Ruth Sahanaya Kembali Setelah 8 Tahun, Rilis EP “Merindu” dengan Sentuhan City Pop
PagipagiNews.com|JAKARTA — Diva pop Indonesia Ruth Sahanaya kembali menyapa penikmat musik lewat mini album atau Extended Play (EP) terbaru bertajuk Merindu. Proyek ini menjadi penanda kembalinya Ruth Sahanaya, atau yang akrab disapa Uthe, setelah sekitar delapan tahun tidak merilis album solo.
EP Merindu akan dirilis di berbagai platform musik digital pada Jumat (4/9). Album mini tersebut berisi enam lagu, yakni “Pelangi”, “Aku Tak Sanggup”, “Terserah Kamu”, “Aku Merindu”, “Pagi”, dan “Sebaris Lirik Cinta”.
Dalam konferensi pers peluncuran EP Merindu di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa, Uthe mengatakan karya terbarunya tersebut menjadi representasi rasa rindu setelah cukup lama absen dari industri musik.
“Karena itu harus tetap ada identitas aku yang dulu, itu harus tetap ada sih dalam EP Merindu,” kata Uthe.
Menurut Uthe, identitas vokalnya tetap menjadi bagian penting dalam EP tersebut. Salah satu lagu yang disebutnya paling idealis adalah “Aku Tak Sanggup”, karya Kelvin Joshua atau Keljo.
Lagu tersebut memberikan ruang bagi Uthe untuk kembali menunjukkan karakter vokalnya, termasuk kemampuan menyanyikan nada-nada tinggi yang selama ini menjadi salah satu ciri khasnya.
“Aku Tak Sanggup” menjadi salah satu bentuk upaya Uthe mempertahankan karakter bermusiknya, sekaligus menghadirkan warna baru yang sesuai dengan perkembangan musik saat ini.
Dalam proses produksinya, Uthe menggandeng sejumlah produser dan komponis muda. Selain Keljo yang menciptakan “Aku Tak Sanggup”, ada Farel Hilal yang bertindak sebagai produser lagu “Pelangi”.
Sementara itu, “Sebaris Lirik Cinta” merupakan karya gitaris Indra Iryawansyah Amac atau Koko.
Kolaborasi dengan generasi musisi yang lebih muda menjadi bagian dari upaya Ruth Sahanaya menjaga relevansi karyanya di tengah perubahan tren industri musik.
Sejumlah lagu dalam EP Merindu juga mengusung nuansa city pop khas era 1980-an. Genre tersebut kembali mendapatkan perhatian dari generasi muda karena karakter musiknya yang lembut sekaligus modern.
Selain city pop, Uthe turut menghadirkan lagu dengan sentuhan musik dansa bergaya Latin yang dinilai memiliki karakter catchy dan mudah dinikmati.
Dengan demikian, Merindu tidak hanya menjadi proyek untuk menyapa kembali penggemar lama, tetapi juga menjadi cara Ruth Sahanaya memperkenalkan warna musiknya kepada pendengar lintas generasi.
Tak berhenti pada perilisan digital, Uthe juga menyiapkan album fisik terbatas dalam format piringan hitam atau vinyl sebagai bagian dari perayaan peluncuran EP tersebut.
Ia juga akan menghadirkan rangkaian “Live Session” yang ditayangkan secara bertahap melalui kanal YouTube pribadinya.
Lewat Merindu, Ruth Sahanaya ingin menunjukkan bahwa perjalanan musiknya masih terus berjalan. Setelah lebih dari tiga dekade berkarier, Uthe berusaha mempertahankan identitas yang telah melekat sekaligus beradaptasi dengan perkembangan musik masa kini.
EP ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Ruth Sahanaya masih konsisten berkarya dan menjembatani selera musik lintas generasi.|Foto : Istimewa.