Dari Senayan, Jejak Sebuah Layar Nasional Dimulai
PagipagiNews.com|JAKARTA— Di balik denyut siaran yang setiap hari hadir di ruang keluarga masyarakat Indonesia, terdapat jejak-jejak sejarah yang membentuk perjalanan panjang penyiaran nasional. Salah satunya tercatat pada 24 Agustus 1983, ketika pembangunan Gedung Penunjang Operasional TVRI di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, secara resmi dimulai melalui peristiwa pemboran pertama.
Momen tersebut bukan sekadar penanda dimulainya sebuah pembangunan fisik. Ia menjadi bagian dari ikhtiar besar memperkuat fondasi Televisi Republik Indonesia (TVRI) sebagai lembaga penyiaran yang memikul tugas menghadirkan informasi, pendidikan, dan hiburan bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri.
Pemboran pertama pembangunan gedung itu dilakukan secara resmi oleh Menteri Penerangan Harmoko. Peristiwa tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan dunia penyiaran Indonesia, di antaranya Subrata, Direktur Jenderal Radio, Televisi, dan Film periode 1983–1987, serta M. Arifin, Direktur Televisi periode 1983–1985.
Pada dekade 1980-an, pembangunan infrastruktur bukan hanya soal menghadirkan bangunan baru. Di dalamnya tersimpan semangat untuk memperkuat kemampuan institusi dalam menjalankan mandatnya. Gedung Penunjang Operasional TVRI menjadi bagian dari perjalanan pengembangan sarana dan prasarana yang menopang aktivitas penyiaran televisi nasional.
Kini, puluhan tahun setelah mata bor pertama menembus tanah Senayan, dokumentasi peristiwa tersebut tetap menyimpan arti penting. Arsip foto pemboran pertama pembangunan Gedung Penunjang Operasional TVRI bukan semata rekaman sebuah seremoni, melainkan fragmen dari perjalanan sebuah institusi yang tumbuh bersama perkembangan Indonesia.
Di dalam bingkai-bingkai lama itu, tersimpan wajah para tokoh, suasana zaman, serta semangat pembangunan yang pernah menjadi bagian dari perjalanan TVRI. Arsip pun menjelma sebagai jembatan antara masa lalu dan masa kini mengingatkan bahwa setiap institusi besar selalu dibangun dari peristiwa-peristiwa kecil yang kelak menjadi penanda sejarah.
Bagi TVRI, Senayan bukan hanya alamat. Kawasan itu adalah ruang yang menyimpan perjalanan, perubahan, dan ikhtiar panjang sebuah lembaga penyiaran publik dalam menjaga denyut layar nasional. Dan pada 24 Agustus 1983, salah satu denyut penting itu mulai ditorehkan dari sebuah pemboran pertama.|Sumber TVRi