Produser Australia Buka Peluang Kolaborasi dengan Sineas Indonesia lewat JAFF Market 2026
PagipagiNews.com|YOGYAKARTA – Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) kembali membuka ruang kolaborasi internasional melalui program Producers Exchange yang mempertemukan produser dan sineas Australia dengan insan perfilman Indonesia serta Asia-Pasifik.
Program tersebut diinisiasi JAFF Market bersama Adelaide Film Festival (AFF) dan mylab dalam penyelenggaraan tahun ketiga JAFF Market di Yogyakarta pada 28-30 November 2026.
Direktur JAFF Market Linda Gozali mengatakan, Producers Exchange dihadirkan untuk memperluas jejaring industri film dari sekadar kerja sama proyek menjadi hubungan jangka panjang.
“Dengan hadirnya Producers Exchange berdampingan dengan JAFF Future Project, kami memperluas pembicaraan dari proyek-proyek individual menuju hubungan jangka panjang antara para produser serta industri perfilman Australia dan Asia Tenggara,” ujar Linda dalam siaran pers JAFF Market, Senin (31/8/2026).
Melalui program tersebut, proyek film panjang bergenre fiksi, animasi, maupun dokumenter dari Australia akan mendapat kesempatan untuk masuk ke platform kurasi JAFF Future Project (JFP).
Adelaide Film Festival secara khusus akan mencari proyek yang memiliki keterkaitan cerita ataupun proses produksi dengan Indonesia.
Proyek yang berada pada tahap pengerjaan atau work-in-progress juga menjadi salah satu prioritas dalam program tersebut.
Satu perwakilan dari setiap proyek terpilih, baik produser maupun penulis-sutradara, akan memperoleh bantuan perjalanan untuk menghadiri JAFF Market di Yogyakarta.
CEO sekaligus Direktur Kreatif Adelaide Film Festival, Mat Kesting, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan budaya dan kreatif antara Australia dengan negara-negara di kawasan.
“AFF bangga dapat mendorong kolaborasi di kawasan geografis kami serta membantu membangun hubungan budaya dan kreatif dengan negara-negara tetangga,” kata Mat.
Selain menghadiri JAFF Market, program Producers Exchange juga mempertemukan 12 sineas dan produser Australia terpilih dengan calon mitra industri dari kawasan Asia-Pasifik.
Pertemuan tersebut dilakukan melalui proses penjajakan mitra secara terbuka.
Para peserta juga akan mendapatkan layanan partner matchmaking dari mylab untuk membantu mereka memahami peluang serta potensi kerja sama dalam industri perfilman Asia-Pasifik.
Pendiri sekaligus kurator mylab, Lorna Tee, berharap program tersebut dapat memperluas kesempatan bagi pelaku industri film Australia dan Asia untuk berkembang bersama.
“Kami berharap dapat membantu lebih banyak pelaku industri film Australia dan Asia untuk berkembang bersama di kawasan Asia-Pasifik, sekaligus membangun hubungan yang lebih kuat antara sineas dan perusahaan produksi,” ujar Lorna.
Seluruh fasilitas bagi peserta, termasuk akreditasi pasar, akses pertemuan, hingga bantuan perjalanan perwakilan ke Yogyakarta, didukung pendanaannya oleh Office for the Arts Pemerintah Australia melalui inisiatif Festival Bridges.
Festival Bridges yang diinisiasi Adelaide Film Festival mendukung partisipasi sineas Australia dalam berbagai festival dan pasar film internasional.
Program tersebut sebelumnya juga mencakup kemitraan dengan Marché du Film, pasar film yang menjadi bagian dari Festival Film Cannes di Perancis.
Kehadiran Producers Exchange di JAFF Market 2026 diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya lebih banyak proyek kolaborasi lintas negara, khususnya antara industri perfilman Australia, Indonesia, dan kawasan Asia-Pasifik.