Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi Media Pagi Pagi
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
  • Home
  • Redaksi
  • Video
  • Foto
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Lifestyle
  • Sport
  • Pariwisata
  • Infotainment
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Infotainment/Lagu-Lagu 2D Kembali Bernyawa, Malam Penuh Haru untuk Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra
Infotainment

Lagu-Lagu 2D Kembali Bernyawa, Malam Penuh Haru untuk Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra

By admin
August 28, 2026 3 Min Read
0

PagipagiNews.com|JAKARTA — Malam itu, lagu-lagu lama seolah menemukan tubuh baru. Di deConcert Room, Deheng House, Kemang, Jakarta Selatan, karya-karya Deddy Dhukun dan mendiang Dian Pramana Poetra kembali mengalun, bukan sekadar sebagai deretan tembang nostalgia, melainkan sebagai jembatan yang mempertemukan kenangan, kehilangan, dan generasi baru.

“Konser Tribute To 2D” yang digelar Deheng House bekerja sama dengan Bookcabin dan DMC sukses membawa ratusan pecinta musik Indonesia menyusuri kembali perjalanan panjang duo 2D. Lebih dari sekadar konser, malam itu menjadi ruang penghormatan bagi dua musisi yang karya-karyanya telah menjadi bagian dari perjalanan musik pop Indonesia.

Dimulai pukul 20.00 WIB dan dipandu Ade Andrini, konser dibuka oleh Pesona Tiga Suara, kelompok yang memiliki ikatan emosional tersendiri dengan perjalanan 2D. Anak-anak dari Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra itu tampil penuh energi membawakan sejumlah lagu legendaris, antara lain “Jatuh Hatiku”, “Esok Kan Masih Ada”, “Sepanjang Jalan Tol”, dan “Bohong”.

Di tangan generasi penerus, lagu-lagu tersebut terdengar seperti kisah lama yang diceritakan kembali dengan bahasa baru. Ada semangat yang diwariskan, ada pula kenangan yang dijaga agar tidak hilang ditelan waktu.

Perjalanan musikal kemudian berlanjut bersama Shandy Sondoro. Dengan karakter vokalnya yang khas dan sentuhan blues yang kuat, ia menginterpretasikan “Semua Jadi Satu, Jakarta” serta “Aku Jadi Bingung” dengan cara yang berbeda. Lagu-lagu 2D pun menemukan ruang ekspresi baru tanpa kehilangan ruh aslinya.

Andien menyusul dengan warna vokalnya yang lembut dan jazzy. Melalui “Aku Ini Punya Siapa, O Ya” dan “Kau Seputih Melati”, ia membawa suasana menjadi lebih intim dan menawan.

Penampilan para penyanyi itu semakin lengkap dengan iringan Audiensi Band. Permainan yang solid dan pengalaman panjang para personelnya dalam mengiringi berbagai penyanyi papan atas Indonesia membuat setiap pergantian penampil terasa mulus, seolah konser tersebut memang dirancang sebagai satu perjalanan utuh.

Sebelum tiba pada puncak emosional malam itu, Wijaya 80 yang digawangi Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe mengambil alih panggung. Trio tersebut membawakan sejumlah karya 2D, seperti “Yang Terbaik untuk Kita”, “Melati di Atas Bukit”, “Melayang”, dan “Keraguan”.

Kehadiran musisi-musisi lintas generasi dengan karakter yang berbeda membuat repertoar 2D terasa semakin kaya. Lagu yang sama dapat terdengar berbeda ketika dibawakan oleh suara dan zaman yang berbeda. Namun, satu hal tetap sama: kekuatan melodi dan lirik yang membuat karya-karya itu terus menemukan pendengarnya.

Deddy Dhukun dan Panggung yang Menyimpan Kehilangan

Puncak konser tiba ketika Deddy Dhukun naik ke panggung. Ada elegansi, tetapi juga kesedihan yang sulit disembunyikan. Di panggung yang seharusnya menjadi ruang bagi dua sahabat dan partner bermusik, kini ia berdiri tanpa Dian Pramana Poetra.

Dian telah berpulang, tetapi malam itu, namanya terasa hadir di antara setiap nada yang dimainkan.

Deddy membawakan sejumlah lagu indah, mulai dari “Puji Syukur”, “Biru”, “Masih Ada”, “Sebelum Aku Pergi”, “Kusadari”, hingga “Jalan Masih Panjang”. Lewat lagu-lagu itu, penonton seolah diajak menelusuri perjalanan panjang 2D tentang cinta, waktu, kehilangan, harapan, dan keberanian untuk tetap melangkah.

Bagi Deddy, konser tersebut bukan sekadar penampilan. Ada jejak perjalanan hidup yang ikut dinyanyikan. Ada sahabat yang tak lagi berada di sisi panggung, tetapi tetap hidup dalam karya yang mereka ciptakan bersama.

Grand closing malam itu pun terasa menawan sekaligus mengharukan. Tepuk tangan penonton menjadi bentuk penghormatan bagi perjalanan dua musisi yang telah memberi warna tersendiri dalam sejarah musik Indonesia.

Menjaga Ruang bagi Musik Indonesia

Direktur Utama Deheng House, Amaliah Ananda Abadi, mengatakan pihaknya ingin menjadikan Deheng House sebagai ruang yang terbuka bagi musisi, kreator, dan seluruh insan kreatif untuk terus berkarya.

Menurut Amaliah, musik Indonesia bukan hanya soal hiburan, tetapi juga bagian dari perjalanan budaya dan identitas bangsa. Karena itu, dukungan terhadap ekosistem musik harus terus dibangun secara berkelanjutan.

“Kami ingin membangun ruang yang berkelanjutan. Sebuah tempat di mana musisi dari berbagai generasi dapat bertemu, berkolaborasi, bereksperimen, dan memperkenalkan karya mereka kepada audiens yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menilai “Konser Tribute To 2D” menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut: menghormati perjalanan para legenda sekaligus membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk terus berkarya.

Deheng House pun berkomitmen menghadirkan program-program musik berkualitas dan mengambil bagian dalam pertumbuhan industri kreatif Indonesia.

Pada akhirnya, “Konser Tribute To 2D” membuktikan bahwa sebuah lagu tidak benar-benar menua selama masih ada orang yang menyanyikannya, mendengarkannya, dan menemukan dirinya di dalam liriknya.

Malam di Kemang itu menjadi bukti bahwa Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra mungkin telah menempuh jalan yang berbeda kini, tetapi 2D tetap berjalan bersama dalam ingatan para pendengarnya.

Dan seperti salah satu pesan yang tersirat dari lagu-lagu mereka, jalan memang masih panjang. Namun, selama musik terus dimainkan, perjalanan itu tak akan pernah benar-benar berakhir.|Foto : Istimewa

Tags:

2DDeddyDhukunDehengHouseDianPramanaPoetraKonserTributeTo2DMusikIndonesia
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Polri Bubarkan Massa di Depan Gedung DPR dengan Pendekatan Bertahap

Next

Patroli Gabungan TNI-Polri Jaga Keamanan Jakarta hingga Dini Hari

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bukan Sekadar Piringan Hitam, Fadli Zon Ingin Vinyl Jadi Jejak Sejarah Musik Indonesia
  • Inside The Radio Buka Era Baru lewat Single “Miss Takes”
  • Pendaftaran BeZakat 2026 Diperpanjang, Mahasiswa Baru Masih Punya Waktu hingga 14 September
  • Sidang Praperadilan Notaris Lily Memanas, Artahsasta Pertanyakan Dasar Penetapan Tersangka
  • Hanya  2 Hari! “SaWaDiKa” Antar Lisa BLACKPINK Jadi Pemegang Rekor MV Tercepat 2026

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Daerah
  • Hukum
  • Infotainment
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sport
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Bukan Sekadar Piringan Hitam, Fadli Zon Ingin Vinyl Jadi Jejak Sejarah Musik Indonesia
    by admin
    September 8, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Copyright 2026 — Media Pagi Pagi. All rights reserved. <b