Ismail Sofyan Sani, Sutradara yang Kini Berjuang Pulihkan Kondisi Kesehatan
PagipagiNews.com|JAKARTA — Puluhan judul sinetron dan film pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang Ismail Sofyan Sani di industri perfilman Indonesia. Selama bertahun-tahun, ia berada di balik kamera dan ikut mewarnai layar kaca serta layar lebar Tanah Air.
Kini, Ismail tengah menjalani babak kehidupan yang berbeda. Sutradara yang juga tercatat sebagai pengurus Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) itu mengaku sudah lebih dari setahun tidak dapat berjalan setelah mengalami masalah serius pada kaki kanannya hingga harus menjalani amputasi sampai lutut.
Dalam pesan yang disampaikan kepada rekan-rekannya, Ismail mengatakan kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-harinya sangat terbatas. Bahkan, untuk berpindah dari tempat tidur ke kursi roda, ia masih membutuhkan bantuan orang lain.
«”Sudah lebih setahun saya tidak bisa jalan karena kaki kanan diamputasi sampai lutut,” tulis Ismail.»
Perjuangan Ismail belum berhenti. Ia masih menjalani perawatan karena luka pada kakinya belum sepenuhnya pulih. Kondisi tersebut membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur dan membutuhkan perawatan rutin.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ismail menggunakan jasa seorang perawat yang tinggal bersamanya. Perawat tersebut membantu berbagai keperluannya, baik pada siang maupun malam hari.
Kebutuhan perawatan yang terus berjalan tentu membutuhkan biaya tidak sedikit. Di sisi lain, Ismail mengaku kini sudah tidak memiliki penghasilan.
Sementara itu, sang istri tetap bekerja sebagai guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan penghasilan yang terbatas. Tabungan keluarga yang sebelumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai perawatan Ismail pun perlahan mulai menipis.
Dalam kondisi tersebut, Ismail akhirnya memberanikan diri meminta bantuan kepada teman-teman dan orang-orang yang selama ini mengenalnya.
«”Saya memberanikan diri untuk memohon donasi dari teman-teman seikhlasnya,” ungkap Ismail.»
Bagi Ismail, keputusan tersebut bukan perkara mudah. Setelah puluhan tahun berkarya di balik layar, ia kini harus menerima kenyataan bahwa dirinya membutuhkan uluran tangan dari orang lain.
Nama Ismail Sofyan Sani dikenal melalui sejumlah karya televisi sejak akhir 1990-an. Ia tercatat menyutradarai sejumlah sinetron, antara lain Asmara & Dara, Cintamu Telah Berlalu, Merah Hitam Cinta, Romantika, Doa dan Cinta, Dina & Lisa, Bukan Cinta Biasa, Culunnya Pacarku, hingga Superboy.
Kariernya sebagai sutradara kemudian berlanjut lewat sejumlah produksi, seperti Ciung Wanara dan Misteri Gunung Merapi versi 2018, serta Nyi Roro Kidul versi 2019.
Di layar lebar, Ismail tercatat menyutradarai film Raga 11.11.11 yang dirilis pada 2011 dan True Heart pada 2013.
Kini, setelah bertahun-tahun berada di balik kamera, Ismail menjalani perjuangan yang sama sekali berbeda. Ia berusaha memulihkan kondisi tubuh sekaligus mempertahankan kehidupan bersama keluarganya.
Permohonan bantuan tersebut menjadi jalan yang terpaksa ditempuh setelah sumber daya yang dimiliki semakin terbatas.
«”Atas bantuannya saya sangat berterima kasih,” tutup Ismail.»
Kisah Ismail menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap industri hiburan, terdapat para pekerja seni yang juga dapat menghadapi masa sulit. Setelah bertahun-tahun memberikan warna bagi dunia hiburan, kini Ismail berharap dukungan dari lingkungan yang pernah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya.