Arfrel Rezky Saputra, Striker Bina Mutiara yang Belajar Menjadi Pemburu Gol
PagipagiNews.com|JAKARTA -|Di atas lapangan, seorang penyerang dituntut memiliki naluri untuk menemukan ruang.Ketika pemain lain melihat kerumunan lawan, seorang striker harus mampu membaca celah, bergerak, dan mengambil kesempatan. Naluri itulah yang perlahan sedang tumbuh dalam diri Arfrel Rezky Saputra, striker muda Bina Mutiara.
Bagi Arfrel, sepak bola bukan sekadar soal mencetak gol. Perjalanan yang ia jalani justru dimulai dari proses panjang, termasuk keberanian untuk bangkit setelah sempat mengalami cedera dan menemukan kembali kecintaannya terhadap permainan.
Arfrel merupakan pemain binaan Bina Mutiara yang berada di bawah arahan pelatih Aef Barlian. Meski baru sekitar satu tahun bergabung dalam proses pembinaan, pemain yang kini duduk di bangku kelas XI SMA Negri 1 Tambun Bekasi itu mulai menunjukkan perkembangan positif dengan koleksi empat gol.
“Harapan saya bisa terus konsisten di Bina Mutiara dan memberikan hasil yang terbaik,” ujar Arfrel dengan sederhana,usai bertanding melawan Tunas Betawi di Lapangan Sintentis PSF Pancoran,Sabtu(29/8) dengan mencetak 4 Gol.
Lahir dari keluarga yang memiliki akar dari berbagai daerah di Indonesia dan kini menetap di Kabupaten Bekasi, Arfrel membawa cerita sendiri dalam perjalanan sepak bolanya. Ia mengaku mulai mengenal sepak bola sejak masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar.
Menariknya, posisi pertamanya bukanlah sebagai penyerang.
Arfrel sempat bermain sebagai penjaga gawang. Namun, sebuah cedera patah tangan ketika duduk di bangku kelas VII SMP membuatnya harus berhenti sejenak dari aktivitas sepak bola. Setelah pulih, ia kembali ke lapangan dan mulai mencoba peran baru sebagai pemain lapangan.
Keputusan itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan karier mudanya.
Kini, sebagai seorang striker, Arfrel belajar memahami bahwa mencetak gol membutuhkan lebih dari sekadar tendangan keras. Ia harus pandai mencari posisi, membaca pergerakan rekan setim, dan memanfaatkan momentum ketika pertahanan lawan mulai kehilangan konsentrasi.
Dalam sebuah pertandingan, ia juga merasakan bagaimana tekanan dari lawan dapat memengaruhi permainan. Pada awal pertandingan, tekanan ketat sempat membuatnya merasa minder. Namun, perlahan ia mulai menemukan ritme permainan.
“Awalnya saya minder karena mereka terus menekan. Tapi lama-kelamaan mereka mulai kendor dan saya mencoba mengambil kesempatan,” katanya.

Bagi Arfrel, gol yang tercipta bukanlah hasil kerja seorang pemain semata. Ia menyadari pentingnya dukungan teman-teman di lapangan. Karena itu, ia tak lupa menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan setim yang telah membantunya menemukan ruang dan menciptakan peluang.
Salah satu nama yang secara khusus mendapat ucapan terima kasih darinya adalah Raihan Pratama, bersama para rekan satu tim yang terus memberikan dukungan dalam setiap pertandingan.
Menariknya lagi, Arfrel tidak tumbuh sebagai anak yang memiliki daftar panjang pemain idola. Ia mengaku tidak terlalu sering menonton pertandingan sepak bola. Kecintaannya terhadap olahraga ini justru tumbuh dari kebiasaan bermain bersama teman-teman.
“Saya memang suka main bola. Kalau diajak teman nonton bareng, baru ikut nonton,” tuturnya.
Kesederhanaan itu pula yang tampaknya menjadi bagian dari karakter Arfrel. Ia tidak banyak berbicara tentang mimpi yang terlalu jauh. Fokusnya saat ini adalah terus berkembang, menjaga konsistensi, dan memberikan kemenangan bagi tim.
Di bawah pembinaan Bina Mutiara dan arahan pelatih Aef Barlian, Arfrel masih memiliki perjalanan panjang. Empat gol mungkin baru sebuah catatan awal. Namun, bagi seorang pemain muda, setiap gol adalah pelajaran, setiap tekanan adalah pengalaman, dan setiap pertandingan adalah kesempatan untuk tumbuh.
Dari seorang anak yang pernah berdiri di bawah mistar gawang, mengalami cedera, kemudian kembali menemukan dirinya sebagai penyerang, Arfrel Rezky Saputra kini terus belajar menjadi pemburu gol.
Perjalanannya baru dimulai. Dan di lapangan hijau, ia masih memiliki banyak ruang untuk berlari, mencari celah, dan membuktikan bahwa kesempatan selalu datang kepada mereka yang berani mengambilnya.