Quattrick Raditya Risky Bikin Diklat ISA Tumbang, Batavia FC Menang 5-2
PagipagiNews.com|JAKARTA— M. Raditya Risky menjadi mimpi buruk bagi Diklat ISA pada pekan kesembilan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026. Striker Batavia FC itu memborong empat gol alias quattrick untuk mengantarkan timnya menang telak 5-2 di Lapangan Sintetis 1, Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta, Minggu (11/10).
Kemenangan ini sekaligus mempertegas posisi Batavia FC di papan atas. Namun, di balik pesta lima gol tersebut, Diklat ISA sempat membuat lawannya ketar-ketir sebelum ketajaman Raditya mengubah jalannya pertandingan.
Diklat ISA lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-9 melalui tembakan cut–back Hali Al Kautsar. Batavia FC baru membalas pada menit ke-18 lewat Raditya yang kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-26.
Gol kedua Raditya lahir melalui serangan balik cepat. Memanfaatkan bola lambung dari lini tengah, ia dengan cerdik mencungkil bola melewati kiper Akmal Prasetyo yang berusaha maju untuk memutus serangan.
Batavia FC berbalik unggul dan semakin menjauh setelah kapten tim M. Habil Gaza Maulidyan mencetak gol pada menit ke-36. Gol tersebut tercipta dalam situasi kemelut di depan gawang Diklat ISA.
Memasuki babak kedua, Raditya kembali menunjukkan ketajamannya. Dua gol tambahan pada menit ke-59 dan ke-61 melengkapi koleksi empat golnya sekaligus membuat Batavia FC semakin sulit dikejar.
Salah satu golnya lahir melalui eksekusi tendangan bebas terukur dari luar kotak penalti di sisi kanan pertahanan Diklat ISA. Akurasi dan ketenangannya menjadi pembeda dalam duel dua tim papan atas tersebut.
Diklat ISA sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-5 melalui tendangan Muhammad Ihsan Ahdaridho pada menit ke-63. Namun, gol itu tak cukup untuk mengubah hasil akhir.
Bagi Raditya, empat gol tersebut menjadi pencapaian istimewa. Ia kini telah mengoleksi enam gol sepanjang kompetisi Liga Jakarta U-17 2026.
“Saya tentu senang bisa mencetak empat gol hari ini. Tapi semuanya tentu berkat kerja keras dan kerja sama seluruh teman-teman di lapangan,” ujar Raditya seusai pertandingan.

Pelatih Batavia FC Soroti Start Lambat
Meski menang dengan selisih tiga gol, pelatih Batavia FC Widiantoro belum sepenuhnya puas dengan penampilan anak asuhnya. Ia menilai para pemain sempat kehilangan konsentrasi pada awal pertandingan, salah satunya karena merasa sudah pernah mengalahkan Diklat ISA dengan skor 2-1 pada putaran pertama.
“Kami masih sering kehilangan bola di menit-menit awal dan transisi lini tengah kurang berjalan lancar. Saya selalu mengingatkan agar waspada di 5-10 menit awal, tapi kami tetap saja kecolongan gol lebih dulu,” kata Widiantoro.
Ia bahkan melakukan perubahan taktik pada menit ke-53 dengan menarik dua penyerang, Wahyu Sulthan Akhyar dan Sabil Sahlan Athoah, untuk memasukkan dua pemain bertahan, Muhammad Sangaji Al Maliq dan Deny Firmansyah.
Pergantian tersebut belum sepenuhnya meredam tekanan lawan. Beruntung bagi Batavia FC, Raditya justru mencetak dua gol beruntun pada menit ke-59 dan ke-61 yang memperlebar jarak keunggulan.
Di kubu seberang, pelatih Diklat ISA Rayandi menilai absennya sejumlah pemain inti turut memengaruhi kekuatan timnya. Sedikitnya empat pilar tidak bisa tampil, yakni Jacko Rafa Sugianto di posisi bek, Rio Ferdinand dan M. Fachrizki di lini tengah, serta Desta Adhitya sebagai striker.
“Kalau saja kami bisa tampil full team, kami yakin bisa tampil jauh lebih kompetitif. Hari ini kami bertanding dengan peluru yang kurang lengkap,” ujar Rayandi.
Tambahan tiga poin membuat Batavia FC semakin mantap di puncak klasemen Grup Putih dengan koleksi 24 poin. Sementara itu, Diklat ISA masih bertahan di posisi kedua dengan 19 poin.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Batavia FC dalam persaingan menuju fase akhir kompetisi. Bagi Diklat ISA, hasil tersebut menjadi pekerjaan rumah untuk membenahi pertahanan sekaligus memulihkan kekuatan skuad pada pertandingan berikutnya.[**]Foto : Moh.AminChandra.