Bintang/Sofyan Raih Perak, Voli Pantai Indonesia Kembali ke Podium Asian Games
PagipagiNews.com|AICHI – Tim voli pantai putra Indonesia yang diperkuat Bintang Akbar dan Sofyan Rachman meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pencapaian tersebut sekaligus mengembalikan voli pantai Indonesia ke podium Asian Games setelah terakhir meraih medali pada edisi 2018 di Jakarta.
Bintang/Sofyan harus mengakui keunggulan pasangan Qatar, Cherif Samba dan Ahmed Janko, dalam pertandingan final yang berlangsung sengit.
Indonesia tampil meyakinkan pada set pertama. Bintang/Sofyan bermain agresif dan mampu membalikkan keadaan untuk mengamankan kemenangan 21-19.
Namun, momentum berubah pada set kedua. Bintang mengalami cedera ankle setelah terjadi kontak dengan pemain Qatar saat melakukan blok. Kondisi itu membuat pergerakannya terbatas.
Bintang sempat mendapat medical time out dan berusaha melanjutkan pertandingan. Namun, cedera tersebut membuat kemampuannya melakukan lompatan dan bertahan tidak maksimal.
Qatar memanfaatkan situasi tersebut untuk merebut set kedua 21-16 dan memaksakan pertandingan ke set penentuan. Pada set ketiga, Cherif/Ahmed kembali dominan dan menang 15-8 sekaligus memastikan medali emas.
Pelatih tim voli pantai Indonesia, Andy Ardyansyah, mengatakan strategi yang disiapkan sebenarnya berjalan sesuai rencana, terutama setelah Indonesia merebut set pertama.
“Untuk pertandingan ini kami sudah mengatur strategi dari tim pelatih dan sebenarnya sudah berjalan sesuai instruksi. Chance untuk menang juga kelihatan, karena set pertama sudah kami ambil,” ujar Andy.
Menurut Andy, cedera Bintang menjadi faktor yang sulit dihindari dan sangat memengaruhi permainan pada dua set berikutnya.
“Yang tidak terduga adalah Bintang mengalami cedera ankle sampai tidak bisa berjalan dengan normal. Itu menjadi salah satu faktor karena rasa sakitnya membuat defense tidak bisa maksimal,” katanya.
Andy menjelaskan, cedera tersebut terjadi ketika Bintang melakukan blok dan kaki pemain Qatar masuk hingga menginjak kaki Bintang. Tim pelatih selanjutnya akan mengevaluasi kejadian tersebut dari sisi regulasi.
“Cederanya cukup parah dan sangat memengaruhi performance. Kami sempat meminta medical timeout, tetapi Bintang tetap memaksakan untuk bermain,” ujar Andy.
Meski gagal membawa pulang emas, Andy menilai medali perak tersebut menjadi pencapaian penting bagi voli pantai Indonesia. Apalagi, ini merupakan medali pertama Indonesia di cabang tersebut sejak Asian Games 2018.
“Untuk capaian ini sangat bagus. Terakhir kami meraih medali itu di Asian Games 2018 Jakarta. Insyaallah untuk Asian Games berikutnya kami bisa kembali meraih medali,” kata Andy.
Perjuangan Bintang/Sofyan juga belum berhenti. Seusai Asian Games Aichi-Nagoya 2026, keduanya akan melanjutkan rangkaian turnamen internasional untuk mengumpulkan poin menuju Olimpiade.
“Setelah ini mereka akan ke Turki untuk pengumpulan poin, kemudian ke Jepang juga untuk mengumpulkan poin menuju Olimpiade,” ungkap Andy.
Sofyan mengakui cedera Bintang turut memengaruhi konsentrasi mereka dalam pertandingan.
“Tadi ada kendala dari teman saya (Bintang) karena bertabrakan dengan pemain Qatar. Set pertama kami menang, tetapi di set kedua kami kehilangan konsentrasi. Saya kurang fokus melihat kondisi teman saya yang mengalami cedera ankle. Set ketiga kami juga tidak fokus menghadapi lawan,” kata Sofyan.
Sementara itu, Bintang menyebut medali perak tersebut terasa seperti peluang emas yang lepas karena cedera.
“Untuk pencapaian ini, sedikit lagi. Sebenarnya target kami emas, tetapi kurang sedikit lagi. Karena saya kena ankle, sebenarnya kami merasa bisa memenangkan pertandingan,” pungkas Bintang.[]Foto : Istimewa.