Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Lifestyle/Kecanduan hingga Child Grooming, Meutya Hafid Ungkap Alasan Akses Digital Anak Dibatasi
Lifestyle

Kecanduan hingga Child Grooming, Meutya Hafid Ungkap Alasan Akses Digital Anak Dibatasi

By admin
October 17, 2026 3 Min Read
0

PagipagiNews.com|JAKARTA– Kecanduan media sosial, perundungan, penipuan daring, hingga child grooming menjadi ancaman serius bagi anak-anak di ruang digital. Pemerintah pun mengambil langkah untuk membatasi akses anak ke platform digital berisiko tinggi demi melindungi keselamatan dan tumbuh kembang mereka.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menjelaskan, kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Melalui aturan ini, akses anak ke platform digital berisiko tinggi dibatasi hingga usia 16 tahun.

Meutya menegaskan, kebijakan tersebut bukan untuk menjauhkan anak dari teknologi, melainkan memastikan mereka tidak terpapar risiko digital sebelum memiliki kesiapan yang memadai.

“Banyak sekali risiko-risiko yang dihadapi anak-anak ketika ada di ranah digital yang memang sangat bebas. Itulah mengapa kami, sesuai arahan Bapak Presiden, mengatur bagaimana anak-anak ditunda aksesnya ke ekosistem digital yang high risk,” ujar Meutya dalam Open House SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Gunung Sindur, Bogor, Sabtu (17/10/2026).

Kecanduan hingga Eksploitasi Anak

Menurut Meutya, salah satu persoalan yang perlu diwaspadai adalah desain sejumlah platform media sosial dan gim yang mendorong pengguna terus menghabiskan waktu di depan layar.

Kondisi tersebut dapat membuat anak kesulitan mengendalikan penggunaan perangkat digital. Ketika akses dibatasi, sebagian anak bahkan menunjukkan reaksi emosional terhadap orang tua.

“Banyak anak-anak yang dengan desain dari produk media sosial, gim, dan lain-lain itu memang sengaja dibuat kecanduan, sehingga ketika ditarik itu emosional. Dilarang itu bisa marah sama orang tuanya,” jelasnya.

Selain kecanduan, fitur komunikasi di platform digital juga membuka peluang interaksi anak dengan orang yang tidak dikenal. Situasi ini berpotensi dimanfaatkan untuk melakukan perundungan, penipuan daring, child grooming, hingga perekrutan anak ke kelompok radikal.

Child grooming merupakan upaya membangun kepercayaan atau kedekatan dengan anak untuk tujuan eksploitasi. Ancaman ini kerap sulit dikenali sejak awal sehingga membutuhkan kewaspadaan orang tua dan perlindungan dari penyedia platform.

Pemerintah juga menyoroti potensi eksploitasi anak sebagai konsumen melalui mekanisme monetisasi digital, serta risiko pengumpulan dan pemanfaatan data pribadi anak tanpa perlindungan yang memadai.

Dunia Digital Tak Kalah Berisiko

Meutya mengingatkan orang tua agar tidak menganggap aktivitas anak di internet selalu aman hanya karena dilakukan dari rumah.

Ia mengajak orang tua menerapkan kewaspadaan yang sama seperti ketika mengizinkan anak bepergian ke luar rumah tanpa pendampingan.

“Bapak/Ibu pernah enggak membiarkan anaknya jalan sendirian, disuruh jalan-jalan ke kompleks sebelah atau tidak didampingi? Tidak pernah. Ranah digital lebih berbahaya,” ungkapnya.

Menurut Meutya, perlindungan anak di ruang digital membutuhkan kesadaran bahwa ancaman tidak selalu terlihat secara langsung. Interaksi yang tampak biasa dapat berkembang menjadi persoalan ketika anak berhadapan dengan pihak yang memiliki niat buruk.

Karena itu, pengawasan orang tua perlu berjalan beriringan dengan upaya menciptakan lingkungan digital yang aman.

Kesehatan Anak Juga Jadi Pertimbangan

Pembatasan akses digital juga berkaitan dengan kesehatan dan perkembangan anak. Penggunaan perangkat secara berlebihan dapat mengganggu konsentrasi, kesehatan mata, serta postur tubuh.

Meutya menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan akademik, kesehatan fisik, dan aktivitas di luar layar. Anak perlu memiliki kesempatan untuk bergerak, berolahraga, berinteraksi secara langsung, dan mengembangkan keterampilan sosial.

“Kita yakini bahwa pendidikan olahraga itu penting, anak-anak yang bergerak itu penting. Bukan tidak ada manfaatnya, tetapi tidak optimal jika anak-anak hanya pintar otaknya, tapi badannya tidak menunjang,” tuturnya.

Ia menegaskan, teknologi tetap memiliki manfaat bagi pendidikan dan perkembangan anak. Namun, pemanfaatannya perlu disesuaikan dengan kesiapan usia, kebutuhan, serta kemampuan anak dalam menghadapi risiko digital.

Bukan Hanya Tanggung Jawab Orang Tua

Dalam penerapan PP TUNAS, tanggung jawab perlindungan anak tidak hanya dibebankan kepada keluarga. Penyelenggara platform digital juga memiliki kewajiban untuk menilai risiko layanan dan fitur yang mereka sediakan, sekaligus menerapkan langkah perlindungan yang sesuai.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya memastikan ruang digital tidak hanya memberikan akses terhadap informasi dan hiburan, tetapi juga memperhatikan keselamatan penggunanya yang masih berusia anak.

Pesan yang ingin ditekankan Meutya, perlindungan anak di era digital membutuhkan keterlibatan semua pihak. Orang tua perlu mendampingi, anak perlu dibekali pemahaman, dan perusahaan teknologi harus bertanggung jawab atas keamanan layanan mereka.

Sebab, di balik kemudahan teknologi, terdapat risiko yang tidak selalu mampu dikenali anak tanpa pendampingan dan perlindungan yang memadai.[**]Foto : Istimewa

Tags:

ChildGroomingKeamananDigitalMeutyaHafidPagipagiNewsPelindunganAnakPP TUNAS
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Wali Ajak Penonton Synchronize Fest 2026 Berdoa, dari Korban Karhutla hingga Palestina

Next

Dari Panggung Rakyat ke Warisan Dunia, Dangdut Indonesia Menuju UNESCO

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Pramono Ikut Lari 10K di JRF 2026, Jakarta Kian Dipercaya Dunia
  • Jakarta Film Week 2026: Dari Cerita Anak hingga Kolaborasi Industri Sinema
  • Ketum PBTI Jenderal TNI Richard Tampubolon Lantik Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia Sulawesi Selatan Periode 2026–2030
  • Cegah Konflik Klaim dan Duplikasi Karya, DJKI Perkuat Integrasi Data Royalti Musik
  • Iwan Fals Apresiasi Pembinaan 1.000 Pemain Muda, Ingatkan Pentingnya Mental Kesatria

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Pramono Ikut Lari 10K di JRF 2026, Jakarta Kian Dipercaya Dunia
    by admin
    October 25, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Welcome to the ultimate source for fresh perspectives! Explore curated content to enlighten, entertain and engage global readers.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Yura Yunita kembali menghadirkan karya musik yang tidak… Read more: Yura Yunita Rilis “Pertiwi”, Lagu tentang Keberanian untuk Tak Lagi Diam
  • Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
    PagipagiNews.com|JAKARTA— Dua musisi sekaligus pencipta lagu perempuan, Yura Yunita dan… Read more: Yura Yunita dan Idgitaf Kolaborasi Lewat Lagu “Mendung”, Angkat Pesan tentang Penerimaan Diri
  • Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik
    PagipagiNews.com|JAKARTA — Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengajak suporter Persija… Read more: Yunus Nusi Ajak Suporter Persija-Persib Jaga Perdamaian Jelang Rivalitas Klasik

Pages

Contact

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b