Arisan PKK RW 13 Penjaringan Bukan Sekadar Iuran, Jadi Wadah Silaturahmi dan Kepedulian
PagipagiNews.com|JAKARTA UTARA – Arisan biasanya identik dengan iuran bulanan dan menunggu nomor keberuntungan untuk mendapatkan giliran. Namun, bagi Kader PKK RW 13 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, arisan punya makna yang lebih luas.
Kegiatan rutin tersebut menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, menjaga kekompakan, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial antaranggota.
Suasana kebersamaan itu terlihat dalam acara syukuran sekaligus penutupan arisan tahunan yang digelar melalui makan bersama pada Sabtu (12/9/2026) malam.
Para anggota kelompok arisan hadir bersama keluarga masing-masing. Ketua Kelompok PKK RW 13 Ila Aydilah dan Ketua RW 13 Kelurahan Penjaringan Tri Tanto juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kelompok PKK RW 13 telah menjalankan kegiatan arisan sejak 2024. Pertemuan yang digelar setiap bulan menjadi kesempatan bagi para kader untuk tetap berkomunikasi dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Ketua RW 13 Tri Tanto mengapresiasi konsistensi para kader dalam menjaga kegiatan tersebut.
Menurutnya, manfaat arisan tidak hanya dirasakan dalam bentuk materi, tetapi juga melalui terjaganya hubungan baik antarwarga.
“Semoga arisan kelompok PKK ini tidak hanya memberikan manfaat bagi anggota, tetapi juga membawa keberkahan untuk keluarga. Yang paling penting, silaturahmi dan kebersamaan tetap terjaga,” ujar Tri.
Ia mengatakan, kekompakan kader PKK juga memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan di lingkungan masyarakat.
“Peran ibu-ibu kader PKK sangat besar. Berbagai program, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan warga, tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dan keterlibatan mereka,” katanya.
Tri berharap kegiatan rutin tersebut dapat terus menjadi ruang bagi para kader untuk saling memberikan semangat dan berbagi kebahagiaan.
“Rezeki tidak selalu berbentuk materi. Kesehatan, kebersamaan, silaturahmi dan panjang umur juga merupakan rezeki yang patut kita syukuri,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Tri juga menyampaikan permohonan maaf kepada para kader dan warga apabila selama menjalankan amanah sebagai Ketua RW 13 masih terdapat kekurangan.
“Kami mohon maaf apabila selama kepemimpinan ada hal-hal yang kurang berkenan. Kami tetap terbuka menerima kritik, saran dan masukan dari ibu-ibu kader maupun warga,” ucapnya.
Acara kemudian berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan ditutup dengan makan bersama anggota serta keluarga.
Bagi para kader, penutupan arisan bukan berarti berakhirnya kebersamaan. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa komunikasi, kepedulian dan silaturahmi merupakan modal penting untuk menjaga kekompakan warga di lingkungan RW 13.[]