Erwin Gutawa dan Musisi Lintas Generasi Hidupkan Kembali Lagu Hari Merdeka
Pagipaginews.com|JAKARTA — Lagu perjuangan kembali mendapat sentuhan baru menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kementerian Kebudayaan merilis aransemen ulang lagu “Hari Merdeka” karya Husein Mutahar yang diciptakan pada 1946.
Aransemen baru tersebut digarap Erwin Gutawa dan dinyanyikan sejumlah penyanyi lintas generasi, antara lain Harvey Malaihollo, Ahmad Albar, Judika, Titi DJ, Vina Panduwinata, Rita Butar-butar, Runtah Naya, Sabrina, dan Novia Bachmid.
Aransemen ulang tidak sekadar menghadirkan warna musikal baru. Karya tersebut menjadi upaya untuk membawa kembali semangat lagu perjuangan kepada pendengar masa kini, terutama generasi muda.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, lagu kebangsaan dan lagu perjuangan perlu dibuat semakin relevan, disukai, dan digunakan masyarakat di tengah banyaknya pilihan musik yang tersedia saat ini.
Menurut Fadli, sekitar 80 persen masyarakat Indonesia memilih mendengarkan musik Indonesia. Kondisi itu menjadi peluang untuk memperkuat kembali keberadaan lagu-lagu perjuangan di tengah perubahan selera musik.
“Generasi yang lebih muda, termasuk generasi milenial dan Gen Z, perlu diperkenalkan kembali ke lagu-lagu nasional dan perjuangan,” kata Fadli.
Ia menilai lagu perjuangan tidak hanya memiliki nilai musikal. Di balik setiap karya terdapat sejarah, cerita, dan tokoh yang ikut berperan dalam perjalanan bangsa.
“Tentu karena di balik lagu-lagu ini ada ceritanya. Tokoh-tokoh yang membuatnya juga adalah orang-orang yang waktu itu ikut berjuang,” ujarnya.
Fadli mengatakan, aransemen ulang “Hari Merdeka” merupakan langkah awal untuk menghidupkan kembali sejumlah lagu perjuangan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan pendengar masa kini.
“Jadi bukan hanya ini. Lagu Hari Merdeka mungkin permulaan. Jadi lagu Syukur, Dari Sabang Sampai Merauke, dan yang lain-lain, kalau dinyanyikan oleh maestro-maestro lintas generasi, pasti akan menarik,” katanya.
Ke depan, Kementerian Kebudayaan juga berharap dapat mendorong penciptaan lagu-lagu nasional baru yang membawa semangat nasionalisme dan patriotisme.
Peluncuran video aransemen baru “Hari Merdeka” menjadi bagian dari rangkaian talkshow yang disiarkan langsung melalui TVRI, Minggu (16/8/2026). Acara tersebut menghadirkan Fadli Zon, Erwin Gutawa, Harvey Malaihollo, dan Novia Bachmid.
Setelah diperkenalkan melalui TVRI, video aransemen baru “Hari Merdeka” dapat disaksikan masyarakat melalui kanal YouTube Kementerian Kebudayaan.
Hadir dalam peluncuran tersebut Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra, Inspektur Jenderal Kementerian Kebudayaan Fryda Lucyana, serta Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti.
Bagi Kementerian Kebudayaan, musik merupakan bagian penting dari ekosistem kebudayaan Indonesia. Lagu perjuangan bukan sekadar pengiring perayaan kemerdekaan, tetapi juga merekam semangat suatu zaman dan membangun ingatan bersama.
Karena itu, aransemen ulang “Hari Merdeka” diharapkan membuat lagu perjuangan tidak berhenti sebagai kenangan yang kembali terdengar setiap Agustus. Lagu-lagu tersebut diharapkan tetap hidup, digunakan, dan dikenali oleh generasi sekarang hingga generasi mendatang.