PUNKESMAS Suarakan Perlawanan Lewat Literasi dalam “Baca Pikir Lihat”
PagipagiNews.com|JAKARTA — Skena punk Karawang kembali menawarkan suara berbeda. PUNKESMAS, unit punk independen asal Karawang, merilis single terbaru berjudul “Baca Pikir Lihat”, sebuah lagu yang menjadikan literasi dan sikap kritis sebagai bentuk perlawanan di tengah derasnya arus informasi digital.
Tak sekadar mengandalkan distorsi gitar dan tempo cepat, PUNKESMAS memasukkan pesan tentang pentingnya berpikir sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi. Musik yang agresif dipertemukan dengan lirik yang lugas, menghasilkan lagu yang sekaligus mengajak pendengarnya berhenti sejenak dan menggunakan akal sehat.
Gitaris Eris Ristendi menjadi sosok di balik penciptaan sekaligus aransemen lagu tersebut. Ia merancang komposisi yang tetap mempertahankan energi khas punk, tetapi memberi ruang besar bagi pesan yang hendak disampaikan.
“Kami melihat banyak orang bersuara keras seolah tahu semua hal, padahal cuma ikut arus tanpa tahu asalnya. Lewat lagu ini, kami ingin menegaskan kalau perlawanan paling nyata hari ini adalah dengan berpikir kritis dan membaca data,” ujar Eris dalam keterangan tertulis.
Fondasi musik PUNKESMAS diperkuat permainan bas Anggi dan gebukan drum Apas. Di lini vokal, Anzarriva dan Bayu Guntara berbagi peran dengan karakter vokal yang artikulatif dan penuh tekanan.
Keduanya membawa lirik “Baca Pikir Lihat” menjadi semacam seruan di tengah kebisingan informasi.
“Baca! sebelum percaya / Pikir! sebelum berkata / Lihat! apa yang nyata” menjadi bagian yang paling menonjol sekaligus merangkum gagasan utama lagu tersebut.
PUNKESMAS mengangkat fenomena kepatuhan buta dan kemalasan berpikir yang dinilai semakin mudah tumbuh di tengah banjir informasi. Perlawanan, menurut pesan yang dibangun dalam lagu ini, tidak cukup hanya dengan berteriak menolak sesuatu.
Pengetahuan justru ditempatkan sebagai fondasi.
Sejarah, hukum, ekonomi, sains hingga logika disebut sebagai wilayah yang perlu dipelajari agar seseorang tidak mudah terseret arus informasi tanpa memahami konteksnya.
Bayu Guntara menilai, kesadaran individu memiliki kekuatan tersendiri ketika berhadapan dengan derasnya informasi dan relasi kuasa.
“Mereka yang berkuasa itu sebenarnya tidak takut pada materi, tapi takut pada orang yang mulai berpikir. Karena satu kepala yang benar-benar sadar punya kekuatan besar untuk mengguncang peta permainan mereka,” kata Bayu.
Dengan karakter musik yang meledak-ledak, PUNKESMAS mencoba mengembalikan salah satu roh penting punk: keberanian mempertanyakan keadaan.
Namun, lewat “Baca Pikir Lihat”, pertanyaan itu tidak berhenti pada sikap menolak. PUNKESMAS mendorong pendengarnya untuk membaca, memeriksa informasi, berpikir kritis, lalu melihat kenyataan sebelum mengambil sikap.
Single “Baca Pikir Lihat” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital.
Bagi PUNKESMAS, musik punk bukan hanya tentang suara keras. Ia juga bisa menjadi ruang untuk mengingatkan bahwa di tengah derasnya informasi, kemampuan berpikir tetap menjadi salah satu bentuk pertahanan paling penting.[]