair dengan lingkungan kebudayaan yang membentuk perjalanan hidupnya.

“Membawa kembali legasinya ke tanah kelahirannya lewat pertunjukan kami pandang sebagai sebuah laku kebudayaan—sebuah tindakan untuk menghormati sejarah, merawat akar, dan menjaga agar api kebudayaan Indonesia yang menyala dalam diri Rendra tidak pernah padam,” kata Iwan.

Dengan demikian, konser ini tidak hanya berorientasi pada nostalgia. Pertunjukan tersebut hendak menjadikan ingatan terhadap Rendra sebagai titik berangkat untuk merawat tradisi, memperluas ruang kreativitas, dan menghidupkan kembali dialog antara seni dan masyarakat.

Merawat kebebasan berkesenian

Keterlibatan Sruti Respati dalam konser ini juga memiliki dimensi personal. Selain menjadi penampil, Sruti dipercaya sebagai manajer produksi.

Ia memiliki ikatan artistik dengan Bengkel Teater Rendra, terutama melalui keterlibatannya dalam produksi Suluk Hijau pada 2007. Pengalaman tersebut, menurut Sruti, menjadi salah satu titik penting dalam pembentukan karakter dan perjalanan keseniannya.

Bagi Sruti, mengenang Rendra tidak cukup dilakukan dengan mengulang karya-karyanya. Semangat kebebasan, kreativitas, dan keberanian berekspresi yang diwariskannya perlu terus diwujudkan dalam praktik kesenian.

“Kami percaya bahwa daya hidup dan kreativitas yang merdeka bukanlah sekadar konsep estetika di atas panggung. Hal tersebut adalah motor utama yang menggerakkan roda kesenian bagi setiap pelaku seni agar tetap relevan, tangguh, dan berdampak di tengah perubahan zaman,” ujar Sruti.

Konser Mengolah Daya Hidup: Memperingati 91 Tahun W.S. Rendra diselenggarakan oleh Yayasan Bengawan Solo Gong dengan dukungan tim kreatif SOCreative sebagai penyelenggara acara.

Yayasan Bengawan Solo Gong, yang didirikan di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 29 September 2026, dibentuk sebagai wadah bagi seniman, budayawan, akademisi, dan pencinta seni untuk mengembangkan kegiatan kebudayaan secara profesional dan berkelanjutan.

Sementara itu, SOCreative mengembangkan ekosistem kreativitas yang melibatkan talenta muda, kriya, dan seni rakyat Surakarta.

Melalui kolaborasi tersebut, konser ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan atas perjalanan seorang maestro, tetapi juga pengingat bahwa seni memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepekaan, kebebasan berpikir, dan martabat kemanusiaan.

Sebab, warisan terbesar seorang penyair bukan semata-mata puisi yang ditinggalkan, melainkan daya hidup pemikirannya yang terus menemukan pembaca, suara, dan panggung baru.[**]Foto : EdKar

Tags:

MengolahDayaHidupMusikalisasiPuisiSawungJaboSeniBudayaWSRendra
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Sherina Munaf Ajak Perempuan Lebih Peduli pada Diri Sendiri, Ini Tiga Caranya

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Merawat Api Pemikiran W.S. Rendra, Seniman Lintas Generasi Bersatu di Panggung Musikalisasi Puisi
  • Sherina Munaf Ajak Perempuan Lebih Peduli pada Diri Sendiri, Ini Tiga Caranya
  • Pertamina Hadirkan Mobil Mamografi Gratis, 1.166 Perempuan Jakarta Telah Dilayani
  • Menpora Erick Thohir: Anak Muda Jangan Lembek, Mental Pejuang Harus Jadi Kultur Bangsa
  • Dari Kaset ke Streaming, Royalti Musik Berubah tetapi Hak Pencipta Tetap Harus Terjaga

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Merawat Api Pemikiran W.S. Rendra, Seniman Lintas Generasi Bersatu di Panggung Musikalisasi Puisi
    by admin
    October 27, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Welcome to the ultimate source for fresh perspectives! Explore curated content to enlighten, entertain and engage global readers.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Yura Yunita kembali menghadirkan karya musik yang tidak… Read more: Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
  • Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
    PagipagiNews.com|JAKARTA— Dua musisi sekaligus pencipta lagu perempuan, Yura Yunita dan… Read more: Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
  • Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengajak suporter Persija… Read more: Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik

Pages

Contact

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b