Dari “Cinderella” ke “Permaisuri”, Radja Bawa Kisah Cinta ke Fase yang Lebih Dewasa
Pagipaginews.com|JAKARTA — Kisah cinta yang pernah membawa nama Radja dikenal lintas generasi melalui “Cinderella” kini mendapat babak baru. Grup band tersebut kembali menyapa pencinta musik dengan single terbaru berjudul “Permaisuri”, yang dirilis pada Minggu (16/8/2026).
Jika “Cinderella” menghadirkan romantisme dengan warna yang lekat dengan perjalanan cinta anak muda, “Permaisuri” datang dengan sudut pandang berbeda. Lagu ini berbicara tentang cinta yang telah tumbuh menjadi hubungan yang lebih matang tentang ketulusan, kebahagiaan, dan keinginan untuk menjaga seseorang yang dianggap istimewa.
“Permaisuri” ditulis oleh vokalis Radja, Ian Kasela. Ia menggambarkan lagu tersebut sebagai kisah tentang sosok perempuan yang bukan sekadar pasangan, melainkan juga menjadi alasan seseorang untuk terus mempertahankan hubungan.
“Lagu ini bercerita tentang sosok wanita istimewa yang hadir sebagai simbol cinta, ketulusan, dan kebahagiaan. Seseorang yang bukan hanya menjadi pasangan, tetapi juga menjadi alasan untuk terus menjaga sebuah hubungan,” ujar Ian dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026).
Dari sisi musikalitas, Radja tidak meninggalkan karakter pop yang selama ini menjadi identitas mereka. Vokal Ian tetap menjadi salah satu kekuatan utama, sementara aransemen bernuansa hangat dipilih untuk menguatkan suasana romantis yang dibangun sepanjang lagu.
Bagi Radja, musik bukan sekadar susunan nada. Di balik melodi, ada cerita dan perasaan yang ingin disampaikan kepada pendengar. “Permaisuri” pun menjadi ruang bagi mereka untuk menerjemahkan cinta dalam bentuk yang lebih dewasa.
Kehadiran lagu ini menarik karena Radja seperti membuka kembali pintu menuju kisah yang pernah mereka kenalkan lewat “Cinderella”. Bedanya, kali ini cerita cinta tidak berhenti pada pertemuan atau rasa jatuh cinta.
Ada fase ketika cinta perlu dirawat.
“Permaisuri” dirilis di bawah label Istana Musik dan kini tersedia untuk dinikmati pencinta musik Indonesia. Single tersebut sekaligus memperlihatkan upaya Radja mempertahankan warna musikal yang telah menjadi ciri mereka, sembari menawarkan cerita baru kepada pendengar.
Dari “Cinderella” menuju “Permaisuri”, Radja seolah ingin mengatakan bahwa cinta juga memiliki perjalanan. Setelah menemukan seseorang yang istimewa, ada pilihan yang tak kalah penting: tetap menjaga dan memperjuangkannya.