Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Infotainment/Iwan Fals Apresiasi Pembinaan 1.000 Pemain Muda, Ingatkan Pentingnya Mental Kesatria
InfotainmentSport

Iwan Fals Apresiasi Pembinaan 1.000 Pemain Muda, Ingatkan Pentingnya Mental Kesatria

By admin
October 25, 2026 3 Min Read
0

PagipagiNews.com|JAKARTA— Musisi legendaris Iwan Fals menyempatkan diri menyaksikan pertandingan Liga Jakarta U-17 di Lapangan PSF-MBAU Pancoran, Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Kedatangannya bukan sekadar untuk menikmati permainan sepak bola usia muda, melainkan juga melihat langsung keseriusan sahabat lamanya, Erwiyantoro, yang akrab disapa Mbah Coco, dalam membina ribuan pemain remaja.

“Gue mau nonton 1.000 anak-anak yang dikelola Toro,” kata Iwan Fals setibanya di kompleks lapangan PSF Pancoran.

Kunjungan tersebut berawal dari pertemuan kembali dua sahabat yang pernah menimba ilmu di Sekolah Tinggi Publisistik. Pada Senin (19/10/2026), Erwiyantoro bertandang ke kediaman Iwan Fals di Leuwinanggung, Cibubur. Keduanya melepas rindu setelah hampir lima tahun tidak berjumpa.

Dalam pertemuan itu, Iwan mengaku terkejut mengetahui aktivitas Erwiyantoro pada masa senjanya. Alih-alih menghabiskan waktu untuk beristirahat, sahabatnya tersebut justru mencurahkan perhatian pada pembinaan pemain sepak bola usia remaja melalui kompetisi terorganisasi.

“Gue nggak yakin, apa benar Toro ngurus 1.000 anak remaja di wadah kompetisi. Siang ini, gue mampir, ternyata Toro serius ngurus anak-anak usia remaja,” ujar pelantun lagu-lagu kritik sosial tersebut.

Kesempatan itu sekaligus membangkitkan kerinduan Iwan untuk menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung. Ia mengaku terkesan dengan kondisi lapangan dan pengelolaan kompetisi yang dinilainya cukup tertata.

“Gue rindu juga ingin nonton anak-anak remaja main bola. Ternyata lapangan bagus, dan cara mengelola kompetisi lumayan rapi,” tutur Virgiawan Listanto, nama asli Iwan Fals.

Baru Duduk, Langsung Saksikan Pemain Adu Jotos

Namun, kunjungan yang semula diwarnai antusiasme itu mendadak berubah ketika Iwan menyaksikan insiden perkelahian antarpemain dalam pertandingan kedua di Lapangan Sintetis 2 PSF Pancoran.

Pada menit ke-26 pertandingan antara Satria Sanggeni dan ISA Diklat, dua pemain, Virsyal Vargas dari Satria Sanggeni dan Desta Adhytia dari ISA Diklat, terlibat perkelahian. Insiden itu terjadi tak lama setelah Iwan duduk di tribun untuk menyaksikan pertandingan.

Kedua pemain kemudian diganjar kartu merah. Bagi penyelenggara, kejadian tersebut menjadi catatan penting karena selama kompetisi berlangsung sejak musim 2025 hingga memasuki putaran kedua musim ini, perkelahian antarpemain seperti itu disebut baru pertama kali terjadi.

“Gue apes dong, baru duduk langsung ada tawuran,” ujar Iwan, menanggapi insiden yang disaksikannya secara langsung.

Komentar tersebut terasa ironis jika mengingat lagu “Mereka Ada di Jalan”, salah satu karya Iwan Fals yang terdapat dalam album Belum Ada Judul (1992). Kali ini, ia bukan sedang menyaksikan dinamika kehidupan di jalanan, melainkan persoalan disiplin dan pengendalian emosi di lapangan sepak bola.

Bakat Saja Tidak Cukup

Di balik insiden tersebut, Iwan melihat pentingnya pembinaan pemain muda yang tidak berhenti pada kemampuan teknik. Menurut dia, kompetisi usia remaja juga harus menjadi ruang pendidikan karakter, tempat pemain belajar menghormati lawan, mengendalikan emosi, dan mengutamakan kepentingan tim.

“Mereka harus diberi literasi pembelajaran disiplin, belajar bermain teamwork, dan belajar bermental kesatria. Mereka adalah pemain masa depan Indonesia. Wajib dibimbing dari skill, stamina, dan mentalnya. Ini tugasnya Toro untuk mengelola 1.000 pemain remaja,” tegasnya.

Pesan Iwan menjadi pengingat bahwa pembinaan sepak bola usia muda bukan semata-mata tentang mencetak gol, memenangkan pertandingan, atau membuka jalan menuju klub profesional. Ada karakter dan kedewasaan yang harus tumbuh bersamaan dengan keterampilan bermain.

Bagi para pemain yang masih berada dalam tahap pembentukan, kekalahan, provokasi, maupun keputusan wasit seharusnya menjadi bagian dari proses belajar. Kemampuan menerima keputusan, menghormati lawan, dan menjaga emosi merupakan bekal penting bagi siapa pun yang bercita-cita meniti karier di sepak bola profesional.

Kunjungan Iwan Fals pun menghadirkan dua sisi dari sebuah kompetisi pembinaan usia muda. Di satu sisi, ada lapangan yang tertata dan kesempatan bagi ribuan remaja untuk mengejar mimpi. Di sisi lain, ada pekerjaan rumah untuk memastikan bahwa mereka tidak hanya tumbuh menjadi pemain yang terampil, tetapi juga atlet yang disiplin dan bermental kesatria.

Sebab, masa depan sepak bola Indonesia tidak cukup dibangun dengan kaki-kaki yang terampil. Ia juga membutuhkan karakter kuat yang terbentuk sejak usia muda.[**]

Tags:

IwanFalsLigaJakartaU17PSFPancoran
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

37 Ribu Pelari dari 48 Negara Ramaikan Jakarta Running Festival 2026, MRT Beroperasi Pukul 03.00 WIB

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Iwan Fals Apresiasi Pembinaan 1.000 Pemain Muda, Ingatkan Pentingnya Mental Kesatria
  • 37 Ribu Pelari dari 48 Negara Ramaikan Jakarta Running Festival 2026, MRT Beroperasi Pukul 03.00 WIB
  • Bernardus Raka Angkat Ketakutan dalam Hubungan Lewat Film Pendek Cerita Seperjalanan
  • Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut, Aparat Sita Barang Bukti Ditaksir Rp1,85 Triliun
  • Emas di Tengah Cedera, Subhan/Rina Bangkit dari Trauma Paris di Asian Para Games 2026

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Iwan Fals Apresiasi Pembinaan 1.000 Pemain Muda, Ingatkan Pentingnya Mental Kesatria
    by admin
    October 25, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Welcome to the ultimate source for fresh perspectives! Explore curated content to enlighten, entertain and engage global readers.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Yura Yunita kembali menghadirkan karya musik yang tidak… Read more: Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
  • Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
    PagipagiNews.com|JAKARTA— Dua musisi sekaligus pencipta lagu perempuan, Yura Yunita dan… Read more: Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
  • Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengajak suporter Persija… Read more: Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik

Pages

Contact

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b