Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Nasional/Titus Kurniadi Berpulang, Jejak Perjuangannya untuk Bulutangkis Dikenang Para Legenda
Nasional

Titus Kurniadi Berpulang, Jejak Perjuangannya untuk Bulutangkis Dikenang Para Legenda

By admin
September 1, 2026 4 Min Read
0

PagipagiNews.com|JAKARTA — Dunia bulutangkis Indonesia kembali berduka. Titus K. Kurniadi, tokoh yang sepanjang hidupnya dikenal memiliki kecintaan mendalam terhadap bulutangkis, meninggal dunia pada Senin (31/8/2026) pukul 10.52 WIB di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta.

Titus meninggal dalam usia 89 tahun. Kepergiannya tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia bulutangkis yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.

Jenazah Titus disemayamkan di Rumah Duka Ukrida, Lantai 5, Ruang Agape 2, Jakarta. Sejumlah tokoh dan legenda bulutangkis nasional tampak hadir memberikan penghormatan terakhir, di antaranya Susi Susanti, Alan Budikusuma, Haryanto Arbi, Liem Swie King,Ivana Lee

Bagi putra Titus, Stephanus L. Kurniadi, sang ayah meninggalkan warisan yang lebih panjang daripada sekadar prestasi di lapangan. Titus mengajarkan bahwa kecintaan terhadap olahraga dapat diwujudkan melalui berbagai jalan, termasuk organisasi dan perjuangan di balik layar.

“Bapak Titus Kurniadi meninggalnya Senin, 31 Agustus, jam 10.52 pagi. Mungkin salah satu faktor usia, yang kedua memang ada bakteri di paru-parunya. Jadi ya, sudah 89 juga,” ujar Stephanus.

Berjuang dari Balik Layar

Titus bukan atlet profesional. Ia memang bisa bermain bulutangkis dan memiliki kecintaan terhadap olahraga tersebut sejak lama. Namun, pengabdiannya mengambil jalan berbeda.

Stephanus menuturkan, sang ayah memilih organisasi sebagai ruang untuk memberikan sumbangsih bagi perkembangan bulutangkis Indonesia.

“Dia memang suka bulutangkis dari dulu, tapi dia bukan atlet. Walaupun dia bisa main, terus dia menyumbang buat bulutangkis, tapi bukan dengan cara bermain,” kata Stephanus.

“Dengan organisasinya, dengan memperjuangkan bulutangkis masuk Olimpiade,” lanjutnya.

Titus pernah aktif di Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Menurut Stephanus, ayahnya sempat dipercaya menjadi bendahara PBSI sebelum kemudian menangani bidang luar negeri.

Dari dunia organisasi itulah Titus berkiprah lebih jauh. Ia terlibat dalam lingkungan federasi bulutangkis internasional dan ikut memperjuangkan agar bulutangkis mendapatkan tempat dalam ajang Olimpiade.

Jejak tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah olahraga tidak hanya dibentuk oleh mereka yang bertanding di lapangan. Di belakang para atlet terdapat orang-orang yang bekerja melalui organisasi, diplomasi, dan perjuangan yang sering kali tidak terlihat.

Cerita di Balik Piala Sudirman

Ada pula cerita yang dikenang Stephanus mengenai Piala Sudirman, turnamen beregu campuran yang mempertemukan sektor putra dan putri.

Menurut Stephanus, Titus memiliki hubungan pertemanan dengan Sudirman, tokoh yang pernah memimpin PBSI. Dari hubungan tersebut, kemudian muncul gagasan mengenai turnamen yang menggunakan nama Sudirman.

“Kalau ada namanya Piala Sudirman, Papi juga sebetulnya yang bikin. Piala Sudirman itu karena teman dulu Ketua PBSI, namanya Pak Sudirman. Temannya Papi juga,” tutur Stephanus.

Namun, ia menegaskan bahwa perjalanan lahir dan berkembangnya turnamen tersebut bukanlah hasil kerja satu orang. Ada sejumlah tokoh yang ikut berperan dalam sejarah bulutangkis Indonesia pada masa itu.

Bagi keluarga, kisah tersebut menjadi bagian dari perjalanan Titus dalam memberikan kontribusi dari balik layar.

Warisan untuk Anak-anak

Stephanus mengatakan, salah satu pelajaran terbesar yang ditinggalkan ayahnya adalah tentang cara memberikan sesuatu kepada negara.

Menurut dia, kontribusi tidak selalu harus dilakukan dengan menjadi atlet atau berada di panggung utama.

“Kalau suka sesuatu, menyumbangkan sesuatu kan tidak harus pemain menjadi buat negara, tapi bisa dengan cara lain. Saya pikir itu bisa saya ambil pelajaran untuk anak-anaknya,” ujar Stephanus.

Kecintaan terhadap bulutangkis itu sedikit banyak juga mengalir kepada anak-anaknya. Dari empat bersaudara, Stephanus menjadi satu-satunya yang sempat mengikuti olahraga tersebut.

“Dari empat anak, cuma saya sendiri. Tapi saya bukan atlet, cuma bisa main aja dulu,” katanya.

Dari Farmasi hingga Membawa Sika ke Indonesia

Kehidupan Titus ternyata tidak hanya berkelindan dengan dunia bulutangkis. Ia juga memiliki perjalanan panjang di bidang farmasi dan bisnis.

Salah satu kiprah yang dikenang keluarga adalah keterlibatannya membawa merek Sika ke Indonesia. Produk tersebut dikenal sebagai bahan kimia yang banyak digunakan dalam kebutuhan konstruksi.

“Kalau tahu ada merek namanya Sika, itu dulu Papi yang bawa ke Indonesia,” ungkap Stephanus.

Pada masa awal, menurut Stephanus, produk tersebut lebih banyak digunakan untuk kebutuhan konstruksi, termasuk dalam pembangunan jalan tol dan jembatan.

Dua dunia yang berbeda farmasi dan olahraga pun berjalan beriringan dalam kehidupan Titus.

Ia tidak selalu berada di tengah sorotan. Namun, melalui pekerjaan, organisasi, dan kecintaannya terhadap bulutangkis, Titus meninggalkan jejak yang dikenang keluarga maupun mereka yang pernah bersinggungan dengannya.

Diantar Para Legenda

Kabar kepergian Titus mendapat perhatian dari sejumlah tokoh bulutangkis nasional. Kehadiran Susi Susanti, Alan Budikusuma, Haryanto Arbi, dan Liem Swie King di rumah duka menjadi gambaran bahwa perjalanan Titus meninggalkan ikatan dengan generasi-generasi penting dalam sejarah bulutangkis Indonesia.

Bagi keluarga, penghormatan tersebut menjadi penghiburan di tengah kehilangan.

Setelah ibadah penghiburan pada Selasa (1/9/2026) pukul 18.00 WIB, keluarga akan menggelar ibadah pelepasan dan penutupan peti pada Jumat (4/9/2026) pukul 09.00 WIB.

Jenazah kemudian diberangkatkan pukul 10.00 WIB menuju San Diego Hills untuk dimakamkan.

Titus telah pergi. Namun, kisahnya menyisakan satu pesan sederhana: mencintai sesuatu dan memberi kepada negeri tidak selalu berarti harus menjadi orang yang tampil di lapangan.

Kadang, perjuangan justru berlangsung dari belakang layar melalui organisasi, gagasan, kerja panjang, dan kesetiaan pada sesuatu yang diyakini.

“Menyumbangkan sesuatu tidak harus menjadi pemain buat negara, tapi bisa dengan cara lain.”

Tags:

AlanBudikusumaBulutangkisIndonesiaHaryantoArbiLiemSwieKingPBSI SusiSusantiTitusKurniadi
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Ketika Rumah Menjadi Bentuk Penghormatan kepada Mereka yang Pernah Berjasa

Next

Gempa M 4,3 Guncang Cianjur, Getaran Dirasakan hingga Bandung

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bukan Sekadar Piringan Hitam, Fadli Zon Ingin Vinyl Jadi Jejak Sejarah Musik Indonesia
  • Inside The Radio Buka Era Baru lewat Single “Miss Takes”
  • Pendaftaran BeZakat 2026 Diperpanjang, Mahasiswa Baru Masih Punya Waktu hingga 14 September
  • Sidang Praperadilan Notaris Lily Memanas, Artahsasta Pertanyakan Dasar Penetapan Tersangka
  • Hanya  2 Hari! “SaWaDiKa” Antar Lisa BLACKPINK Jadi Pemegang Rekor MV Tercepat 2026

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Bukan Sekadar Piringan Hitam, Fadli Zon Ingin Vinyl Jadi Jejak Sejarah Musik Indonesia
    by admin
    September 8, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b